Marinir AS Uji HIMARS untuk Tangkal Agresi China

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Latihan tempur lintas negara. Korps Marinir Amerika Serikat dan pasukan Jepang menguji sistem peluncur roket HIMARS di kaki Gunung Fuji guna memperkuat pertahanan maritim terhadap potensi agresi di Pasifik. Dok: (AP Photo/Hiro Komae)

Latihan tempur lintas negara. Korps Marinir Amerika Serikat dan pasukan Jepang menguji sistem peluncur roket HIMARS di kaki Gunung Fuji guna memperkuat pertahanan maritim terhadap potensi agresi di Pasifik. Dok: (AP Photo/Hiro Komae)

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Ledakan roket memecah kesunyian di kaki Gunung Fuji pada hari Rabu. Korps Marinir Amerika Serikat menembakkan roket dari peluncur bergerak sebagai bagian dari latihan militer gabungan. Latihan ini melibatkan pasukan dari Jepang, Australia, dan Filipina.

Para prajurit menguji sistem High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS). Sistem ini terpasang di atas truk militer sehingga pasukan dapat meluncurkan roket dengan cepat. Selanjutnya, mereka segera berpindah lokasi guna menghindari serangan balik musuh.

Taktik “Shoot and Scoot” di Era Drone

Taktik “tembak dan lari” (shoot and scoot) kini menjadi krusial. Pasalnya, penyebaran drone di medan tempur membuat posisi artileri statis sangat rentan terhadap serangan balik. HIMARS menawarkan mobilitas tinggi karena sistem ini mudah disembunyikan dari pengawasan drone maupun satelit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sersan Kevin Alvarez, kepala bagian baterai Marinir, menjelaskan efektivitas sistem ini. “Waktu pergerakan bergantung pada kru, namun kami bisa melakukannya dalam dua hingga empat menit,” ujar Alvarez. Oleh karena itu, kecepatan menjadi kunci utama dalam operasi modern di Pasifik.

Baca Juga :  8 RT di Jakarta Tergenang Banjir, BPBD DKI Koordinasi Evakuasi dan Penyedotan Genangan

Mengubah Paradigma Pertahanan Pasifik

Euan Graham, analis pertahanan senior dari Australian Strategic Policy Institute, menilai latihan ini sebagai pergeseran taktik militer AS. Washington kini tidak lagi hanya mengandalkan sayap serang berbasis kapal induk seperti masa lalu.

“Amerika Serikat tidak ingin China menginvasi Taiwan,” kata Graham. Namun, mereka kini lebih menekankan penggunaan unit-unit kecil yang lebih fleksibel. Selain itu, konflik baru-baru ini menunjukkan kerentanan pesawat tempur besar terhadap musuh yang memiliki kemampuan teknis mumpuni. Dengan demikian, HIMARS menjadi solusi yang lebih adaptif bagi Washington.

Pengalaman dari Medan Tempur Iran

Sistem ini memiliki peran vital di kawasan Pasifik. AS berharap HIMARS dapat mencegah invasi China ke Taiwan melalui penempatan di pulau-pulau Jepang atau lokasi strategis lainnya. Sebagai buktinya, militer AS baru saja mengonfirmasi efektivitas sistem ini dalam konflik melawan Iran.

Baca Juga :  Bareskrim Limpahkan 12 Tersangka Narkoba ke Kejaksaan Bali, Kokain dan Ekstasi Disita

Komando Pusat AS (CENTCOM) menggunakan rudal presisi terbaru dari sistem HIMARS untuk menenggelamkan beberapa kapal permukaan Iran serta satu kapal selam di pelabuhan. Maka dari itu, kemampuan sistem ini untuk menjangkau target ratusan mil jauhnya menjadi ancaman nyata bagi setiap rencana blokade maritim di Selat Taiwan.

Membangun Daya Getar Regional

Latihan di Camp Fuji ini melibatkan koordinasi erat dengan pasukan militer Jepang. Pemerintah menutup akses jalan umum di dekat lokasi peluncuran demi keselamatan warga selama latihan berlangsung. Dengan demikian, pihak otoritas memastikan masyarakat tetap aman meski latihan menggunakan senjata berat.

Singkatnya, pengoperasian HIMARS menjadi komponen penting bagi strategi pertahanan Amerika Serikat. Kolaborasi dengan sekutu regional menegaskan komitmen mereka dalam menjaga kebebasan navigasi di kawasan Indo-Pasifik yang kini menjadi titik panas geopolitik dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal
Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun
Ini Tampang Kecot Rampok Wanita Bogor, Mobil Dijual Murah buat Judol dan Foya-foya
Lebih 202 Ribu Jemaah Indonesia Siap Jalani Puncak Haji Armuzna
Sopir Diduga Mengantuk, Innova Rombongan DPR RI Hantam Dump Truk
DPRD DKI Usul CCTV dan Patroli Rutin untuk Redam Kriminalitas
BMKG: Hujan Meluas di Jabodetabek dan Sejumlah Kota Besar Indonesia
Wakapolri Temui Otoritas Keamanan Arab Saudi, Polri Perkuat Pengawasan Haji 2026

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:36 WIB

AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:33 WIB

Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:55 WIB

Ini Tampang Kecot Rampok Wanita Bogor, Mobil Dijual Murah buat Judol dan Foya-foya

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:37 WIB

Lebih 202 Ribu Jemaah Indonesia Siap Jalani Puncak Haji Armuzna

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:27 WIB

Marinir AS Uji HIMARS untuk Tangkal Agresi China

Berita Terbaru

Pemerintahan Donald Trump mewajibkan warga asing yang mencari izin tinggal tetap (green card) untuk meninggalkan Amerika Serikat dan mengajukan aplikasi dari negara asal mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:36 WIB

Tragedi di kedalaman bumi. Ledakan gas dahsyat di tambang batu bara Liushenyu, China, merenggut setidaknya 90 nyawa, memicu seruan Presiden Xi Jinping untuk memperketat standar keselamatan kerja nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:33 WIB

Ilustrasi, Jamaah haji Indonesia di Makkah.  (Posnews/Ist)

NASIONAL

Lebih 202 Ribu Jemaah Indonesia Siap Jalani Puncak Haji Armuzna

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:37 WIB

Latihan tempur lintas negara. Korps Marinir Amerika Serikat dan pasukan Jepang menguji sistem peluncur roket HIMARS di kaki Gunung Fuji guna memperkuat pertahanan maritim terhadap potensi agresi di Pasifik. Dok: (AP Photo/Hiro Komae)

INTERNASIONAL

Marinir AS Uji HIMARS untuk Tangkal Agresi China

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:27 WIB