Evolusi Sastra Anak: Dari Doktrin Moral Menuju Kebebasan Imajinasi

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Source Image : Gemini Google

Source Image : Gemini Google

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Cerita dan puisi untuk anak-anak sebenarnya memiliki sejarah yang sangat panjang. Tradisi ini berakar dari lagu pengantar tidur pada zaman Romawi. Selain itu, beberapa permainan rima kuno masih bertahan hingga saat ini. Namun, sejarah literatur anak dalam bentuk cetak baru benar-benar berkembang secara spesifik beberapa abad kemudian.

Sebelum tahun 1700, penerbit jarang memproduksi buku khusus untuk kaum muda. Anak-anak biasanya menyita literatur dewasa yang tersedia di rumah. Mereka menyukai fabel Aesop, cerita peri, atau balada populer. Pada masa itu, hanya sedikit buku instruksional yang membantu kemampuan membaca atau menanamkan moralitas tertentu bagi anak-anak.

Abad ke-18: Kelahiran Buku untuk Kesenangan

Keadaan mulai berubah drastis pada pertengahan abad ke-18. Saat itu, banyak orang tua mulai mendukung minat baca anak-anak mereka secara aktif. Oleh karena itu, penerbit mulai mengkhususkan diri pada buku yang bertujuan memberikan kesenangan murni bagi anak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Thomas Boreham memproduksi Cajanus, The Swedish Giant pada tahun 1742 di London. Selanjutnya, John Newbery merilis A Little Pretty Pocket Book yang sangat fenomenal pada tahun 1744. Buku ini berisi rima, cerita, dan permainan anak-anak. Menariknya, Newbery juga memberikan hadiah gratis berupa bola atau bantalan jarum. Formula kemenangan ini segera menyebar luas, bahkan hingga mengalami pembajakan di Amerika.

Baca Juga :  Donald Trump Teken Aturan Pecat 8.000 Pegawai Negeri

Pertarungan Antara Hiburan dan Pendidikan Moral

Namun, keceriaan tersebut tidak bertahan selamanya. Pemikiran Rousseau dalam Emile (1762) sangat memengaruhi para kritikus saat itu. Rousseau menganggap buku anak-anak selain Robinson Crusoe sebagai pengalihan yang berbahaya. Akibatnya, para kritikus memastikan sastra anak kembali menjadi sarana instruksional yang kaku.

Ibu Sarah Trimmer muncul sebagai suara vokal yang mengecam cerita peri karena dianggap absurd dan penuh kekerasan. Melalui majalah The Guardian of Education, ia mendesak agar buku anak selalu memberikan teladan kesopanan. Meskipun demikian, anak-anak sering kali tetap menemukan cara untuk mendapatkan hiburan dari teks-teks moralis yang paling keras sekalipun.

Abad ke-19 dan Kebangkitan Cerita Rakyat

Pukulan telak bagi genre “buku perbaikan moral” justru datang dari minat pada cerita rakyat di awal abad ke-19. James Orchard Halliwell menerbitkan rima anak-anak untuk masyarakat cerita rakyat pada tahun 1842. Selain itu, Grimm bersaudara menerbitkan kumpulan cerita peri yang segera populer setelah terjemahan bahasa Inggris muncul pada tahun 1823.

Karya-karya ini memicu gelombang edisi baru yang lebih berpusat pada kebutuhan imajinatif anak. Penulis mulai menyesuaikan cerita dengan keterbatasan pengalaman hidup pembaca muda. Selanjutnya, akses terhadap buku dengan karakter yang mudah membuat anak berempati menjadi faktor penentu minat baca mereka hingga saat ini.

Baca Juga :  Astronom Temukan Atmosfer pada Dunia Es Terpencil 2002 XV93

Pasca-Perang: Dari Dunia Mimpi ke Realitas Sosial

Era 1930-an mencatat puncak sastra anak yang bersifat protektif dan eskapis. Penulis seperti Enid Blyton dan Richmal Crompton menggambarkan petualangan yang aman bagi anak-anak. Dalam dunia mereka, hal buruk tidak akan pernah terjadi pada karakter utama. Bahkan, pecahnya perang besar tidak memengaruhi narasi tertutup tersebut sama sekali.

Reaksi terhadap “dunia mimpi” ini tidak terelakkan setelah Perang Dunia II berakhir. Penulis mulai mengeksplorasi area minat baru seiring berkembangnya perpustakaan anak dan kesadaran sosial. Mereka memindahkan latar cerita dari dunia kelas menengah ke lingkungan yang lebih beragam dan realistis. Singkatnya, para penulis modern kini berupaya menghapus prasangka sosial dalam literatur mereka.

Berbagi Sastra Lintas Generasi

Sastra anak kini tidak lagi menjadi penghalang antara masa kecil dan kedewasaan. Sebaliknya, karya-karya kontemporer sering kali mendapatkan rekomendasi untuk dibaca oleh orang dewasa maupun anak-anak secara bersamaan.

Dengan demikian, sastra anak telah kembali pada keyakinan abad ke-19 bahwa cerita yang baik dapat dinikmati oleh semua generasi. Di tahun 2026 ini, fokus utama penerbitan tetap pada pencapaian positif literatur yang mampu mencerminkan realitas dunia tanpa menghilangkan keajaiban imajinasi yang menjadi hak setiap anak.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Berita Terbaru

Langkah baru sang tentara bayaran. Ryan Reynolds membidik berbagai kisah klasik dari komik orisinal untuk petualangan Deadpool berikutnya. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Ambisi Ryan Reynolds: Deadpool Keempat Siap Disajikan

Selasa, 21 Jul 2026 - 12:32 WIB

Ambisi menguasai pasar yang terhalang hukum. Hakim federal menghentikan sementara proses akuisisi raksasa Paramount terhadap Warner Bros akibat kekhawatiran monopoli. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Selasa, 21 Jul 2026 - 11:29 WIB

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Posnews/Ist)

HUKRIM

Polemik Ucapan Hotman Paris Memanas, PWI Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 21 Jul 2026 - 10:34 WIB

Aktris Inde Navarrette memeluk erat kado kaset Modern Warfare 2 versi lama dari penggemar. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Inde Navarrette Terima Kado Langka Modern Warfare 2

Selasa, 21 Jul 2026 - 10:30 WIB