Jepang Jajaki Ekspor Kapal Perang Mogami ke Selandia Baru

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Imbangi kekuatan maritim Tiongkok. Jepang bersiap meluncurkan negosiasi ekspor fregat siluman kelas Mogami ke Selandia Baru dalam pertemuan trilateral di Singapura. Dok: Istimewa.

Imbangi kekuatan maritim Tiongkok. Jepang bersiap meluncurkan negosiasi ekspor fregat siluman kelas Mogami ke Selandia Baru dalam pertemuan trilateral di Singapura. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Jepang bersiap memulai negosiasi ekspor kapal perang fregat kelas Mogami ke Selandia Baru. Para menteri pertahanan kedua negara akan membahas isu strategis ini pada akhir Mei 2026.

Pertemuan trilateral tersebut melibatkan Jepang, Selandia Baru, dan Australia. Rencana diskusi penting ini akan berlangsung di sela-sela forum keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura. Forum internasional tersebut dijadwalkan buka pada hari Jumat pekan ini.

Kolaborasi Trilateral di Singapura

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi akan memimpin delegasi Tokyo dalam pertemuan trilateral pertama ini. Ia akan berdiskusi langsung dengan Menteri Pertahanan Selandia Baru Chris Penk. Menteri Pertahanan Australia Richard Marles juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Ketiga negara terus memperkuat kemitraan keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Mereka memiliki visi yang sama sebagai mitra regional yang berpikiran setara. Selama pertemuan, mereka akan berbagi informasi mengenai proyek pengembangan kapal perang bersama. Ketiga menteri juga berkomitmen mencari peluang kerja sama pertahanan yang lebih luas.

Spesifikasi Fregat Siluman Mogami

Fregat kelas Mogami mengintegrasikan teknologi siluman yang sangat canggih. Kapal perang ini juga menggunakan sistem radar dan sonar berperforma tinggi. Pasukan Bela Diri Maritim Jepang telah lama mengoperasikan kapal modern tersebut.

Selain kemampuan tempur, kapal ini memiliki keunggulan khusus dalam menyapu ranjau laut. Keunggulan tersebut biasanya hanya ada pada kapal penyapu ranjau khusus. Kemampuan ganda ini membuat Mogami menjadi pilihan menarik bagi pertahanan Selandia Baru.

Baca Juga :  Netanyahu Temui Trump Akhir Desember: Bahas Fase Sulit Gencatan Senjata dan Pelucutan Senjata Hamas

Persaingan dengan Inggris dan Regulasi Baru

Selandia Baru saat ini sedang mengevaluasi opsi peremajaan armada laut mereka. Pemerintah Wellington mempertimbangkan dua pilihan utama kapal perang baru. Mereka memilih antara kapal kelas Mogami atau fregat Type 31 buatan Inggris.

Jepang dan Australia berusaha membantu Selandia Baru menentukan pilihan terbaik mereka. Sebelumnya, Tokyo telah merevisi pedoman transfer peralatan pertahanan pada April lalu. Regulasi baru ini mengizinkan ekspor senjata mematikan hasil pengembangan bersama.

Pemerintah Jepang kini berencana menandatangani kesepakatan transfer teknologi pertahanan dengan Selandia Baru. Di sisi lain, Tokyo dan Canberra telah menyepakati kontrak pembuatan 11 fregat baru. Mereka menargetkan pengiriman kapal pertama pada Desember 2029 mendatang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengawasan Ketat Hewan Kurban di Jakarta Diperketat, Ini Langkah Pemprov DKI
Menag Tegaskan Kurban Bukan Sekadar Ritual, Tapi Solusi Stunting
Hubungan Beijing-Belgrade Kian Kokoh, Tiongkok dan Serbia
Teddy Indra Wijaya Borong 35 Sapi Jumbo dari Boyolali untuk Kurban
Belasan Simpatisan ISIS Australia Tetap Terancam Hukuman Berat
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Disertai Petir di Jabodetabek Malam Ini
Aliansi Quad Sepakati Langkah Konkret di Indo-Pasifik
Bareskrim Bongkar Sindikat Sabu 11 Kg dari Malaysia, Satu DPO Ditangkap

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:36 WIB

Pengawasan Ketat Hewan Kurban di Jakarta Diperketat, Ini Langkah Pemprov DKI

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:22 WIB

Menag Tegaskan Kurban Bukan Sekadar Ritual, Tapi Solusi Stunting

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:07 WIB

Hubungan Beijing-Belgrade Kian Kokoh, Tiongkok dan Serbia

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:35 WIB

Teddy Indra Wijaya Borong 35 Sapi Jumbo dari Boyolali untuk Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:23 WIB

Belasan Simpatisan ISIS Australia Tetap Terancam Hukuman Berat

Berita Terbaru

Kunjungan kenegaraan Presiden Vucic ke Beijing memperkuat kolaborasi infrastruktur, teknologi, dan perdagangan bebas dalam bingkai

INTERNASIONAL

Hubungan Beijing-Belgrade Kian Kokoh, Tiongkok dan Serbia

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:07 WIB

Mengabaikan peringatan Canberra. Belasan perempuan dan anak-anak mantan simpatisan ISIS kembali ke Australia secara mandiri dan kini menghadapi ancaman pengadilan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Belasan Simpatisan ISIS Australia Tetap Terancam Hukuman Berat

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:23 WIB