Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

KABUL, POSNEWS.CO.ID – Harapan untuk stabilitas di perbatasan Asia Selatan kembali memudar. Pemerintah Afghanistan secara resmi menuduh militer Pakistan meluncurkan serangkaian serangan lintas batas ke wilayah mereka pada hari Senin, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil.

Wakil juru bicara pemerintah Afghanistan, Hamdullah Fitrat, mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menghantam pemukiman penduduk di Provinsi Kunar, wilayah timur Afghanistan. Menurutnya, aksi militer tersebut menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 14 orang lainnya di tengah tensi yang belum mereda pasca-perang terbuka awal tahun ini.

Kerusakan Fasilitas Publik: Sekolah dan Masjid Menjadi Target

Melalui pernyataan resmi di platform X, Fitrat merinci dampak kerusakan dari serangan tersebut. Ia mengeklaim bahwa tembakan artileri Pakistan menghancurkan dua sekolah, dua masjid, dan satu pusat kesehatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tindakan ini merupakan pelanggaran kedaulatan yang sangat nyata,” tegas Fitrat. Oleh karena itu, Kabul mendesak masyarakat internasional untuk memperhatikan agresi yang terus berulang ini, terutama setelah kedua negara sempat bertemu di meja perundingan bulan lalu.

Baca Juga :  PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Bantahan Keras Pakistan: Menuding “Sandiwara” Artileri

Di sisi lain, Kementerian Informasi Pakistan segera merilis bantahan resmi. Islamabad menilai tuduhan Afghanistan sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari serangan lintas batas yang dilakukan oleh pihak Afghanistan sebelumnya.

Otoritas Pakistan menyoroti kegagalan rezim Afghanistan dalam mengendalikan wilayah perbatasan Bajaur pada Maret dan April lalu, yang menewaskan sembilan wanita dan anak-anak di wilayah Pakistan. Selain itu, militer Pakistan mengeklaim telah menganalisis gambar kerusakan yang Kabul unggah. Menurut mereka, kerusakan bangunan tersebut tidak konsisten dengan dampak serangan artileri asli.

“Atap bangunan terlihat masih utuh dan pola pecahannya sangat terlokalisasi. Hal ini mengindikasikan adanya perusakan secara sengaja atau manipulasi demi kepentingan propaganda,” tulis pernyataan resmi Kementerian Informasi Pakistan di media sosial.

Akar Konflik: Isu TTP dan Aliansi Taliban

Perseteruan ini merupakan kelanjutan dari pertempuran berdarah sejak akhir Februari 2026. Saat itu, ratusan orang tewas setelah Afghanistan melancarkan serangan balasan atas serangan udara Pakistan di wilayah pedalaman mereka.

Perselisihan utama berfokus pada kelompok Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP). Pakistan bersikeras bahwa rezim Taliban di Kabul menyembunyikan militan TTP yang sering melancarkan serangan teror mematikan di wilayah Khyber Pakhtunkhwa. Meskipun demikian, Kabul terus membantah tuduhan tersebut dan mengeklaim tidak memberikan perlindungan bagi kelompok militan mana pun.

Baca Juga :  Gelembung AI : Investasi Triliunan Dolar yang Belum Balik Modal

Gagalnya Diplomasi yang Dimediasi China

Kegagalan gencatan senjata ini sangat mengecewakan mengingat upaya mediasi besar milik China di Beijing pada awal April lalu. Saat itu, pejabat tinggi dari kedua negara sepakat untuk mencari “solusi komprehensif” dan menahan diri dari eskalasi militer lebih lanjut.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa bentrokan kecil terus terjadi secara rutin. Meskipun intensitasnya lebih rendah dibandingkan periode Februari, serangan terbaru di Kunar ini membuktikan bahwa kesepakatan diplomatik belum mampu menyentuh akar permasalahan keamanan di perbatasan sepanjang 2.600 kilometer tersebut.

Menanti Kepastian di Tengah Ketidakpastian

Masyarakat internasional kini memantau apakah Beijing akan kembali turun tangan untuk menyelamatkan proses damai yang hampir kolaps tersebut. Di tahun 2026 yang penuh gejolak keamanan energi dan militer, konflik Afghanistan-Pakistan berisiko menjadi front pertempuran baru yang mengganggu stabilitas regional secara luas.

Singkatnya, selama isu perlindungan militan dan klaim kedaulatan wilayah belum mencapai titik temu, perbatasan Asia Selatan akan tetap menjadi salah satu wilayah paling berbahaya di dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik
167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson
Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween
Gedung Putih Siapkan Perintah Eksekutif dan Pertahanan Hukum
Jelang Pemilu Sela: Partai Republik Raih Dukungan di Michigan
Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:08 WIB

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Selasa, 3 November 2026 - 10:30 WIB

167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson

Selasa, 3 November 2026 - 09:30 WIB

Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween

Selasa, 3 November 2026 - 08:30 WIB

Gedung Putih Siapkan Perintah Eksekutif dan Pertahanan Hukum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Berita Terbaru

Penasihat Presiden UEA Anwar Gargash berharap mediasi Qatar cegah konflik AS-Iran. Simak ulasan perundingan Selat Hormuz.

INTERNASIONAL

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:08 WIB

Gencatan senjata lokal 6 hari di Oleshky Kherson berakhir. 167 warga sipil berhasil dievakuasi lewat rute transit Belarus usai mediasi Melania. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:30 WIB

Gelombang penembakan massal melanda pusat hiburan malam AS saat libur Halloween. Sedikitnya 8 orang tewas di Dallas, Birmingham, Arkansas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween

Selasa, 3 Nov 2026 - 09:30 WIB

Gedung Putih siapkan perintah eksekutif dan pertahanan hukum untuk antisipasi kemenangan Demokrat di Pemilu Sela AS. Simak rincian strategi imigrasi dan anggarannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gedung Putih Siapkan Perintah Eksekutif dan Pertahanan Hukum

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:30 WIB