Sam Altman dan Bernie Sanders Bahas Kemitraan Sipil

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fusi tidak biasa di panggung politik Washington. Sam Altman dan Bernie Sanders berdiskusi mengenai pembentukan dana kekayaan publik melalui kepemilikan saham di perusahaan AI. Dok: Istimewa.

Fusi tidak biasa di panggung politik Washington. Sam Altman dan Bernie Sanders berdiskusi mengenai pembentukan dana kekayaan publik melalui kepemilikan saham di perusahaan AI. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – CEO OpenAI Sam Altman menggelar pertemuan rahasia bersama Senator Bernie Sanders di Washington baru-baru ini. Sebab, Sanders mengusulkan rencana agar publik menguasai 50 persen saham perusahaan kecerdasan buatan (AI) secara nasional. Oleh karena itu, pertemuan mendadak tersebut langsung memicu perhatian besar dari para pelaku industri teknologi dunia.

Penolakan Batas Saham dan Komitmen Kolaborasi

Altman secara terbuka mendukung gagasan kepemilikan saham publik pada perusahaan kecerdasan buatan tersebut. Namun, ia menolak batas minimal kepemilikan 50 persen yang Sanders usulkan di dalam drafnya. Meskipun begitu, Altman berkomitmen untuk bekerja sama dengan Sanders demi mengampanyekan konsep keadilan ekonomi tersebut.

Dukungan Tidak Terduga dari Donald Trump

Rencana kepemilikan saham rakyat ini juga mendapatkan respons positif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sebab, Trump melihat kemiripan visi ekonomi antara para pendukungnya dengan kelompok pemilih setia Bernie Sanders. Dengan demikian, isu regulasi AI berhasil menyatukan dua kubu politik yang biasanya berseberangan di Washington.

Trump bahkan berencana mengundang para bos perusahaan AI ke Gedung Putih pada pekan depan. Sebelumnya, pemerintah AS juga sukses mengamankan 10 persen saham di perusahaan semikonduktor raksasa Intel tahun lalu. Oleh sebab itu, Trump kian optimis untuk menerapkan skema kemitraan negara pada sektor teknologi strategis.

Gelombang Penolakan terhadap Pembangunan Data Center

Sementara itu, masyarakat Amerika Serikat kini mulai menyuarakan kecemasan mereka terhadap ekspansi data center. Sebab, pembangunan fasilitas raksasa tersebut menguras pasokan listrik lokal dan cadangan air bersih secara berlebihan. Akibatnya, beberapa negara bagian mulai meninjau ulang pemberian insentif pajak bagi para pengembang teknologi.

Sebagai contoh, penampakan Gubernur Michigan Gretchen Whitmer bersama Sam Altman memicu gelombang protes keras. Sebab, sebagian politisi menilai proyek pusat data baru tersebut merugikan warga dan lingkungan hidup setempat. Namun, Whitmer tetap membela proyek tersebut karena menjanjikan pembukaan ribuan lapangan kerja konstruksi baru.

Baca Juga :  Iran Klaim Kendali Penuh atas Selat Hormuz, Bantah Klaim Trump

Kecemasan Mahasiswa dan Ancaman Otomatisasi Kerja

Kecemasan serupa juga melanda kalangan mahasiswa di berbagai universitas besar di Amerika Serikat. Sebab, jajak pendapat terbaru menunjukkan 70 persen mahasiswa menganggap AI sebagai ancaman nyata bagi masa depan karir. Pada akhirnya, para pemuda sering menyoraki pembicara yang membahas kecerdasan buatan pada upacara kelulusan kampus.

Langkah Pembatasan Hukum dan Perintah Eksekutif

Di sisi lain, Kongres Amerika Serikat kini tengah merampungkan draf regulasi federal pertama mengenai AI. Pemerintah juga telah menandatangani perintah eksekutif khusus untuk menyaring risiko keamanan nasional sebelum peluncuran produk. Dengan demikian, kedaulatan hukum negara tetap memegang kendali penuh atas laju perkembangan teknologi masa depan.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Visa kolaborasi dengan MOONTON dan Bank Jago rilis kartu debit edisi terbatas MLBB M8 serta jadi sponsor M Series. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Visa Gandeng MOONTON dan Bank Jago: Hadirkan Kartu Debit

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:52 WIB

GameSir merilis controller G7 Pro edisi Sunset Boulevard dan Ocean Breeze bernuansa Vice City GTA 6. Simak spesifikasi sensor TMR. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

GameSir Rilis Controller G7 Pro Edisi Vice City GTA 6

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:00 WIB

Strava resmi terintegrasi dengan Google Gemini via Connected Apps. Simak cara menghubungkan akun dan keunggulan analisis. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Strava Gandeng Google Gemini Hadirkan Analisis Performa

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:49 WIB