Gubernur DKI Ajak Akademisi Jaga Biodiversitas Jakarta Lewat Konferensi Internasional

Selasa, 26 Agustus 2025 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan pernyataan terkait kebijakan efisiensi anggaran di Balai Kota. (Posnews/Kominfo)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan pernyataan terkait kebijakan efisiensi anggaran di Balai Kota. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak pakar dan akademisi bersinergi menjaga keanekaragaman hayati di ibu kota. Ajakan ini ia sampaikan saat membuka 18th Congress PBI and International Conference on Biodiversity and Future Biology (ICo-BioFuB) 2025 di Universitas Nasional, Selasa (26/8/2025).

Pramono menegaskan, biodiversitas bukan sekadar isu lingkungan, melainkan terkait erat dengan kesehatan, ekonomi, dan masa depan manusia. Karena itu, ia berharap konferensi ini melahirkan inspirasi, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

“Jakarta siap menjadi laboratorium biodiversitas. Kami akan mendukung penelitian bersama universitas dan lembaga riset,” ujarnya.

Baca Juga :  Tragedi Longsor Sampah Bantargebang Bekasi, 5 Tewas dan 4 Masih Hilang

Sebagai negara megabiodiversity, Indonesia memiliki ekosistem hutan tropis, laut, hingga kawasan urban. Pemerintah mewujudkan komitmen pelestarian melalui Global Biodiversity Framework dan Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045.

Pramono juga menyoroti kekayaan ekosistem Jak  arta. Kepulauan Seribu menyimpan terumbu karang dan mangrove, sementara daratan dikelola lewat 49 hutan kota, 1.459 taman, dan 949 jalur hijau.

Jakarta bahkan menjadi habitat lebih dari 100 spesies burung, satwa langka, serta tumbuhan endemik seperti Elang Bondol dan Salak Condet.

Namun, ia mengakui ibu kota masih menghadapi tantangan besar: polusi, ekspansi kota, perdagangan satwa liar ilegal, spesies invasif, dan dampak perubahan iklim. Untuk itu, Pemprov DKI menetapkan Rencana Induk Keanekaragaman Hayati 2025–2029 dengan visi hidup selaras dengan alam menuju kota global, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Tips Membeli Motor Listrik agar Baterai Awet dan Performa Maksimal

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Manajemen Advisor Universitas Nasional Yuddy Chrisnandi menegaskan, konferensi ini menjadi wadah penting berbagi pengetahuan dan inovasi menghadapi krisis lingkungan, perubahan iklim, dan krisis pangan.

“Pelestarian biodiversitas harus jadi prioritas. Biologi masa depan berpotensi besar membangun dunia yang lebih baik, meski menghadirkan tantangan etis yang perlu disikapi bijak,” kata Yuddy. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Terapkan Pengamanan Humanis saat May Day 2026 di Jakarta – Kerahkan 24 Ribu Personel
Operasi Senyap! 16 WNA Pelaku Love Scamming Diciduk Imigrasi di Resort Sukabumi
Pemerintah Bentuk Tim Asesor, Natalius Pigai Pastikan Aktivis HAM Tak Mudah Dipidana
Teror Senjata Api di Dekai Yahukimo, Polisi Sisir Kota Buru Pelaku
Sindikat Haji Ilegal Diburu, Satgas Haji 2026 Ungkap Fakta Mengejutkan
Tragis! Mobil Dinas Pejabat Pandeglang Tabrak Siswa SD, 1 Tewas dan 8 Luka
Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata
Bareskrim Bongkar Modus Haji Instan, Jamaah Dikirim Pakai Visa Tenaga Kerja

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 20:57 WIB

Polisi Terapkan Pengamanan Humanis saat May Day 2026 di Jakarta – Kerahkan 24 Ribu Personel

Kamis, 30 April 2026 - 20:33 WIB

Operasi Senyap! 16 WNA Pelaku Love Scamming Diciduk Imigrasi di Resort Sukabumi

Kamis, 30 April 2026 - 20:06 WIB

Pemerintah Bentuk Tim Asesor, Natalius Pigai Pastikan Aktivis HAM Tak Mudah Dipidana

Kamis, 30 April 2026 - 19:53 WIB

Teror Senjata Api di Dekai Yahukimo, Polisi Sisir Kota Buru Pelaku

Kamis, 30 April 2026 - 18:53 WIB

Sindikat Haji Ilegal Diburu, Satgas Haji 2026 Ungkap Fakta Mengejutkan

Berita Terbaru