AS Serang Wilayah Selatan Iran di Tengah Negosiasi Damai

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Negosiasi yang masih alot. Presiden Donald Trump menegaskan draf damai sepihak Iran belum memuaskan Washington, meski Tehran mendesak pencabutan blokade laut di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

Negosiasi yang masih alot. Presiden Donald Trump menegaskan draf damai sepihak Iran belum memuaskan Washington, meski Tehran mendesak pencabutan blokade laut di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

TEHRAN, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata secara sepihak pada hari Selasa. Hal ini terjadi setelah militer AS menyerang beberapa target di Provinsi Hormozgan dekat Selat Hormuz.

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan udara tersebut sebagai pelanggaran sangat serius. Sebaliknya, pihak Washington menegaskan bahwa serangan mereka murni bersifat defensif untuk melindungi jalur pelayaran internasional.

Dampak Serangan terhadap Harga Minyak Dunia

Militer AS mengeklaim serangan tersebut menargetkan situs rudal dan kapal peletak ranjau milik Iran. Namun, Iran membantah keras tuduhan tersebut dan mengancam akan melakukan aksi pembalasan yang setimpal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Garda Revolusi Iran bahkan mengeklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak (drone) milik AS. Akibat ketegangan baru ini, harga minyak mentah jenis Brent langsung melonjak sebesar 3,5 persen. Dengan demikian, harga minyak kini bertengger pada level USD 100 per barel di pasar global.

Baca Juga :  Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Perang ini telah mengganggu jalur pasokan energi dunia secara drastis sejak Februari 2026. Padahal, Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair global.

Negosiasi Dana USD 24 Miliar yang Membeku

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa negosiasi damai masih tetap berjalan di India. Akan tetapi, ia memperkirakan proses kesepakatan awal ini membutuhkan waktu beberapa hari lagi.

Di sisi lain, negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, telah kembali dari pertemuan di Qatar. Oleh karena itu, ia kini fokus mendesak pencairan aset keuangan Iran yang membeku.

Baca Juga :  Elite Pasar Modal Mundur, DPR: Ini Teladan Etik di Tengah Krisis Kepercayaan Investor

Aset Iran sebesar USD 24 miliar tersebut kini menjadi ganjalan utama dalam proses perundingan. Sebab, pihak Tehran menuntut pencairan dana tersebut sebagai syarat mutlak sebelum menandatangani kesepakatan damai.

Kerangka Kerja 30 Hari dan Konflik Regional

Rancangan kesepakatan awal ini akan mengatur penghentian pertempuran secara menyeluruh di semua lini. Selanjutnya, kesepakatan tersebut akan membuka kembali lalu lintas Selat Hormuz secara bertahap selama 30 hari.

Namun, konflik regional di Lebanon masih terus membara antara Israel dan kelompok Hezbollah. Oleh sebab itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan komitmennya untuk terus memperluas operasi militer darat.

Presiden AS Donald Trump juga terus memanfaatkan momentum krisis ini untuk menekan negara Arab. Sebagai contoh, ia mendesak Arab Saudi segera bergabung ke dalam kesepakatan normalisasi Abraham Accords.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim Federal Batalkan Aturan Bukti Kewarganegaraan
Magang Nasional 2026 Hadir Lagi, Peserta Berpeluang Direkrut Jadi Karyawan Tetap
Donald Trump Batal Tandatangani RUU Perumahan
Marco Rubio Lobi Sekutu di Tengah Sikap Keras Israel
Selecao Gilas Skotlandia 3-0 di Piala Dunia 2026
Mesir Harap Kebijakan Ekspor Satu Pintu CPO Berjalan Mulus
Penurunan Harga Minyak Bumi Gagal Goyang Stabilitas Pasar
PN Jakarta Timur: Sidang Perdana dr. Tifa Pekan Depan, Roy Suryo Menunggu

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:57 WIB

Hakim Federal Batalkan Aturan Bukti Kewarganegaraan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:32 WIB

Magang Nasional 2026 Hadir Lagi, Peserta Berpeluang Direkrut Jadi Karyawan Tetap

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:29 WIB

Donald Trump Batal Tandatangani RUU Perumahan

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:41 WIB

Marco Rubio Lobi Sekutu di Tengah Sikap Keras Israel

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:03 WIB

Selecao Gilas Skotlandia 3-0 di Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

Kemenangan bagi hak pilih warga. Hakim federal Boston Denise Casper membatalkan secara permanen aturan bukti kewarganegaraan pemilih yang Donald Trump usulkan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Aturan Bukti Kewarganegaraan

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:57 WIB

Ketegangan politik di Washington. Presiden Donald Trump membatalkan upacara penandatanganan RUU perumahan demi memaksakan pengesahan undang-undang pemilu baru. Dok: REUTERS/Christian Hartmann

INTERNASIONAL

Donald Trump Batal Tandatangani RUU Perumahan

Kamis, 25 Jun 2026 - 12:29 WIB

Menlu AS Marco Rubio menemui para pemimpin monarki Teluk untuk meredam kekhawatiran atas konsesi ekonomi Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lobi Sekutu di Tengah Sikap Keras Israel

Kamis, 25 Jun 2026 - 11:41 WIB

Pesta gol Selecao di Miami. Vinicius Junior mencetak dua gol untuk membawa Brasil mengunci posisi puncak klasemen Grup C Piala Dunia 2026. Dok: (AP Photo/Lynne Sladky)

SPORT

Selecao Gilas Skotlandia 3-0 di Piala Dunia 2026

Kamis, 25 Jun 2026 - 11:03 WIB