Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Benteng terakhir independensi moneter. Jerome Powell memutuskan untuk tetap menjabat sebagai anggota dewan gubernur The Fed guna melindungi institusi dari serangan politik. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Benteng terakhir independensi moneter. Jerome Powell memutuskan untuk tetap menjabat sebagai anggota dewan gubernur The Fed guna melindungi institusi dari serangan politik. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) mengambil sikap tegas untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil. Keputusan ini muncul saat perang di Iran terus mendorong kenaikan harga energi dan mempersulit prospek inflasi domestik.

Dalam konferensi pers terakhirnya sebagai Ketua Fed, Jerome Powell juga mengumumkan keputusan krusial bagi masa depan institusi tersebut. Ia menyatakan akan tetap menjadi anggota dewan gubernur untuk “jangka waktu tertentu” setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada 15 Mei mendatang. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk membentengi The Fed dari intervensi pemerintahan Presiden Donald Trump.

Melindungi Independensi dari “Serangan Hukum”

Jerome Powell menjelaskan bahwa keputusannya untuk tetap berada di dewan gubernur didorong oleh kekhawatiran atas rentetan “serangan hukum” dari pemerintahan Trump. Ia menyebut serangan tersebut sebagai hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah bank sentral.

“Saya khawatir serangan-serangan ini merusak institusi dan membahayakan hal yang benar-benar penting bagi publik, yaitu kemampuan untuk menjalankan kebijakan moneter tanpa mempertimbangkan faktor politik,” tegas Powell. Salah satu serangan yang ia maksud adalah penyelidikan Departemen Kehakiman (DOJ) terhadap dirinya terkait biaya renovasi markas besar Fed, yang baru-baru ini dihentikan namun dianggap sebagai ancaman terhadap independensi moneter.

Baca Juga :  Skandal Epstein Guncang Inggris: Mantan Dubes Peter Mandelson Ditangkap Polisi

Suku Bunga Bertahan di Tengah Badai Inflasi

Meskipun Trump terus mendesak penurunan biaya pinjaman, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan suku bunga pada level 3,50-3,75 persen. Level ini telah bertahan sejak Desember lalu. Bank sentral menilai inflasi masih tinggi, sebagian besar mencerminkan kenaikan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah.

Data terbaru menunjukkan harga konsumen melonjak 3,3 persen pada bulan Maret dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini naik hampir satu poin persentase dari Februari, mencapai level tertinggi sejak Mei 2024. Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak Februari lalu telah memicu lonjakan harga minyak dan ketidakpastian ekonomi yang mendalam.

Perpecahan di Internal The Fed

Keputusan suku bunga kali ini tidak diambil secara bulat. Stephen Miran, sekutu Trump yang bergabung dengan dewan tahun lalu, kembali menyerukan penurunan suku bunga sebesar seperempat poin. Secara keseluruhan, empat anggota FOMC menunjukkan ketidaksepakatan dalam berbagai poin pernyataan, menandakan perpecahan terdalam di internal bank sentral sejak Oktober 1992.

Baca Juga :  Iran Jawab Tantangan AS: Siagakan 1.000 Drone Strategis

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perpecahan ini terjadi saat estafet kepemimpinan sedang dipersiapkan. Kevin Warsh, mantan gubernur Fed yang dicalonkan Trump, baru saja melewati rintangan besar di Komite Perbankan Senat dengan dukungan penuh dari faksi Republik. Warsh diproyeksikan akan menggantikan Powell sebagai ketua pada pertengahan Mei mendatang.

Implikasi Politik dan Ekonomi: Menghadang Penunjukan Baru

Keputusan Powell untuk tetap berada di dewan hingga Januari 2028 memiliki signifikansi politik yang besar. Dengan tetap menjabat sebagai gubernur, ia mencegah Presiden Trump untuk segera menunjuk anggota dewan baru yang selaras dengan kebijakan ekonominya. Hal ini memastikan bahwa tiga orang pilihan Trump di dewan tetap menjadi minoritas untuk saat ini.

Powell berjanji akan menjaga profil rendah sebagai gubernur dan tidak akan mencampuri kepemimpinan ketua Fed yang baru. Namun, keberadaannya di dewan dipastikan akan memengaruhi lintasan kebijakan moneter AS, terutama dalam menyeimbangkan antara tuntutan pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi di tahun 2026 yang penuh gejolak ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik
Prabowo Gebrak May Day 2026: RUU Ketenagakerjaan Dipercepat, Ojol Dapat Perlindungan
Indonesia Desak Transparansi Pemblokiran Akun Anak di Bawah 16 Tahun
Banjir Jakarta 1 Mei 2026: 31 RT Terendam, Air Capai 130 Cm Usai Hujan Deras
Prabowo Tiba di Monas Naik Maung, Joget Bareng Buruh di May Day 2026

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:50 WIB

Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:44 WIB

Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:38 WIB

AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar ÂŁ25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

Pusat gravitasi perdagangan dunia memanas. Amerika Serikat menuduh China melakukan intimidasi maritim di Panama, memicu perang urat saraf terkait sejarah kolonialisme dan kendali atas Terusan Panama yang strategis. Dok: AP Photo/Matias Delacroix

INTERNASIONAL

AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:38 WIB