Tiongkok Jatuhkan Larangan Perjalanan Bagi Anggota Parlemen

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ketegangan diplomatik di Pasifik. Tiongkok menjatuhkan larangan perjalanan bagi anggota parlemen Selandia Baru setelah mereka nekat mengunjungi Taiwan. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Ketegangan diplomatik di Pasifik. Tiongkok menjatuhkan larangan perjalanan bagi anggota parlemen Selandia Baru setelah mereka nekat mengunjungi Taiwan. Dok: Istimewa.

WELLINGTON, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik antara Selandia Baru dan Tiongkok kini menghadapi ketegangan baru yang cukup serius. Sebab, pemerintah Tiongkok secara resmi menjatuhkan larangan perjalanan bagi sejumlah anggota parlemen Selandia Baru.

Kunjungan Lintas Partai ke Taiwan

Para politisi lintas partai tersebut melakukan kunjungan ke wilayah Taiwan pada bulan Mei kemarin. Akibatnya, Tiongkok langsung merespons keras kunjungan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan wilayah mereka.

Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, mengaku sangat terkejut atas keputusan sepihak Beijing. Oleh karena itu, Peters segera menginstruksikan para diplomatnya untuk memprotes larangan tersebut secara resmi.

Sementara itu, kantor kementerian luar negeri menegaskan bahwa kunjungan parlemen tersebut bersifat independen. Langkah ini tetap selaras dengan komitmen kebijakan Satu Tiongkok (One China Policy) yang Wellington anut.

Penolakan Tuntutan Minta Maaf

Kedutaan Besar Tiongkok di Wellington sempat menawarkan untuk mencabut larangan perjalanan tersebut. Namun, mereka mensyaratkan para anggota parlemen harus menyampaikan permintaan maaf resmi terlebih dahulu.

Salah satu anggota parlemen yang terkena larangan, Laura McClure, menolak keras persyaratan tersebut. Ia menegaskan tidak akan pernah meminta maaf hanya karena melakukan perjalanan ke Taiwan.

“Selandia Baru adalah negara berdaulat yang bebas,” ujar McClure kepada media setempat. Dengan demikian, ia menilai tindakan Tiongkok tersebut murni sebagai upaya intimidasi politik yang tidak pantas.

Baca Juga :  Sopir Bunuh Anak Majikan di Pondok Pinang, Korban Tewas Digorok di Depan Orangtua

Solidaritas Regional dari Australia

Anggota parlemen dari Partai Buruh, Duncan Webb, mengaku sudah menerima ancaman sebelum berangkat ke Taiwan. Meskipun begitu, ia menganggap keputusan larangan perjalanan ini tetap sangat mengecewakan bagi iklim demokrasi.

Di sisi lain, pemerintah Australia juga ikut bersuara memberikan dukungan solidaritas bagi Selandia Baru. Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan agresif Tiongkok tersebut.

Oleh sebab itu, Wong berjanji akan membawa masalah ini dalam pertemuan bilateral dengan pihak Tiongkok. Langkah ini penting untuk menjaga kebebasan berekspresi para pejabat terpilih di kawasan Indo-Pasifik.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah
Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan
Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia
Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX
Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan

Berita Terbaru