Kasus Air Keras Aktivis KontraS, Dua Prajurit BAIS TNI Dipecat dari Dinas Militer

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras dalam kasus yang melibatkan empat prajurit TNI.
(Posnews/YuoTube)

Aktivis KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras dalam kasus yang melibatkan empat prajurit TNI. (Posnews/YuoTube)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID โ€“ Pengadilan Militer II-08 Jakarta menjatuhkan hukuman penjara kepada empat prajurit BAIS TNI yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Majelis hakim membacakan putusan dalam sidang yang digelar pada Rabu (10/6/2026).

Majelis hakim menyatakan keempat terdakwa terbukti melakukan penganiayaan berencana yang mengakibatkan luka berat terhadap korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Majelis Hakim Fredy Ferdian Isnartanto menjatuhkan vonis berbeda kepada masing-masing terdakwa.ย Serda Edi Sudarko (ES) menerima hukuman paling berat, yakni tiga tahun penjara.

Lettu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono (BHW) divonis dua tahun enam bulan penjara, Kapten Nandala Dwi Prasetya (NDP) dua tahun penjara, dan Lettu Sami Lakka satu tahun enam bulan penjara.

Baca Juga :  Sosok Irjen Pasma Royce, Polisi Tegas Kini Dipercaya Memimpin Polda Bali

“Memidana para terdakwa karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan yang terbukti di persidangan,” kata Fredy saat membacakan amar putusan.

Dua Prajurit Dipecat dari TNI

Sebaliknya, majelis hakim tidak menjatuhkan hukuman pemecatan kepada Kapten Nandala Dwi Prasetya dan Lettu Sami Lakka.

Hakim menilai keduanya masih memiliki peluang untuk dibina dan melanjutkan pengabdian di lingkungan TNI.

Majelis hakim menyatakan para terdakwa terbukti melakukan penganiayaan berencana yang menyebabkan luka berat.

Baca Juga :  Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta dan MRT Selama Sepekan untuk Pemulihan Pasca Demo

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan prajurit TNI dan menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Terdakwa Masih Pikir-Pikir

Usai mendengar putusan, para terdakwa belum langsung menyatakan menerima atau mengajukan upaya hukum.

Mereka memilih menggunakan hak pikir-pikir sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Sementara itu, oditur militer juga diberikan waktu untuk menentukan sikap atas putusan tersebut.

Vonis ini menjadi babak penting dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang mendapat perhatian luas dari pegiat HAM dan masyarakat sipil. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

7 ABK WNI Tak Tahu Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Polisi Ungkap Modus Sindikat
Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun
Kampung Ambon Kembali Disisir Polisi, 7 Orang Diamankan dan Sejumlah Senjata Disita
110 Aset Disita dalam Kasus Dana Syariah, Ribuan Korban Menanti Kepastian
Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK
Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang
Terbongkar, Solar Olahan Diduga Dipoles agar Mirip BBM Industri Asli
Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Kampung Ambon Kembali Disisir Polisi, 7 Orang Diamankan dan Sejumlah Senjata Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:21 WIB

110 Aset Disita dalam Kasus Dana Syariah, Ribuan Korban Menanti Kepastian

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang

Berita Terbaru

Tren busana Gothic Lolita Jepang kian populer di Eropa. Simak lonjakan penjualan Atelier Pierrot dan kemeriahan acara tea party di Berlin. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:00 WIB

Kepolisian Turki menemukan lonceng perdamaian hadiah dari Jepang yang sempat dicuri di Yalova. Simak rincian penangkapan pelaku. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Selasa, 27 Okt 2026 - 07:14 WIB