Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ancaman kepunahan satwa langka. Bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra melenyapkan sedikitnya tujuh persen populasi orangutan Tapanuli yang kritis. Dok: Istimewa.

Ancaman kepunahan satwa langka. Bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra melenyapkan sedikitnya tujuh persen populasi orangutan Tapanuli yang kritis. Dok: Istimewa.

MEDAN, POSNEWS.CO.ID – Laporan penelitian terbaru mengungkapkan kabar buruk mengenai kelestarian satwa langka di Indonesia. Sebab, bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra melenyapkan sedikitnya tujuh persen populasi orangutan Tapanuli.

Bencana alam akibat siklon tropis tersebut merenggut sedikitnya 1.200 korban jiwa manusia tahun lalu. Selain itu, longsoran tanah merusak sekitar 300.000 unit rumah warga secara tragis. Kelompok pencinta lingkungan menyalahkan aktivitas penggundulan hutan yang masif sebagai pemicu utama parahnya kerusakan lingkungan tersebut.

Penyusutan Drastis Populasi di Batang Toru

Laporan menyebutkan sedikitnya 58 ekor orangutan Tapanuli mati akibat terjangan bencana tanah longsor tersebut. Sementara itu, satwa endemik ini hanya mendiami kawasan hutan Batang Toru di wilayah Sumatra Utara. Para peneliti mencatat total populasi primata sangat langka ini hanya tersisa sekitar 800 ekor saja.

Lembaga Borneo Futures, World Weather Attribution, dan Liverpool John Moores University menyusun laporan bersama ini. Namun, mereka baru melakukan survei komprehensif pada kawasan blok barat hutan Batang Toru saja. Akibatnya, para ahli mengkhawatirkan jumlah kematian orangutan yang sebenarnya bisa jauh lebih tinggi di lapangan hulu.

Longsoran Tanah di Hutan Primer

Peneliti utama dari Borneo Futures, Erik Meijaard, menjelaskan penyebab runtuhnya lereng bukit di dalam hutan tersebut. Menurutnya, guyuran hujan ekstrem membuat tanah hutan primer menjadi sangat jenuh dengan air. Akibatnya, lereng bukit runtuh dengan sangat cepat hingga menutup peluang penyelamatan diri bagi orangutan Tapanuli.

Baca Juga :  Jejak Kayu Shihuahuaco dan Ancaman Deforestasi di Peru

Perubahan iklim akibat aktivitas manusia memicu peningkatan frekuensi hujan ekstrem di sekitar Selat Malaka. Oleh karena itu, ancaman ini memperparah risiko kerusakan habitat satwa liar yang tersisa saat ini. Kehilangan populasi dalam jumlah besar ini sangat membahayakan kelongsungan hidup spesies yang sudah kritis tersebut.

Desakan Kolaborasi dan Penataan Lahan

Peneliti lingkungan, Panut Hadisiswoyo, mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil tindakan penyelamatan yang nyata. Dalam hal ini, pemerintah harus bekerja sama erat dengan lembaga swadaya masyarakat dan para akademisi.

Dengan demikian, semua pihak dapat menekan aktivitas perburuan liar serta menertibkan tata guna lahan yang buruk. Pada akhirnya, kolaborasi kuat ini akan menghentikan penurunan populasi satwa kebanggaan Indonesia tersebut secara berkelanjutan.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan
AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP
Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun
Jepang Sukses Luncurkan Roket H3 Tanpa Booster
Demo BEM UI di Bundaran HI Diadang Aparat, Koalisi Sipil Protes Pengerahan TNI dan Komcad
Kasus Korupsi Motor Listrik BGN, Kejagung Tahan Pengendali PT Yasa Arta Trimanunggal
Keiko Fujimori Unggul Tipis Atas Roberto Sánchez
Dubes Eropa Temui Wamenlu Rusia demi Upaya Damai

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:02 WIB

Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:21 WIB

AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:28 WIB

Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:21 WIB

Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:07 WIB

Jepang Sukses Luncurkan Roket H3 Tanpa Booster

Berita Terbaru

Momentum integrasi Eropa Timur. Negara-negara anggota Uni Eropa sepakat membuka jalur negosiasi resmi keanggotaan bagi Ukraina dan Moldova di Luxembourg pekan depan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 13:02 WIB

Monster baru arena esports. AOC meluncurkan monitor gaming AGP277QKP berkekuatan refresh rate maksimal 425Hz untuk memanjakan para atlet kompetitif. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP

Sabtu, 13 Jun 2026 - 12:21 WIB

Ancaman kepunahan satwa langka. Bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra melenyapkan sedikitnya tujuh persen populasi orangutan Tapanuli yang kritis. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 10:28 WIB

Duka mendalam bagi Kerajaan Thailand. Putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn, Putri Bajrakitiyabha, wafat setelah menjalani perawatan koma selama tiga tahun lebih. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun

Sabtu, 13 Jun 2026 - 09:21 WIB