KUWAIT CITY, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio membujuk para sekutu Arab Teluk yang ragu pada kesepakatan damai.
Langkah diplomatik ini bertujuan mengakhiri perang antara Washington dan Tehran di tengah ancaman baru Israel di Lebanon.
Presiden Donald Trump mengklaim Amerika Serikat meraih keuntungan besar karena Iran memberikan konsesi yang sangat signifikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peluang Emas Diplomatik di Teluk
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran menyepakati draf damai sementara guna meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Kesepakatan itu memicu penurunan harga minyak dunia ke tingkat paling rendah setelah kekhawatiran pasokan energi mulai mereda.
Namun, banyak pihak menyangsikan kelangsungan perdamaian ini karena sengketa wilayah Lebanon yang masih membara.
Kekhawatiran Sekutu Arab atas Konsesi Senjata
Para pemimpin Teluk mencemaskan kucuran dana pembangunan kembali untuk Iran sebesar tiga ratus miliar dolar.
Mereka mengkhawatirkan Tehran akan memanfaatkan dana raksasa itu untuk memperkuat kapasitas militer di kawasan.
Selain itu, dokumen draf perdamaian juga mengabaikan pembahasan mengenai kepemilikan senjata rudal balistik milik Iran.
Sikap Keras Israel di Lebanon Selatan
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pasukannya tidak akan mundur dari Lebanon selatan.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz juga memastikan tidak ada permintaan resmi dari Washington untuk menarik militer.
Padahal, Iran menuntut penghentian total agresi militer Israel di Lebanon sebagai syarat mutlak perdamaian komprehensif.
Ancaman Keamanan Regional dan Hambatan Diplomasi
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menilai gencatan senjata di Lebanon memiliki nilai yang sangat krusial.
Namun, jet tempur Israel justru meluncurkan gempuran udara baru yang menewaskan dua warga sipil di sana.
Juru bicara kementerian luar negeri Iran Esmaeil Baghaei mengecam keras intervensi militer Amerika Serikat itu.
Penolakan Keras atas Inspeksi Nuklir
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi juga menutup peluang inspeksi nuklir oleh badan dunia IAEA.
Ia menegaskan Iran hanya akan membahas isu nuklir setelah Amerika Serikat mencabut seluruh sanksi ekonomi.
Para negosiator teknis dari kedua negara bersiap melanjutkan perundingan di Swiss pada akhir bulan ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












