Polres Bogor Amankan 197 Pelajar dari Demo DPR, Kapolres Beri Pembinaan Humanis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto membina pelajar yang diamankan dari aksi demo DPR, sebelum dikembalikan ke orang tua masing-masing. (Dok- Polres Bogor)

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto membina pelajar yang diamankan dari aksi demo DPR, sebelum dikembalikan ke orang tua masing-masing. (Dok- Polres Bogor)

BOGOR – Polres Bogor mengamankan 197 pelajar yang hendak berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi demo di Gedung DPR. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto membina para pelajar secara humanis sebelum menyerahkan mereka kembali ke orang tua masing-masing.

Sejak pagi, Polres Bogor melakukan penyekatan di sejumlah titik strategis guna mencegah pelajar ikut aksi yang berisiko. Akibat langkah preventif ini, total 197 pelajar berhasil diamankan di wilayah hukum Polres Bogor.

Mayoritas pelajar yang diamankan berasal dari SMK di Kabupaten dan Kota Bogor. Selain itu, sebagian lainnya datang dari Depok, Kabupaten Lebak, hingga Kabupaten Tangerang.

Baca Juga :  Pemprov DKI Gratiskan Tiket Wisata untuk Lansia, Difabel, dan Pemegang KJP

“Alhamdulillah, para pelajar ini kami tangani secara humanis dan kami berikan pembinaan, termasuk pembinaan rohani,” ujar AKBP Wikha kepada wartawan.

Selain itu, langkah penyekatan juga dilakukan untuk melindungi para pelajar dari potensi bahaya saat mengikuti aksi. “Kami melindungi dan memberikan pembinaan kepada mereka. Tadi juga kami sempat menunaikan salat magrib dan isya bersama,” menambahkan.

Selanjutnya, Kapolres Bogor turun langsung memberikan pengarahan, mengajak para pelajar fokus pada kegiatan positif yang bermanfaat bagi masa depan mereka dan keluarga.

Baca Juga :  Jakarta Diguyur Hujan Ringan Sepanjang Hari, BMKG Imbau Warga Waspada

Selain pembinaan, para pelajar diajak makan bersama sebelum didata dan dikembalikan ke orang tua. Pihak keluarga dan sekolah sudah diundang ke Polres Bogor untuk menjemput mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan langkah ini, AKBP Wikha berharap para pelajar tumbuh menjadi pribadi berprestasi, disiplin, dan terhindar dari pengaruh negatif yang dapat merugikan masa depan mereka. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB