BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Fakta baru terungkap di balik tragedi tabrakan maut antara kereta api jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Insiden yang menewaskan 15 orang itu diduga berawal dari sebuah taksi yang tertemper di perlintasan rel.
Polisi mengungkap, kecelakaan beruntun ini dipicu saat taksi Green SM berada di jalur rel dan tertabrak KRL yang melintas. Akibatnya, rangkaian KRL terpaksa berhenti di lintasan.
Di saat bersamaan, KA jarak jauh melaju dari belakang tanpa sempat menghindar. Tabrakan keras pun tak terelakkan dan menghantam bagian belakang KRL.
“Sopir taksi selamat,” tegas Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe, Selasa (28/4/2026).
Sopir Diamankan, Polisi Dalami Penyebab
Meski selamat, sopir taksi kini diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi mendalami peran sopir dalam insiden yang memicu kecelakaan fatal tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Benturan dahsyat membuat gerbong khusus wanita di bagian belakang KRL robek parah setelah dihantam KA Argo Bromo Anggrek. Dampaknya sangat fatal.
Data terbaru mencatat:
- 15 orang meninggal dunia
- Puluhan korban mengalami luka-luka
Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Evakuasi Selesai, Fakta Mengejutkan Terungkap
Tim SAR gabungan akhirnya menyelesaikan proses evakuasi pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, M Syafii, mengungkap fakta memilukan.
“Seluruh korban yang dievakuasi berjenis kelamin perempuan,” ujarnya.
Saat ini, aparat gabungan masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk aspek kelalaian di perlintasan sebidang.
Pemerintah juga mendorong evaluasi total sistem keselamatan perkeretaapian.
Di sisi lain, tragedi ini kembali menyoroti lemahnya pengamanan perlintasan rel di kawasan padat.
Oleh karena itu, percepatan pembangunan flyover dan sistem pengamanan menjadi sorotan utama pascakejadian.
Kecelakaan ini bukan sekadar insiden, melainkan alarm keras bagi keselamatan transportasi nasional. (red)
Editor : Hadwan


















