Perancis Batasi Jam Kunjung Wisata dan Polandia Siaga

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bara musim panas di Eropa. Gelombang panas ekstrem memaksa Perancis membatasi jam kunjung wisata dan beberapa negara siaga menghadapi rekor suhu baru. Dok: Istimewa.

Bara musim panas di Eropa. Gelombang panas ekstrem memaksa Perancis membatasi jam kunjung wisata dan beberapa negara siaga menghadapi rekor suhu baru. Dok: Istimewa.

PARIS, POSNEWS.CO.ID – Gelombang panas ekstrem melanda sebagian besar wilayah Eropa pekan ini. Suhu udara melonjak mendekati rekor paling tinggi dan memaksa beberapa pemerintah mengambil langkah darurat. Kondisi cuaca buruk ini juga mengganggu aktivitas harian warga serta sektor pariwisata daerah.

Rekor Suhu Terpanas Sejak 1947

Indikator suhu nasional Perancis mencatat rata-rata suhu harian mencapai 29,8 derajat Celsius pada Selasa kemarin. Angka ini menjadi suhu paling panas semenjak pencatatan resmi mulai berjalan pada tahun 1947. Suhu ekstrem berkisar 39 derajat Celsius hingga 41 derajat Celsius mengancam wilayah Brittany hingga Paris hari Rabu ini.

Otoritas memproyeksikan cuaca ekstrem ini memengaruhi sekitar 44 million warga di berbagai wilayah Perancis. Pemerintah Polandia juga mengeluarkan peringatan suhu tinggi untuk wilayah bagian barat dari Kamis hingga Sabtu. Suhu udara di Polandia berpotensi memecahkan rekor lama sebesar 40,2 derajat Celsius dari tahun 1921 silam.

Lonjakan Penjualan Alat Pendingin Udara

Banyak bangunan di Eropa tidak memiliki desain khusus untuk menghadapi suhu panas ekstrem. Kondisi ini memicu lonjakan luar biasa pada penjualan kipas angin dan mesin pendingin udara. Raksasa ritel Carrefour sukses menjual 30.000 unit alat pendingin hingga Selasa sore pekan ini.

Direktur Eksekutif Carrefour Alexandre Bompard mengonfirmasi penjualan melonjak seribu kali lipat daripada hari biasa. Platform belanja Amazon juga mencatat peningkatan transaksi alat pendingin hampir dua kali lipat minggu lalu.

Adaptasi Sekolah dan Operasional Kereta

Asosiasi kepala sekolah Inggris menjelaskan hampir setiap sekolah harus melakukan penyesuaian jadwal minggu ini. Mereka menilai fasilitas gedung sekolah di Inggris kurang siap menghadapi lonjakan suhu ekstrem.

Baca Juga :  Peringatan Keras Turki: Instigasi Perang Saudara di Iran Adalah Kesalahan Sejarah

Perusahaan kereta api Belanda NS juga mengurangi jadwal perjalanan pada sejumlah rute mulai hari Rabu. Pengurangan rute ini bertujuan untuk mengantisipasi gangguan teknis akibat paparan suhu panas pada rel.

Pembatasan Operasional Kawasan Wisata Ikonik

Gelombang panas ekstrem ini memaksa pengelola kawasan wisata populer membatasi jam operasional kunjungan. Museum Louvre dan Menara Eiffel di Perancis mulai memotong durasi kunjungan harian bagi turis. Pengelola monumen Atomium di Brussels Belgia juga menutup area wisata lebih cepat daripada jadwal biasa.

Para ilmuwan menegaskan emisi karbon akibat aktivitas manusia memicu gelombang panas muncul lebih sering. Perubahan iklim membuat suhu udara saat ini menjadi 2 derajat Celsius hingga 4 derajat Celsius lebih panas.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rusia Bantah Tekan Belarus: Hubungan Tetap Harmonis
Hakim Perintahkan Elon Musk Bersaksi Soal Kasus Gratifikasi
Raja Charles III Batal Menetap pada Istana Buckingham
Serangan di Selat Hormuz Paksa PBB Hentikan Evakuasi
Gempa Guncang Venezuela, 188 Warga Tewas
Mahkamah Agung Muluskan Langkah Donald Trump
Prabowo Beri Atensi Khusus Kasus Yuvita, Dudung: Hukum Pelaku Seadil-adilnya
Gara-Gara Judol, Pria di Sulbar Curi Emas dan Uang Tetangganya

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:27 WIB

Rusia Bantah Tekan Belarus: Hubungan Tetap Harmonis

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:30 WIB

Perancis Batasi Jam Kunjung Wisata dan Polandia Siaga

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:01 WIB

Hakim Perintahkan Elon Musk Bersaksi Soal Kasus Gratifikasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:30 WIB

Raja Charles III Batal Menetap pada Istana Buckingham

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:01 WIB

Serangan di Selat Hormuz Paksa PBB Hentikan Evakuasi

Berita Terbaru

Klarifikasi dari perbatasan timur. Rusia membantah keras tuduhan memaksa Belarus untuk ikut bertempur dalam perang Ukraina di tengah meningkatnya pasokan bahan bakar hulu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rusia Bantah Tekan Belarus: Hubungan Tetap Harmonis

Jumat, 26 Jun 2026 - 13:27 WIB

Bara musim panas di Eropa. Gelombang panas ekstrem memaksa Perancis membatasi jam kunjung wisata dan beberapa negara siaga menghadapi rekor suhu baru. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perancis Batasi Jam Kunjung Wisata dan Polandia Siaga

Jumat, 26 Jun 2026 - 12:30 WIB

Konfrontasi di Oakland. Elon Musk memberikan kesaksian dalam persidangan melawan OpenAI, menuduh mantan rekannya mengkhianati misi kemanusiaan demi keuntungan kapitalis bersama Microsoft. Dok: (AP Photo/Godofredo A. Vásquez)

INTERNASIONAL

Hakim Perintahkan Elon Musk Bersaksi Soal Kasus Gratifikasi

Jumat, 26 Jun 2026 - 12:01 WIB

Langkah keterbukaan monarki Inggris. Raja Charles III memilih menetap pada Clarence House dan merilis rincian laporan pajak pribadi untuk pertama kali sejak naik takhta. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Raja Charles III Batal Menetap pada Istana Buckingham

Jumat, 26 Jun 2026 - 11:30 WIB

Ketegangan baru di Selat Hormuz. Organisasi Maritim Internasional (IMO) menghentikan sementara pengawalan kapal pasca-serangan drone misterius terhadap kapal Ever Lovely dekat Oman. Dok: REUTERS/Stringer

INTERNASIONAL

Serangan di Selat Hormuz Paksa PBB Hentikan Evakuasi

Jumat, 26 Jun 2026 - 11:01 WIB