KP2MI Kawal Kasus TKW Dianiaya di Johor Bahru, Korban Kini di Rumah Aman

Senin, 15 Juni 2026 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Mukhtarudin. (Posnews/Ist)

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Mukhtarudin. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Mukhtarudin, mengawal langsung kasus dugaan penganiayaan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) berinisial YY di Johor Bahru, Malaysia.

Saat ini, YY bersama satu korban lainnya telah berada di bawah perlindungan pemerintah Indonesia.

Kasus tersebut mencuat setelah YY melaporkan dugaan kekerasan fisik yang dialaminya kepada layanan KSATRIA KJRI Johor Bahru pada 13 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam laporannya, YY mengungkap dirinya tidak sendirian. Dua PMI lainnya, yakni YA dan SH, juga diduga mengalami penyiksaan saat bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Johor Bahru.

“Berdasarkan laporan yang diterima KJRI Johor Bahru, YY melaporkan dugaan kekerasan fisik yang dialaminya. Dia juga menyampaikan dua PMI lainnya diduga mengalami perlakuan serupa,” kata Mukhtarudin, Senin (15/6/2026).

Korban Mengaku Kerap Dipukul

Mukhtarudin mengatakan para korban mengalami kekerasan berulang selama bekerja. Salah satu aksi pemukulan terjadi pada akhir 2025 hingga Januari 2026.

Baca Juga :  UU PPRT Disahkan, Eksploitasi Pekerja Rumah Tangga Terancam Sanksi

Setelah mengalami penganiayaan, para korban justru ditelantarkan pemberi kerja di kawasan Kampung Melayu Majidee, Johor Bahru.

“Para PMI kerap mengalami kekerasan selama bekerja. Setelah kejadian itu, pemberi kerja meninggalkan mereka begitu saja,” ujarnya.

Hasil penelusuran menunjukkan ketiga PMI tersebut bekerja secara nonprosedural dan tidak mengantongi izin kerja resmi di Malaysia. Selain itu, majikan juga diduga menahan paspor para korban sehingga mereka takut melapor kepada aparat setempat.

Karena merasa keselamatannya terancam, YY akhirnya meminta bantuan kepada Perwakilan Republik Indonesia.

Empat Pelaku Ditangkap

Menindaklanjuti laporan tersebut, KJRI Johor Bahru langsung berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia. Hasilnya, aparat setempat menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut.

“Berdasarkan informasi dari IPD Larkin, empat orang yang diduga terkait kasus ini telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan,” kata Mukhtarudin.

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, mengungkapkan empat terduga pelaku terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki.

Mereka telah menjalani pemeriksaan awal dan kini masih menjalani proses penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian Malaysia.

Baca Juga :  Aktor Anrez Adelio Terseret Kekerasan Seksual, Korban Ungkap Ancaman Video Intim

Korban Ditempatkan di Rumah Aman

Saat ini, YY dan satu korban lainnya telah berada di bawah perlindungan KJRI Johor Bahru dan ditempatkan di Tempat Tinggal Sementara (TTS).

Keduanya mendapat pendampingan medis, psikologis, serta bantuan hukum selama proses penanganan perkara berlangsung.

Sementara itu, Perwakilan RI masih berupaya menjemput satu korban lainnya yang berada di Kuala Lumpur agar segera mendapatkan perlindungan serupa.

“KP2MI akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan memastikan seluruh korban memperoleh pelindungan serta pendampingan hingga proses hukum selesai,” tegas Mukhtarudin.

Video Penganiayaan Viral

Kasus ini menjadi sorotan setelah video penganiayaan terhadap YY beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, seorang pria berbaju biru terlihat memukul korban yang duduk di sofa. Korban hanya menangis dan mengerang kesakitan tanpa melakukan perlawanan.

Pada rekaman berikutnya, seorang perempuan turut memukul dan menjambak korban berulang kali. Sementara seorang perempuan lain merekam aksi kekerasan tersebut.

Video itu memicu kemarahan publik dan mendorong percepatan penanganan kasus oleh otoritas Malaysia maupun pemerintah Indonesia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang
Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat
Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI
Kasus Narkoba White Rabbit, Bareskrim Limpahkan 3 Tersangka ke Kejaksaan
Menag Ajak Warga Ikut Doa Kebangsaan di Monas 1 Agustus 2026
KPK Sita Uang Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang, 21 Orang Diamankan
KPK Tangkap Bupati Pemalang, Kantor PUPR dan Rumah Kontraktor Disegel
MK Putus Gugatan Program MBG Besok, Nasib Anggaran MBG 2026 Ditentukan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:20 WIB

Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:46 WIB

Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:01 WIB

Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:22 WIB

Kasus Narkoba White Rabbit, Bareskrim Limpahkan 3 Tersangka ke Kejaksaan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:59 WIB

Menag Ajak Warga Ikut Doa Kebangsaan di Monas 1 Agustus 2026

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB