Gus Yahya Ajak Rais Aam Siapkan Muktamar PBNU, Tegaskan Tolak Keputusan Syuriyah

Kamis, 25 Desember 2025 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan pernyataan resmi terkait polemik internal dan rencana Muktamar PBNU di Kantor PBNU Jakarta.
(Posnews/Ist)

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan pernyataan resmi terkait polemik internal dan rencana Muktamar PBNU di Kantor PBNU Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf bersikap tegas merespons dinamika internal organisasi.

Melalui surat balasan tabayun, Gus Yahya mengajak Rais Aam PBNU KH Miftahul Achyar menyiapkan Muktamar PBNU bersama demi menjaga keutuhan jam’iyyah.

Pernyataan itu menjadi jawaban resmi atas surat Rais Aam PBNU berjudul “Menjernihkan Masalah, Menatap Masa Depan” yang menyita perhatian warga NU.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gus Yahya menegaskan Rapat Harian Syuriyah PBNU di Hotel Aston, Jakarta, pada 20 November 2025 tidak sah.

Baca Juga :  KPK Bongkar Mahar Jalur Mandiri Unsoed, Kampus Lain Ikut Disorot

Ia menilai seluruh keputusan rapat, termasuk penetapan pejabat ketua umum, melanggar AD/ART PBNU dan batal demi hukum.

“Sebagai mandataris utama, saya menolak keputusan tersebut beserta seluruh turunannya demi menjaga konstitusi jam’iyyah,” tegas Gus Yahya dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Ia menekankan penolakan itu murni demi menjaga marwah dan tatanan PBNU, bukan karena kepentingan pribadi.

Baca Juga :  Dendam Lama Meledak di Panggung Nikahan, Lansia Tanjung Priok Ditangkap

Meski demikian, Gus Yahya menegaskan komitmennya mengakhiri konflik internal. Ia menolak perpecahan berkepanjangan yang melemahkan peran NU.

“Saya tidak ingin perselisihan ini merusak rumah besar NU. Energi kita terlalu berharga,” ujarnya.

Karena itu, Gus Yahya mengajak Rais Aam dan seluruh elemen NU menempuh jalan konstitusional melalui Muktamar sebagai solusi demokratis dan bermartabat.

Langkah ini menegaskan pilihan PBNU pada dialog, konstitusi, dan persatuan NU.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Gowa Sitti Husniah Segera Diperiksa, Polisi Buka Peluang Penahanan
Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Mendadak Kosong, Kemenimipas Telusuri Barang
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
Jaksa Agung Mutasi 16 Pejabat, Kajari Jakarta Pusat, Selatan dan Utara Berganti
Klaster Mewah Lapas Cibinong Disorot, Ada Dugaan Pungutan Rp150 Ribu per Pekan
Basarnas Temukan 14 Korban dari Bangkai KM Virgo, 93 Orang Belum Ditemukan
Detik-Detik Penumpang Melahirkan di KRL Rangkasbitung-Tanah Abang
KRI Sriwijaya-100 Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia, 400 Prajurit Disiapkan

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:07 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Segera Diperiksa, Polisi Buka Peluang Penahanan

Sabtu, 26 September 2026 - 06:56 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Jumat, 25 September 2026 - 06:17 WIB

Jaksa Agung Mutasi 16 Pejabat, Kajari Jakarta Pusat, Selatan dan Utara Berganti

Jumat, 25 September 2026 - 05:53 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Disorot, Ada Dugaan Pungutan Rp150 Ribu per Pekan

Kamis, 24 September 2026 - 20:10 WIB

Basarnas Temukan 14 Korban dari Bangkai KM Virgo, 93 Orang Belum Ditemukan

Berita Terbaru

Ilustrasi Mayat. (Posnews/Ist)

DAERAH

Mayat Pria Terkubur di Tanah Lapang Batanghari, Kaki Terikat

Minggu, 27 Sep 2026 - 06:19 WIB

Ilustrasi, warga Jabodetabek diminta mewaspadai perubahan cuaca dan potensi hujan dengan intensitas tinggi.(Posnews/Net)

JABODETABEK

Cuaca Hari Ini 27 September, Jabodetabek Berpotensi Hujan Deras

Minggu, 27 Sep 2026 - 06:11 WIB