Gus Yahya Ajak Rais Aam Siapkan Muktamar PBNU, Tegaskan Tolak Keputusan Syuriyah

Kamis, 25 Desember 2025 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan pernyataan resmi terkait polemik internal dan rencana Muktamar PBNU di Kantor PBNU Jakarta.
(Posnews/Ist)

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan pernyataan resmi terkait polemik internal dan rencana Muktamar PBNU di Kantor PBNU Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf bersikap tegas merespons dinamika internal organisasi.

Melalui surat balasan tabayun, Gus Yahya mengajak Rais Aam PBNU KH Miftahul Achyar menyiapkan Muktamar PBNU bersama demi menjaga keutuhan jam’iyyah.

Pernyataan itu menjadi jawaban resmi atas surat Rais Aam PBNU berjudul “Menjernihkan Masalah, Menatap Masa Depan” yang menyita perhatian warga NU.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gus Yahya menegaskan Rapat Harian Syuriyah PBNU di Hotel Aston, Jakarta, pada 20 November 2025 tidak sah.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek 28 Agustus 2025: Hujan Ringan hingga Sedang Saat Demo Buruh

Ia menilai seluruh keputusan rapat, termasuk penetapan pejabat ketua umum, melanggar AD/ART PBNU dan batal demi hukum.

“Sebagai mandataris utama, saya menolak keputusan tersebut beserta seluruh turunannya demi menjaga konstitusi jam’iyyah,” tegas Gus Yahya dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Ia menekankan penolakan itu murni demi menjaga marwah dan tatanan PBNU, bukan karena kepentingan pribadi.

Baca Juga :  Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 1.053 Meninggal, BNPB: 25 Daerah Masih Darurat

Meski demikian, Gus Yahya menegaskan komitmennya mengakhiri konflik internal. Ia menolak perpecahan berkepanjangan yang melemahkan peran NU.

“Saya tidak ingin perselisihan ini merusak rumah besar NU. Energi kita terlalu berharga,” ujarnya.

Karena itu, Gus Yahya mengajak Rais Aam dan seluruh elemen NU menempuh jalan konstitusional melalui Muktamar sebagai solusi demokratis dan bermartabat.

Langkah ini menegaskan pilihan PBNU pada dialog, konstitusi, dan persatuan NU.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Heroik! Damkar Berjibaku 3 Jam Selamatkan Bocah dari Lubang Proyek di Jaksel
8 Tersangka Jaringan Vape Narkotika Diciduk di Bandara Kualanamu, Ada Wanita Hamil
Polisi Ringkus Lima Terduga Pelaku Pembacokan di Tanah Tinggi Johar Baru
Kapal dari Laut Thailand Bawa 325 Kg Sabu, Bareskrim Polri Ringkus Dua Kurir
Kaki Diborgol dan Dirantai, 3 Pemuda di Senen Diduga Disekap Selama Tiga Pekan
Jakarta Bangun Akses Bawah Tanah ke MRT, Hotel-Hotel Ikonik Terintegrasi
Pohon Tumbang Timpa Dua Mobil, Sudin Tamhut Jakarta Utara Sisir Pohon Berisiko
Teriak Minta Tolong, Pemuda Luka Bacok di Bekasi Diduga Jadi Korban Begal

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:11 WIB

Heroik! Damkar Berjibaku 3 Jam Selamatkan Bocah dari Lubang Proyek di Jaksel

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:40 WIB

8 Tersangka Jaringan Vape Narkotika Diciduk di Bandara Kualanamu, Ada Wanita Hamil

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:03 WIB

Polisi Ringkus Lima Terduga Pelaku Pembacokan di Tanah Tinggi Johar Baru

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:26 WIB

Kapal dari Laut Thailand Bawa 325 Kg Sabu, Bareskrim Polri Ringkus Dua Kurir

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:00 WIB

Kaki Diborgol dan Dirantai, 3 Pemuda di Senen Diduga Disekap Selama Tiga Pekan

Berita Terbaru