Subsidi Membengkak, DKI Segera Tetapkan Tarif Baru Transjabodetabek

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bus Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta melayani penumpang di Jakarta setelah Pemprov DKI mengkaji penyesuaian tarif baru.
(Posnews/Kominfo)

Bus Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta melayani penumpang di Jakarta setelah Pemprov DKI mengkaji penyesuaian tarif baru. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemprov DKI Jakarta segera menyesuaikan tarif Transjabodetabek, termasuk rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta yang beroperasi sejak Maret 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pemerintah akan menetapkan tarif baru dalam waktu dekat setelah masa tarif promosi berakhir.

“Untuk tarif Transjabodetabek Blok M, segera kami putuskan dalam beberapa bulan ini,” kata Pramono, Jumat (5/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, penumpang masih menikmati tarif promo Rp3.500 untuk rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta selama tiga bulan pertama operasional.

Namun, Pemprov DKI menilai tarif tersebut belum mencerminkan biaya operasional. Karena itu, pemerintah akan menetapkan tarif baru yang lebih sesuai.

Baca Juga :  Ribuan Jalan Berlubang di Jakut Ditambal, Warga Keluhkan Hasil Bergelombang

Selain rute bandara, Pemprov DKI juga akan menyesuaikan tarif sejumlah koridor Transjabodetabek lainnya yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga.

“Kami akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M–Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya,” ujar Pramono.

Pemprov Kurangi Beban Subsidi

Pramono menjelaskan, Pemprov DKI menyesuaikan tarif karena beban subsidi transportasi yang ditanggung APBD masih sangat besar.

“Perlu penyesuaian karena subsidinya memang terlalu besar,” tegasnya.

Pemprov DKI memperkirakan tarif rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta akan lebih tinggi dibanding koridor Transjabodetabek lainnya.

Sebab, rute tersebut menempuh jarak lebih jauh dan membutuhkan biaya operasional serta biaya parkir bandara yang lebih besar.

Baca Juga :  Efek Dominan AI: Snap Inc. Pangkas 1.000 Karyawan guna Kejar Profitabilitas

Meski demikian, Pemprov DKI belum mengumumkan besaran tarif baru yang akan berlaku.

Jadi Pilihan Warga Menuju Bandara

Sejak diluncurkan pada 12 Maret 2026, rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta mendapat respons positif karena menyediakan akses langsung ke bandara dengan tarif terjangkau.

Selain memudahkan mobilitas warga, layanan ini juga memperkuat integrasi transportasi publik Jakarta dan kawasan Jabodetabek.

Karena itu, masyarakat kini menunggu keputusan tarif baru yang akan berlaku untuk layanan Transjabodetabek menuju Bandara Soekarno-Hatta. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya Gaji UMP 2026, Ber-KTP Jakarta
Cara Pabrik Memisahkan CPO dan Inti Sawit (Kernel)
Jadi Justice Collaborator, Sony Sonjaya Janji Beberkan Aktor Besar Kasus SPPG
Indonesia vs Oman di GBK Malam Ini, Pengguna Jalan Diminta Cari Jalur Alternatif
Diskriminasi Terhadap Umat Muslim di Jepang Kian Meluas
Di Balik Dapur PKS: Tahap Perebusan dan Penebah
Kurir Sabu 5 Kg Dibekuk di Pekanbaru, Bareskrim Buru Pengendali Jaringan Malaysia
Kemendag Perbarui Aturan E-Commerce, Produk UMKM Dapat Prioritas di Marketplace

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:24 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya Gaji UMP 2026, Ber-KTP Jakarta

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:33 WIB

Cara Pabrik Memisahkan CPO dan Inti Sawit (Kernel)

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:48 WIB

Jadi Justice Collaborator, Sony Sonjaya Janji Beberkan Aktor Besar Kasus SPPG

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:27 WIB

Indonesia vs Oman di GBK Malam Ini, Pengguna Jalan Diminta Cari Jalur Alternatif

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:22 WIB

Diskriminasi Terhadap Umat Muslim di Jepang Kian Meluas

Berita Terbaru

Pilar hukum hilirisasi kelapa sawit. Pentingnya mengurus Izin Usaha Industri (IUI) dan menjamin kemitraan pasokan tandan buah segar demi kelangsungan operasional pabrik. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Cara Pabrik Memisahkan CPO dan Inti Sawit (Kernel)

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:33 WIB

Ilustrasi, Pencarian di tengah ketidakpastian. Polisi dan sukarelawan Jepang menyisir pegunungan timur Kyoto untuk mencari James

INTERNASIONAL

Diskriminasi Terhadap Umat Muslim di Jepang Kian Meluas

Jumat, 5 Jun 2026 - 14:22 WIB