JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Mesir berharap kebijakan ekspor satu pintu kelapa sawit Indonesia tidak mengganggu kelancaran pasokan.
Indonesia meluncurkan sistem baru yang memusatkan seluruh kegiatan ekspor minyak sawit sejak bulan lalu.
Lembaga baru bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) kini mengendalikan penuh rantai perdagangan luar negeri itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah penertiban ini bertujuan untuk mencegah kebocoran pendapatan negara dari sektor komoditas strategis.
Minyak kelapa sawit mentah merupakan komoditas ekspor andalan utama Indonesia menuju pasar Mesir.
Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Elshemy memberikan tanggapan positif mengenai aturan baru itu.
Elshemy menegaskan bahwa negaranya menghormati keputusan kedaulatan ekonomi pemerintah Indonesia saat ini.
Namun, ia meminta pemerintah Indonesia menjamin stabilitas pengiriman minyak sawit tetap lancar tanpa hambatan logistik.
“Bagi kami, hal yang paling utama adalah kelancaran arus perdagangan kedua negara,” ujar Elshemy di Jakarta.
Elshemy meyakini komunikasi yang baik antara mitra kedua negara akan menjaga kelancaran ekspor CPO.
Peningkatan Transparansi dan Nilai Perdagangan
Nilai transaksi perdagangan kelapa sawit bilateral antara Indonesia dan Mesir mencapai 1,2 miliar dolar AS setiap tahun.
Ia menilai kebijakan satu pintu ini merupakan upaya positif Indonesia untuk memperkuat transparansi keuangan negara.
Data resmi menunjukkan nilai total perdagangan Indonesia dan Mesir menyentuh angka 2,4 miliar dolar AS pada 2025.
Indonesia membukukan surplus perdagangan yang sangat besar hingga mencapai 1,5 miliar dolar AS dari Mesir.
Perdagangan kedua negara juga berjalan sangat cepat dengan membukukan nilai 1,3 miliar dolar AS hingga April 2026.
Selain minyak sawit, Danantara juga mengawasi ekspor batubara serta feronikel secara ketat.
Transisi Sistem Pelaporan Melalui Bea Cukai
Saat ini, perusahaan swasta hanya perlu melaporkan aktivitas ekspor melalui portal khusus milik kantor bea cukai.
Danantara baru akan mengambil alih seluruh proses administrasi ekspor secara penuh mulai awal tahun depan.
Ketua Umum Gapki Eddy Martono menjelaskan bahwa aktivitas perdagangan luar negeri saat ini masih berjalan normal.
“Eksportir hanya mendapatkan tugas tambahan untuk mengirimkan laporan kepada Danantara lewat sistem bea cukai,” pungkas Eddy.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












