JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambangi kediaman mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.
Pertemuan dua tokoh nasional itu tak hanya membahas kebangsaan, tetapi juga mengangkat agenda besar penyelamatan budaya Indonesia, khususnya revitalisasi wayang.
Momen tersebut terungkap melalui unggahan AM Hendropriyono di media sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam foto yang dibagikan, AM Hendropriyono menyambut langsung kedatangan Dedi Mulyadi dengan suasana hangat dan penuh keakraban.
“Menerima kunjungan silaturahmi Kang Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat, di kediaman kami di Senayan, Jakarta Selatan,” tulis AM Hendropriyono.
Dedi Mulyadi dan AM Hendropriyono Sepakat Selamatkan Wayang
Dalam pertemuan itu, Dedi Mulyadi dan AM Hendropriyono menegaskan pentingnya menghidupkan kembali budaya pewayangan yang mulai tergerus arus modernisasi dan budaya digital.
Keduanya membahas langkah konkret untuk mengangkat kembali cerita, tokoh, dan filosofi wayang kulit maupun wayang golek yang selama ratusan tahun menjadi bagian dari identitas bangsa.
AM Hendropriyono menilai generasi muda perlu kembali mengenal nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pewayangan.
Menurutnya, wayang bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan yang sarat pesan moral.
” Kita perlu menggali kembali filsafat dan nilai-nilai luhur warisan nenek moyang. Penguatan moral dan etika menjadi fondasi penting untuk memperkuat peradaban bangsa,” tegasnya.
Budaya Jadi Benteng Moral Bangsa
Selain membahas pelestarian budaya, keduanya juga menyoroti pentingnya memperkuat karakter bangsa di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi.
Dedi Mulyadi selama ini dikenal konsisten mengangkat budaya Sunda dan kearifan lokal dalam berbagai program pembangunan di Jawa Barat.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya menjaga jati diri bangsa di tengah perubahan zaman.
Tak hanya itu, revitalisasi wayang juga dianggap semakin penting mengingat UNESCO telah menetapkan wayang sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sejak 2003.
Namun, minat generasi muda terhadap seni tradisional itu terus menghadapi tantangan akibat dominasi hiburan digital.
Pertemuan Ditutup dengan Makan Siang Bersama
Setelah membahas berbagai isu kebudayaan dan kebangsaan, Dedi Mulyadi dan AM Hendropriyono menutup pertemuan dengan makan siang bersama.
“Kunjungan silaturahmi ini kami akhiri dengan makan siang bersama,” ujar AM Hendropriyono.
Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan seniman dan budayawan.
Dukungan para pemimpin nasional dinilai penting agar warisan leluhur tetap hidup, berkembang, dan mampu menjadi benteng moral bangsa di era modern. **
Editor : Hadwan












