Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Modernisasi armada laut. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari meresmikan kapal selam pertama dari delapan unit kelas Hangor di Sanya, China, sebagai langkah strategis memperkuat pertahanan maritim dan deterensi di kawasan Samudra Hindia. Dok: Istimewa.

Modernisasi armada laut. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari meresmikan kapal selam pertama dari delapan unit kelas Hangor di Sanya, China, sebagai langkah strategis memperkuat pertahanan maritim dan deterensi di kawasan Samudra Hindia. Dok: Istimewa.

SANYA, POSNEWS.CO.ID – Pakistan mengambil langkah besar dalam modernisasi kekuatan angkatan lautnya. Pemerintah Pakistan resmi meresmikan kapal selam pertama dari delapan unit kelas Hangor yang dibangun melalui kerja sama pertahanan dengan China.

Upacara peresmian berlangsung di kota pelabuhan Sanya, China bagian selatan, dengan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari hadir sebagai tamu kehormatan. Kehadiran Zardari didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut Pakistan, Laksamana Naveed Ashraf, serta pejabat militer senior dari kedua negara.

Tonggak Sejarah Pertahanan Maritim

Presiden Zardari menyebut induksi kapal selam canggih ini sebagai “tonggak sejarah” bagi Angkatan Laut Pakistan. Menurutnya, langkah ini mencerminkan tekad Islamabad untuk mempertahankan postur pertahanan yang kredibel dan seimbang di kawasan.

“Pakistan mampu membela kedaulatannya, melindungi kepentingan maritim, dan mengamankan jalur ekonomi utama kami,” tegas Zardari dalam pidatonya. Penguatan armada ini menjadi sangat krusial mengingat Pakistan sangat bergantung pada stabilitas jalur laut untuk kelangsungan ekonomi nasionalnya.

Spesifikasi Teknis: Keunggulan Kelas Hangor

Kapal selam kelas Hangor merupakan adaptasi dari desain Tipe 039A milik China yang telah teruji. Kapal ini mampu menampung 38 awak kapal dengan kapasitas tambahan untuk pasukan khusus. Selain itu, kapal ini memiliki persenjataan lengkap berupa torpedo modern dan rudal anti-kapal.

Baca Juga :  PM Inggris Tuntut Trump Minta Maaf Atas Komentar Pasukan Afghanistan

Salah satu fitur unggulan dari kelas Hangor adalah sistem propulsi independen udara (AIP). Teknologi ini memungkinkan kapal selam tetap berada di bawah air untuk waktu yang lebih lama tanpa harus muncul ke permukaan, sehingga meningkatkan kemampuan siluman dan efektivitas tempurnya di medan laut yang kompetitif.

Strategi Deterensi dan Kerja Sama Bilateral

Pakistan secara historis mengandalkan armada kapal selamnya sebagai bagian dari deterensi strategis terhadap India. Penggunaan nama “Hangor” sendiri memiliki makna sejarah yang mendalam, merujuk pada kapal selam Pakistan yang berhasil menenggelamkan kapal perang India pada tahun 1971—penenggelaman kapal perang pertama oleh kapal selam sejak Perang Dunia II.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laksamana Naveed Ashraf menekankan bahwa gangguan pada titik-titik krusial maritim kini semakin mengancam perdagangan global dan keamanan energi. Oleh karena itu, keberadaan kapal selam kelas Hangor akan membantu menjaga stabilitas di Laut Arab dan wilayah Samudra Hindia yang lebih luas. Berdasarkan kesepakatan, empat unit pertama dibangun di China, sementara empat unit terakhir akan dirakit di Galangan Kapal Karachi, Pakistan.

Baca Juga :  Misteri 10 Jenazah Mengapung di Perairan Rohil, Polisi Curigai Tragedi Laut dari Sumut

Mempererat Kemitraan dengan Beijing

Peresmian ini menjadi babak baru dalam kemitraan pertahanan yang telah terjalin lama antara Pakistan dan China. Kerja sama ini tidak hanya mencakup aspek militer, tetapi juga beririsan dengan pengembangan ekonomi melalui Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) yang merupakan bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI).

Singkatnya, pengoperasian kapal selam Hangor ini akan meningkatkan kemampuan operasional Angkatan Laut Pakistan secara signifikan di tahun 2026. Di tengah dinamika keamanan regional yang terus berubah, aliansi strategis dengan Beijing tetap menjadi pilar utama bagi strategi pertahanan dan ketahanan ekonomi Islamabad.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis
150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku
May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago
Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov
Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia Sabtu 2 Mei 2026
Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:41 WIB

Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:36 WIB

150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:20 WIB

May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:07 WIB

Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov

Berita Terbaru

Modernisasi armada laut. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari meresmikan kapal selam pertama dari delapan unit kelas Hangor di Sanya, China, sebagai langkah strategis memperkuat pertahanan maritim dan deterensi di kawasan Samudra Hindia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

Ketahanan energi lintas benua. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan pemerintah Korea Selatan menyepakati kerja sama strategis untuk menjamin kelancaran pasokan LNG dan produk minyak olahan guna meredam dampak penutupan Selat Hormuz. Dok: Yonhap.

INTERNASIONAL

Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:41 WIB