JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bikin gebrakan besar usai menggagalkan peredaran sabu jumbo seberat 32.044 gram atau sekitar 32 kilogram yang diduga berasal dari jaringan internasional Malaysia.
Dalam pengungkapan ini, polisi menangkap satu kurir berinisial V.AR (32).
Penangkapan berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026 sore, setelah polisi menerima informasi warga soal aktivitas mencurigakan terkait narkoba di kawasan Jalan Kirana Legacy, Cilincing, Jakarta Utara.
Tim Subdit 3 Ditresnarkoba yang dipimpin AKBP Ade Candra langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan di lokasi.
Saat pelaku ditangkap, polisi menemukan dua paket besar sabu yang dibungkus lakban cokelat dengan berat bruto mencapai 2.169 gram.
Namun, pengungkapan belum berhenti di situ.
Apartemen di Bekasi Digerebek
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi langsung mengembangkan kasus ke sebuah apartemen di wilayah Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di lokasi kedua ini, petugas kembali dibuat tercengang setelah menemukan 28 bungkus besar sabu dengan berat bruto sekitar 29,7 kilogram.
Selain sabu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain berupa:
- timbangan manual
- cutter
- tas besar
- telepon genggam
Total barang bukti yang diamankan mencapai sekitar 32 kilogram sabu siap edar.
Akan Diedarkan ke Jakarta
Berdasarkan pengakuan tersangka, sabu tersebut dikirim oleh seseorang dari Malaysia dan rencananya bakal diedarkan ke wilayah Jakarta dan sekitarnya.
“Polda Metro Jaya kembali menggagalkan peredaran narkoba jaringan internasional jenis sabu sekitar 30 kilogram. Tersangka dan barang bukti kami amankan di salah satu apartemen di wilayah Bekasi. Barang ini berasal dari Malaysia dan akan diedarkan di Jakarta serta sekitarnya,” ujar AKBP Ade Candra.
Polisi Buru Bandar Besar
Kini penyidik Polda Metro Jaya masih memburu sosok pemasok utama yang diduga menjadi pengendali jaringan narkoba lintas negara tersebut.
Sementara itu, tersangka berikut seluruh barang bukti telah dibawa ke kantor Ditresnarkoba untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi memastikan pengembangan kasus masih terus berjalan guna membongkar jaringan yang lebih besar. **
Editor : Hadwan












