Program Makan Gratis Disorot, Ini Daftar Menu yang Rawan Picu Gangguan Pencernaan

Senin, 20 April 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis di sekolah. (Posnews/Ist)

Ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis di sekolah. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya membongkar daftar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diam-diam berpotensi memicu gangguan pencernaan pada anak.

Hasil evaluasi terbaru mengungkap sejumlah makanan populer justru rawan menyebabkan mual, muntah, hingga diare jika tidak diolah dengan benar.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan temuan ini berasal dari investigasi tim pemantauan dan pengawasan di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut, kesalahan pengolahan hingga penyajian menjadi faktor utama munculnya risiko kesehatan pada program MBG.

Soto Jadi Sorotan: Kuah Dingin Picu Bakteri

BGN secara tegas menyoroti menu soto yang kerap dianggap aman. Namun, di balik itu, terdapat potensi bahaya serius jika penyajian tidak higienis.

Menurut Nanik, penggunaan kondimen mentah seperti kol, seledri, dan tauge menjadi celah masuk bakteri. Kondisi makin parah saat kuah disajikan dalam keadaan dingin.

“Ketika kuah dingin disiram ke bahan mentah, risiko kontaminasi bakteri seperti E. coli meningkat. Anak dengan imunitas rendah bisa langsung mengalami gangguan pencernaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Nenek 69 Tahun Tewas di Tangan Oknum Polisi, Motif Rp50 Juta Terungkap

Nasi Kuning hingga Mi Goreng, Mudah Basi dan Berisiko

Selain soto, BGN juga mengidentifikasi sejumlah menu lain yang cepat basi dan berpotensi memicu sakit perut. Di antaranya nasi kuning, nasi uduk, hingga nasi goreng.

Tak hanya itu, berbagai olahan mi—terutama mi goreng yang langsung dicampur sayuran—juga masuk daftar rawan. Proses memasak yang tidak tepat membuat makanan lebih cepat terkontaminasi.

Ayam Suwir dan Saus Jadi Pemicu Keracunan

Temuan paling mengkhawatirkan muncul pada menu ayam suwir. BGN menyebut, bahan baku yang tidak segar serta proses penyuwiran tanpa standar higienis menjadi penyebab utama tingginya kasus keracunan.

“Sering kali ayam yang digunakan bukan kualitas terbaik. Ditambah proses penyuwiran tanpa sarung tangan, ini sangat berisiko,” tegas Nanik.

Selain itu, makanan berbasis saus juga menjadi perhatian. Banyak yang dimasak kurang matang, lalu dikonsumsi lebih dari 12 jam setelah dimasak—bahkan dibawa pulang—sehingga meningkatkan potensi kontaminasi.

Baca Juga :  Motor Warga Dibidik Saat Lengah, 5 Kasus Curanmor Penjaringan Akhirnya Terbongkar

Ayam Bakar dan Ikan BBQ Tak Matang Sempurna

Menu ayam bakar dan ikan barbeque juga tak luput dari sorotan. BGN menemukan proses pemasakan sering hanya menggunakan alat torch, bukan oven besar.

Akibatnya, bagian luar memang terlihat matang, tetapi bagian dalam masih mentah—kondisi yang sangat berbahaya bagi kesehatan anak.

Berdasarkan temuan tersebut, Badan Gizi Nasional menegaskan tidak merekomendasikan menu-menu berisiko itu untuk program MBG.

BGN menekankan, standar keamanan pangan harus diperketat, terutama di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menu berisiko baru boleh disajikan jika tenaga masak benar-benar kompeten dan memahami prosedur higienis secara ketat.

Kasus ini menjadi alarm keras bahwa program makan gratis tidak hanya soal ketersediaan pangan, tetapi juga keamanan dan kualitas.

Jika pengolahan diabaikan, makanan bergizi justru bisa berubah menjadi ancaman kesehatan serius bagi anak-anak. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polri Tegaskan Kasus Penyadapan Prabowo Ulah Oknum Bukan Institusi
Prabowo Tahu Disadap Listyo Sigit Cs, Yusril Siapkan Evaluasi Bersama BSSN
Terungkap! Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Berlangsung Sejak 2025
Pernah Dampingi Prabowo dan Listyo Sigit, Ini Profil Irjen Ahrie Sonta
Dua Kali Tak Hadir, Nusron Wahid Segera Dipanggil Lagi oleh KPK
264 Perwira Polri Dirotasi, Jabatan Wakapolda hingga Kapolres Berubah
Dikabarkan 7 Jenderal Diperiksa di Mabes Polri, Dugaan Informasi Penyadapan
Tak Lagi Sejalan dengan Hati Nurani, AKBP Netty Pilih Tinggalkan Polri

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:43 WIB

Polri Tegaskan Kasus Penyadapan Prabowo Ulah Oknum Bukan Institusi

Selasa, 3 November 2026 - 21:11 WIB

Terungkap! Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Berlangsung Sejak 2025

Selasa, 3 November 2026 - 20:22 WIB

Pernah Dampingi Prabowo dan Listyo Sigit, Ini Profil Irjen Ahrie Sonta

Selasa, 3 November 2026 - 19:22 WIB

Dua Kali Tak Hadir, Nusron Wahid Segera Dipanggil Lagi oleh KPK

Selasa, 3 November 2026 - 18:10 WIB

264 Perwira Polri Dirotasi, Jabatan Wakapolda hingga Kapolres Berubah

Berita Terbaru

EPOMAKER rilis tetikus bermain EM Tiga seharga tiga puluh enam dolar. Simak spesifikasi sensor, material serat karbon, dan dok pengisian magnetis. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

EPOMAKER Rilis Mouse EM3 Dengan Fitur Serat Karbon

Rabu, 4 Nov 2026 - 09:22 WIB

HoYoverse umumkan tanggal rilis Petit Planet pada empat Desember. Simak fitur simulasi kehidupan, hadiah pendaftaran, dan versi Nintendo Switch generasi dua. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HoYoverse Umumkan Jadwal Rilis Permainan Petit Planet

Rabu, 4 Nov 2026 - 08:08 WIB