Tak Mau Bayar Makan, 2 Pria Keroyok Pedagang Sate di Rawasari Diciduk Polisi

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, pelaku diborgol. (Ist)

Ilustrasi, pelaku diborgol. (Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kebiasaan makan dan minum tanpa membayar diduga menjadi pemicu pengeroyokan terhadap seorang pedagang sate di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Polisi kini telah menangkap dua pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Kapolsek Cempaka Putih Kompol Pengky Sukmawan mengungkapkan, penyidik mengidentifikasi kedua pelaku berinisial PP (45) dan GBR (36) melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Motif sementara karena pelaku tidak mau membayar makan dan minum,” kata Pengky kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).

Menurut Pengky, kedua pelaku bukan sekali dua kali mendatangi warung korban. Mereka diduga kerap meminta makanan dan minuman tanpa mengeluarkan uang.

“Pelaku memang sering makan dan minum tanpa membayar di tempat korban,” ujarnya.

Meski demikian, polisi masih memfokuskan penyidikan pada kasus pengeroyokan yang dilaporkan korban. Penyidik juga membuka kemungkinan adanya korban lain yang pernah mengalami perlakuan serupa dari para pelaku.

Baca Juga :  Kasus Beras Oplosan, Kapolri: 4 Produsen Besar Naik Penyidikan

“Kami masih fokus pada laporan korban yang ada saat ini,” tambah Pengky.

Berawal dari Keributan di Warung Sate

Kasus ini terjadi di Jalan Jawa, Rawasari, RT 09/RW 09, Kecamatan Cempaka Putih, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 20.40 WIB.

Korban berinisial HL (26), seorang pedagang sate, menjadi sasaran pengeroyokan dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cempaka Putih.

Menindaklanjuti laporan itu, polisi bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan rekaman CCTV dari lokasi sekitar.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan hasil analisis CCTV menjadi kunci utama dalam mengungkap identitas para pelaku.

Baca Juga :  Angin Kencang Terjang Bogor, 90 Rumah Warga Rusak di Rumpin

“Petugas langsung melakukan penyelidikan dan menganalisis rekaman CCTV. Dari situ identitas pelaku berhasil kami kantongi,” ujar Reynold.

Ditangkap Tanpa Perlawanan

Berbekal hasil penyelidikan tersebut, tim gabungan kemudian memburu para pelaku. Polisi akhirnya menangkap PP dan GBR di rumah masing-masing tanpa perlawanan.

Saat ini, keduanya menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing dalam aksi pengeroyokan tersebut.

Polisi juga terus mengembangkan penyidikan guna memastikan ada atau tidaknya korban lain serta kemungkinan tindak pidana lain yang pernah dilakukan kedua pelaku di wilayah Cempaka Putih.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa tindakan premanisme dan kekerasan terhadap pelaku usaha kecil masih menjadi ancaman serius. Karena itu, polisi mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan aksi serupa agar dapat ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos
Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis
Kapolri Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di Mabes, Polda hingga Polsek
Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori
Laporan GAO Ungkap Borok Pangkalan Imigrasi Texas
Wabah Ebola: AS Desak Eropa Perketat Aturan Imigrasi
Kasus Air Keras Aktivis KontraS, Dua Prajurit BAIS TNI Dipecat dari Dinas Militer
Kuba Tuding Dakwaan Raúl Castro Jadi Alat Trump

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:43 WIB

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:00 WIB

Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:38 WIB

Kapolri Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di Mabes, Polda hingga Polsek

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:35 WIB

Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:21 WIB

Tak Mau Bayar Makan, 2 Pria Keroyok Pedagang Sate di Rawasari Diciduk Polisi

Berita Terbaru

Duka di Mindanao. Tim penyelamat menyisir puing-puing bangunan komersial di General Santos pasca-gempa bumi dahsyat magnitudo 7,8 yang menewaskan puluhan warga. Dok: REUTERS/Noel Celis

INTERNASIONAL

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:43 WIB

Persaingan ketat di Andes. Roberto Sánchez memimpin sangat tipis atas Keiko Fujimori dalam penghitungan suara pemilihan presiden Peru yang berjalan lambat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:35 WIB