Mulai 15 April 2026, Jalur 6-8 Stasiun Bogor Ditutup – Ini Dampaknya ke Jadwal KRL

Rabu, 15 April 2026 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. (Posnews/KAI)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pengembangan besar terjadi di Stasiun Bogor. Proyek perpanjangan jalur 6, 7, dan 8 resmi dimulai Rabu, 15 April 2026.

Pengerjaan ini ditargetkan rampung dalam 90 hari dan akan mendukung operasional KRL dengan rangkaian lebih panjang.

Langkah ini penting. Setelah proyek selesai, jalur tersebut akan mampu melayani kereta Stamformasi 12 (SF12). Sebelumnya, jalur itu hanya bisa melayani KRL dengan kapasitas maksimal SF10.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, selama proses pembangunan berlangsung, KAI Commuter menutup sementara jalur 6, 7, dan 8 untuk layanan naik-turun penumpang.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan perubahan ini berlaku mulai hari pertama pekerjaan.

Baca Juga :  Kombes Edy Suranta Jabat Dirkrimsus Polda Metro, Fokus Perkuat Penegakan Hukum

“Mulai 15 April 2026, pengguna Commuter Line Bogor hanya dilayani di peron jalur 2-3 dan 4-5,” ujarnya.

Selanjutnya, KAI Commuter menyiapkan langkah antisipasi. Perusahaan membangun selasar dan jalur penyeberangan sementara untuk memudahkan mobilitas penumpang dari sisi barat, tepatnya dari arah Jalan Kapten Muslihat menuju peron.

Tak hanya itu, akses keluar-masuk di hall barat juga akan diatur secara situasional, terutama saat jam sibuk.

Sementara itu, pengguna dari sisi selatan bisa memanfaatkan JPO Bogor Paledang untuk menuju area peron.

Di sisi lain, KAI Commuter juga menyesuaikan jadwal perjalanan. Tercatat, sebanyak 31 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami perubahan waktu.

“Penyesuaian berkisar 2 hingga 3 menit dari jadwal sebelumnya. Selebihnya tetap normal,” jelas Karina.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Pelajar MAN 3 Padang Belajar Merakit Bom Secara Daring

Proyek ini menjadi respons atas lonjakan jumlah penumpang. Saat ini, Stasiun Bogor menjadi salah satu stasiun tersibuk di Jabodetabek, dengan rata-rata 98 ribu hingga 100 ribu pengguna setiap hari, baik untuk layanan Commuter Line maupun KA Pangrango.

Dengan peningkatan kapasitas melalui SF12, diharapkan kepadatan penumpang dapat terurai dan pelayanan menjadi lebih optimal.

Meski begitu, KAI Commuter meminta maaf atas ketidaknyamanan selama proyek berlangsung.

Perusahaan memastikan seluruh pekerjaan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna.

KAI Commuter mengimbau penumpang untuk menyesuaikan perjalanan, mengikuti arahan petugas, serta memperhatikan informasi dan rambu yang tersedia di stasiun. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aduan Warga Berujung Razia Kalibata City, 45 WNA Jalani Pemeriksaan Imigrasi
Badan Kapal Masih Panas, Polisi Belum Bisa Olah TKP KMP Batumandi
103 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor, Dapur Penyedia Disetop 20 Hari
11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing
Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat
Kapal MT Global 168 Diduga Selundupkan 1 Ton Ketamin, 8 Orang Diamankan
Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan
98 Kasus Karhutla Masuk Penyidikan, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Aduan Warga Berujung Razia Kalibata City, 45 WNA Jalani Pemeriksaan Imigrasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Badan Kapal Masih Panas, Polisi Belum Bisa Olah TKP KMP Batumandi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:49 WIB

103 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor, Dapur Penyedia Disetop 20 Hari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:29 WIB

11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat

Berita Terbaru