Operasi Senyap! 16 WNA Pelaku Love Scamming Diciduk Imigrasi di Resort Sukabumi

Kamis, 30 April 2026 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Imigrasi mengamankan 16 WNA pelaku love scamming di kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. (Posnews/Ist)

Petugas Imigrasi mengamankan 16 WNA pelaku love scamming di kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. (Posnews/Ist)

SUKABUMI, POSNEWS.CO.ID – Praktik penipuan digital lintas negara berhasil dibongkar. Direktorat Jenderal Imigrasi mengamankan 16 warga negara asing (WNA) yang diduga menjalankan aksi love scamming di wilayah Pelabuhan Ratu.

Penindakan ini mengungkap modus kejahatan berbasis aplikasi kencan yang menyasar korban dari luar negeri.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menegaskan pihaknya telah mengamankan seluruh WNA sebagai deteni di Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Sukabumi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka diduga kuat melakukan praktik love scamming. Bukti percakapan sudah kami kantongi,” tegas Hendarsam, Kamis (30/4/2026).

Dari hasil pemeriksaan, para pelaku terdiri dari:

  • 12 warga negara China
  • 1 warga negara Taiwan
  • 3 warga negara Malaysia

Mereka diduga mengoperasikan penipuan dari Sukabumi dan menargetkan warga negara asing sebagai korban.

Baca Juga :  Prabowo: Tidak Ada Ampun bagi Pencuri Uang Rakyat di Program MBG

Modus Terbongkar dari Bukti Chat

Selanjutnya, aparat menemukan bukti kuat berupa percakapan digital. Modusnya, pelaku membangun hubungan emosional dengan korban melalui aplikasi kencan, lalu menguras uang dengan berbagai dalih.

“Evidence sudah lengkap. Ada chat yang menunjukkan pola penipuan,” ungkap Hendarsam.

Kasus ini terungkap berawal dari laporan masyarakat pada 29 Maret 2026. Warga mencurigai aktivitas sejumlah WNA di sebuah penginapan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim intelijen keimigrasian langsung bergerak cepat. Pada 30 Maret 2026, petugas melakukan pengawasan tertutup di kawasan Grand Desa Resort, Pelabuhan Ratu.

Direktur Wasdakim Yudi Yusman menegaskan tim melakukan operasi untuk memastikan aktivitas para WNA.

Baca Juga :  Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Kantor ACC Kwitang, Polisi Gerak Cepat Selidiki

“Hasil pemantauan menguatkan dugaan adanya aktivitas ilegal,” jelasnya.

Saat ini, ke-16 WNA tersebut terancam sanksi administratif keimigrasian berupa deportasi.

Imigrasi juga tengah berkoordinasi dengan kedutaan masing-masing negara untuk proses pemulangan.

“Langkah selanjutnya adalah deportasi. Kami pastikan proses berjalan sesuai aturan,” tegas Hendarsam.

Waspada! Modus Love Scamming Kian Marak

Kasus ini menjadi peringatan serius. Modus penipuan cinta online terus berkembang dan menyasar korban lintas negara.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada hubungan daring yang mencurigakan, terutama jika sudah menyangkut permintaan uang.

Aparat akan terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas WNA untuk mencegah kejahatan serupa terulang kembali. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah
Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga
Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang
Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat
Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol
Polisi Bongkar Gudang Obat Keras di Tanah Abang, Tangkap 5 Orang
Sopir Kontainer Diduga Mabuk Tabrak 2 Mobil dan Motor di Plumpang
Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WIB

Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:44 WIB

Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:20 WIB

Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:46 WIB

Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:56 WIB

Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB