PLN Targetkan SUTET 500 kV Priok–Muara Tawar Beroperasi Agustus 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Manager PLN UPP 4 Jawa Bagian Barat, Sigit Hardiyanto (Tengah) mengatakan pembangunan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 500 kV Priok–Muara Tawar yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional untuk memperkuat pasokan listrik di Jakarta dan Jawa Bagian Barat. (Posnews/PLN)

Manager PLN UPP 4 Jawa Bagian Barat, Sigit Hardiyanto (Tengah) mengatakan pembangunan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 500 kV Priok–Muara Tawar yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional untuk memperkuat pasokan listrik di Jakarta dan Jawa Bagian Barat. (Posnews/PLN)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – PT PLN (Persero) mempercepat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Priok–Muara Tawar untuk memperkuat keandalan pasokan listrik di Jakarta dan Jawa Bagian Barat.

Hingga pertengahan Juli 2026, progres proyek mencapai 84 persen dan ditargetkan beroperasi pada Agustus 2026.

Proyek ini menjadi bagian dari jaringan Jakarta Looping 500 kV yang menghubungkan pembangkit Priok, Muara Tawar, hingga Muara Karang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Infrastruktur tersebut memperkuat sistem transmisi sekaligus mengurangi risiko pemadaman listrik berskala besar (blackout).

Perkuat Keandalan Listrik

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 4 (UPP JBB 4), Sigit Hardiyanto, menegaskan proyek ini berfokus memperkuat keandalan sistem transmisi, bukan menambah kapasitas listrik.

Baca Juga :  Pengawasan WNA Diperketat, Ditjen Imigrasi Catat 10.911 Tindakan Keimigrasian

“Kami membangun jaringan ini untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan sehingga pasokan listrik kepada masyarakat tetap aman,” ujar Sigit dalam Media Gathering bertema “Bersinergi Membangun Negeri” di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (13/7/2026).

Saat ini, PLN melanjutkan tahap penarikan kabel (stringing) setelah menyelesaikan sebagian besar pembangunan menara transmisi.

Salurkan Kompensasi ROW

Selain mempercepat konstruksi, PLN juga menyalurkan kompensasi Right of Way (ROW) kepada pemilik tanah, bangunan, dan tanaman yang terdampak jalur transmisi.

PLN melaksanakan proses tersebut secara bertahap di Koja, Cilincing, hingga Tanjung Priok.

Asisten Manager Perizinan dan Pertanahan PLN UPP JBB 4, Ari Sujatmiko, mengatakan PLN mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2025 dalam menentukan mekanisme kompensasi dan ruang bebas jaringan transmisi.

Baca Juga :  Bulog Tarik Minyakita Bermasalah di Jateng, Dugaan Bau Solar Jadi Sorotan

Dukung Pertumbuhan Ekonomi

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB), Yasir, menilai SUTET 500 kV Priok–Muara Tawar menjadi infrastruktur penting untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, sinergi antara PLN, pemerintah, masyarakat, dan media menjadi kunci percepatan penyelesaian proyek.

PLN optimistis proyek ini akan memperkuat sistem Jakarta Looping 500 kV, meningkatkan keandalan pasokan listrik di Jawa Bagian Barat, serta memenuhi kebutuhan energi rumah tangga, layanan publik, dan sektor industri secara berkelanjutan. (MR)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyeksi Harga CPO Indonesia 2026 Berpotensi Naik
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Abu Vulkanik Mengarah ke Barat Laut
SAR Perluas Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Arus Jadi Kendala
Maulid Nabi di Mabes Polri, Wakapolri Dedi: Saat Rakyat Diuji, Polisi Harus Hadir
Black September Mengintai? Wakapolri Siagakan 5.582 Personel Jelang 24 September
Nigeria dan Indonesia Tolak Kebijakan Sertifikasi Sawit Uni Eropa
Ekspor CPO Indonesia Tumbuh 5,49 Persen sepanjang Januari-Juli
Polri-PDRM Naikkan Level Perang Narkoba, Bandar Besar Jadi Target Utama

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:00 WIB

Proyeksi Harga CPO Indonesia 2026 Berpotensi Naik

Rabu, 9 September 2026 - 08:49 WIB

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Abu Vulkanik Mengarah ke Barat Laut

Rabu, 9 September 2026 - 06:17 WIB

SAR Perluas Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Arus Jadi Kendala

Selasa, 8 September 2026 - 15:07 WIB

Maulid Nabi di Mabes Polri, Wakapolri Dedi: Saat Rakyat Diuji, Polisi Harus Hadir

Selasa, 8 September 2026 - 14:52 WIB

Black September Mengintai? Wakapolri Siagakan 5.582 Personel Jelang 24 September

Berita Terbaru

Harga CPO Indonesia diproyeksikan tembus 1.172 USD per ton pada 2026 akibat dorongan program biodiesel B40 dan konsumsi domestik. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Proyeksi Harga CPO Indonesia 2026 Berpotensi Naik

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:00 WIB

Iran mengancam balas serangan AS terhadap asetnya, sementara serangan Israel di Lebanon dan blokade Selat Hormuz memperdalam ketegangan Timur Tengah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 Sep 2026 - 08:03 WIB