PEKANBARU, POSNEWS.CO.ID – Polisi membongkar peran empat tersangka dalam kasus pembunuhan sadis terhadap lansia Dumaris Boru Sitio (60) di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau.
Polisi menyebut otak pembunuhan tersebut adalah menantu korban sendiri, Anisa Florensa (AF).
Tiga tersangka lain masing-masing berinisial SL (Selamet), Erwandi alias Iwan, dan Lisbet (L).
Keempatnya awalnya merancang aksi perampokan, namun rencana itu berubah menjadi pembunuhan di tengah perjalanan.
“Awalnya mereka hanya ingin merampok, tapi di jalan berubah pikiran,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra, Minggu (3/5/2026).
Polisi mengungkap AF mengajak Lisbet, teman lamanya sejak SMP di Sumatera Utara, untuk ikut menjalankan aksi tersebut di Pekanbaru.
“AF dan L berteman sejak SMP. Mereka berangkat dari Aceh dengan menyewa mobil, dan kendaraan itu kini menjadi barang bukti,” ujar Pandra.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setibanya di Pekanbaru, empat pelaku disebut beberapa kali menyusun strategi agar aksi berjalan mulus. Polisi mencatat mereka sudah empat kali survei lokasi sebelum hari eksekusi.
Korban tidak menaruh curiga karena mengenal AF sebagai menantunya. Meski AF diketahui sudah tidak tinggal serumah sejak 2023, hubungan keluarga itu dimanfaatkan pelaku untuk masuk ke rumah korban.
Dipukul Balok hingga Tewas
Polisi menyebut tersangka SL berperan sebagai eksekutor.
Dia memukul korban menggunakan balok kayu secara brutal hingga korban tewas.
“Pelaku memukul korban tidak hanya sekali. Sekitar lima kali hingga korban meninggal dunia lalu tubuhnya dibawa ke kamar mandi,” kata Pandra.
Korban ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya pada Rabu (29/4/2026) siang oleh suaminya, Salmon Mena.
Terekam CCTV
Aksi para pelaku terekam kamera CCTV di sekitar rumah korban.
Rekaman menunjukkan para pelaku datang menggunakan mobil hitam.
AF yang mengenakan kaus hitam masuk lebih dulu ke rumah korban, disusul Lisbet yang memakai jaket hoodie biru. Tak lama kemudian dua pria ikut masuk.
Korban sempat membuka pintu dan menyambut para pelaku tanpa rasa curiga.
Namun situasi berubah brutal saat salah satu pelaku tiba-tiba datang membawa balok kayu lalu menghantam kepala korban.
Polisi masih mendalami motif utama para pelaku dan kemungkinan adanya faktor lain di balik pembunuhan tersebut. (red)
Editor : Hadwan


















