Bareskrim dan BI Musnahkan 466 Ribu Lembar Uang Palsu, 1.241 Tersangka Ditangkap

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Bongkar Ratusan Kasus Uang Palsu, Ratusan Ribu Lembar Dimusnahkan. (Posnews/Ist)

Bareskrim Bongkar Ratusan Kasus Uang Palsu, Ratusan Ribu Lembar Dimusnahkan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bareskrim Polri bersama Bank Indonesia dan unsur Botasupal menggelar konferensi pers sekaligus pemusnahan uang rupiah palsu di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Langkah ini menjadi bukti komitmen aparat dalam menekan peredaran uang palsu yang berpotensi merugikan masyarakat dan mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

Wakabareskrim Polri Nunung Syaifuddin menegaskan Polri akan bertindak tegas terhadap seluruh pelaku kejahatan mata uang, mulai dari pembuat, penyimpan hingga pengedar uang palsu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Polri berkomitmen menindak tegas segala bentuk kejahatan mata uang. Sepanjang 2025 hingga April 2026, rasio temuan uang palsu turun dari 4 ppm menjadi 1 ppm,” ujar Nunung.

252 Kasus Diungkap, 1.241 Tersangka Ditangkap

Selanjutnya, Bareskrim mengungkap pengungkapan kasus uang palsu sepanjang 2025 hingga 2026 mencapai 252 laporan polisi.

Dari kasus tersebut, polisi menangkap 1.241 tersangka di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Pemerintah Bentuk Tim Asesor, Natalius Pigai Pastikan Aktivis HAM Tak Mudah Dipidana

Tak hanya itu, aparat juga menyita:

  • 137.005 lembar uang rupiah palsu
  • 17.267 lembar uang dolar palsu

Menurut Nunung, kejahatan uang palsu tidak hanya merugikan korban secara finansial, tetapi juga mengancam kepercayaan masyarakat terhadap rupiah.

“Uang palsu bisa merusak kepercayaan publik terhadap mata uang negara,” tegasnya.

466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu Dimusnahkan

Dalam kegiatan tersebut, petugas memusnahkan sebanyak 466.535 lembar uang rupiah palsu dari berbagai pecahan.

Barang bukti itu merupakan hasil temuan sektor perbankan melalui Bank Indonesia sepanjang 2017 hingga November 2025, lalu diserahkan ke Bareskrim melalui mekanisme non-yudisial.

Pemusnahan dilakukan menggunakan mesin pencacah setelah mendapat izin dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melalui penetapan tertanggal 23 Januari 2026.

Dengan proses tersebut, uang palsu dipastikan hancur total dan tidak bisa kembali beredar.

Baca Juga :  Halte Transjakarta Kebon Sirih Arah Blok M Ditutup Sementara Mulai 15 Mei, Ini Penyebabnya

Rupiah Indonesia Diakui Dunia Internasional

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P Gozali menyebut keberhasilan menekan uang palsu didukung teknologi keamanan rupiah yang semakin modern.

Ia mengungkapkan seri uang emisi 2022 meraih penghargaan Best New Banknote Series pada ajang IACA Currency Award 2023.

Selain itu, pecahan Rp50.000 emisi 2022 juga menempati peringkat kedua dunia sebagai uang kertas paling aman dan sulit dipalsukan pada November 2024.

Masyarakat Diminta Waspada

Polri mengimbau masyarakat lebih teliti saat menerima uang tunai. Jika menemukan uang yang dicurigai palsu, masyarakat diminta segera melapor ke kepolisian atau Bank Indonesia.

Pemalsuan uang merupakan tindak pidana serius yang diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Disdik Kabupaten Bogor
MBG Tak Cukup Bergizi, Keamanan Makanan Juga Wajib Dijaga
Rumah Terbakar di Jakbar, Petugas Temukan Korban Meninggal di Kamar
Kerusuhan Demo DPR: 45 Orang Jadi Tersangka, 322 Massa di Ciduk Polisi
Duka di Balik Kerusuhan Demo DPR, Pedagang Cermin Tak Terselamatkan
Dua Residivis Jadi Pemasok Narkoba Revaldo, Polisi Kejar Jaringan
Demo DPR 27 Agustus Berujung Kerusakan, Polda Metro Data Fasilitas Umum
Bareskrim Ciduk Yuwanky di Soetta, DPO Kasus Narkoba THM di Batam

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Disdik Kabupaten Bogor

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:37 WIB

MBG Tak Cukup Bergizi, Keamanan Makanan Juga Wajib Dijaga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:29 WIB

Rumah Terbakar di Jakbar, Petugas Temukan Korban Meninggal di Kamar

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Kerusuhan Demo DPR: 45 Orang Jadi Tersangka, 322 Massa di Ciduk Polisi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Duka di Balik Kerusuhan Demo DPR, Pedagang Cermin Tak Terselamatkan

Berita Terbaru

PM Qatar mengunjungi Teheran untuk menghidupkan diplomasi, di tengah eskalasi tekanan ekonomi AS terhadap Iran dan perselisihan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Qatar Kunjungi Teheran Upayakan Diplomasi di Tengah Perang

Sabtu, 29 Agu 2026 - 11:00 WIB

AS mengalami kekurangan rudal pencegat Patriot di Eropa akibat perang Iran, memicu kekhawatiran kerentanan NATO terhadap potensi serangan Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Alami Kekurangan Rudal Patriot di Eropa Akibat Perang Iran

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:00 WIB

Penyidik KPK menggeledah kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa. (Posnews/Ist)

NASIONAL

KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Disdik Kabupaten Bogor

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WIB

Trump menandatangani perintah eksekutif mengganti nama Danau Ontario menjadi

INTERNASIONAL

Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:00 WIB

Siswa SD Lampung Utara menemukan benda diduga peluru di dalam potongan daging menu Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

NASIONAL

MBG Tak Cukup Bergizi, Keamanan Makanan Juga Wajib Dijaga

Sabtu, 29 Agu 2026 - 08:37 WIB