FBI dan PT Pegadaian Bantu Polri Periksa Barang Bukti Kasus Febrie

Senin, 13 Juli 2026 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Barang bukti emas batangan seberat 74 kilogram yang disita dalam penyidikan dugaan korupsi yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. (Posnews/PMJ)

Barang bukti emas batangan seberat 74 kilogram yang disita dalam penyidikan dugaan korupsi yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. (Posnews/PMJ)

Daftar Isi Hide aja
Show more

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polri mempercepat pemeriksaan barang bukti dalam penyidikan tiga perkara dugaan korupsi yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Penyidik menggandeng FBI (Federal Bureau of Investigation), Kedutaan Besar Amerika Serikat, otoritas Singapura, Bank Indonesia, dan PT Pegadaian untuk menguji keaslian uang serta emas sitaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penyidik memeriksa dolar AS, dolar Singapura, rupiah, dan 74 kilogram emas batangan hasil penggeledahan.

“Uang dolar AS, dolar Singapura, rupiah, termasuk emas batangan akan diuji bersama FBI, Kedutaan Besar Amerika Serikat, pihak Singapura, dan Bank Indonesia,” kata Budi, Senin (13/7/2026).

Uji Emas 74 Kilogram

Polri bersama PT Pegadaian menguji 74 keping emas seberat sekitar 74 kilogram.

Kepala Departemen Operasional G-Lab PT Pegadaian, Rubika Giovani Malewa, mengatakan tim ahli memeriksa keaslian, kadar, dan berat emas.

Baca Juga :  Affan Kurniawan Tewas Saat Demo, Polri Temukan Unsur Pidana

“Kami menguji keaslian, kadar, dan berat emas sebagai bagian dari pemeriksaan teknis barang bukti,” ujarnya.

Perkuat Penyidikan

Budi menegaskan pemeriksaan barang bukti menjadi bagian dari joint investigation sebelum Polri melimpahkan perkara ke Kejaksaan Agung.

Penyidik kini masih mendalami seluruh barang bukti untuk memperkuat konstruksi tiga perkara dugaan korupsi. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kampung Ambon Kembali Digerebek Polisi, Ini Daftar Barang Bukti yang Disita
AKBP Roby Heri Disanksi Etik, Kuasa Hukum Pengadu Soroti Hukuman 7 Hari
Dua Pria Boncengan Motor Lawan Arah di Tol Cijago, Kecelakaan Berakhir Tragis
Pelarian ke Malaysia Berakhir, Pembunuhan Suharti Ningsih Dipulangkan ke Indonesia
Bayi Baru Lahir Ditemukan dalam Tas di Palmerah, Polisi Amankan Remaja 17 Tahun
Kampung Boncos Digerebek, Polisi Ciduk 4 Pria dan Musnahkan Lapak Semipermanen
Bawa Golok Saat Ibadah GKPI di Tangerang, Aji Cahyono Jadi Tersangka
Satpol PP Luka 6 Jahitan Usai Bentrokan di Bulungan, Pramono Proses Hukum Berjalan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Kampung Ambon Kembali Digerebek Polisi, Ini Daftar Barang Bukti yang Disita

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:06 WIB

AKBP Roby Heri Disanksi Etik, Kuasa Hukum Pengadu Soroti Hukuman 7 Hari

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Dua Pria Boncengan Motor Lawan Arah di Tol Cijago, Kecelakaan Berakhir Tragis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Pelarian ke Malaysia Berakhir, Pembunuhan Suharti Ningsih Dipulangkan ke Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Bayi Baru Lahir Ditemukan dalam Tas di Palmerah, Polisi Amankan Remaja 17 Tahun

Berita Terbaru

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengkritik serangan berkelanjutan Rusia ke fasilitas energi Ukraina meskipun Donald Trump mengklaim adanya gencatan senjata. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:44 WIB

Kelompok Houthi mengancam akan menyerang kepentingan AS jika Presiden Donald Trump memutuskan bergabung dengan koalisi militer Arab Saudi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:49 WIB