SAMARINDA, POSNEWS.CO.ID β Kasus penembakan yang menimpa seorang mahasiswi di Samarinda, Kalimantan Timur, menggemparkan warga.
Korban berinisial LA (20) mengalami luka tembak di kepala setelah diduga menjadi sasaran mantan kekasihnya sendiri, pria berinisial MZ (22).
Polisi menduga persoalan asmara menjadi pemicu aksi nekat tersebut. Namun, penyidik masih mendalami motif sebenarnya karena keterangan pelaku dan korban berbeda terkait status hubungan mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengatakan MZ mengaku masih berpacaran dengan korban. Sebaliknya, korban menegaskan hubungan mereka telah berakhir.
“Dari keterangan pelaku, korban ini pacarnya. Sementara korban mengaku mereka sudah putus,” kata Asriadi, Selasa (16/6/2026).
Menurut polisi, dugaan sementara mengarah pada rasa sakit hati setelah hubungan asmara kandas. Meski demikian, penyidik Polresta Samarinda masih mendalami motif penembakan melalui pemeriksaan intensif terhadap pelaku.
“Kemungkinan pelaku tidak terima diputuskan. Namun kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan motifnya,” ujarnya.
Ditembak Saat Baru Pulang Kuliah
Peristiwa mengerikan itu terjadi di Jalan P Suryanata, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 22.25 WITA.
Berdasarkan keterangan korban, saat itu LA baru pulang kuliah dan hendak memarkirkan sepeda motornya di rumah.
Namun tiba-tiba terdengar suara letusan. Dalam hitungan detik, korban merasakan sakit hebat di bagian kepala sebelum akhirnya terjatuh.
Keluarga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan membawa korban untuk mendapatkan perawatan medis.
Akibat serangan itu, korban mengalami luka tembak di kepala dan hingga kini masih menjalani perawatan.
Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Setelah menerima laporan, polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.
Hasilnya, aparat berhasil menangkap MZ pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 02.00 WITA di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Penangkapan itu dilakukan kurang dari 24 jam setelah aksi penembakan terjadi.
Saat ini, penyidik masih mendalami kronologi lengkap, motif penembakan, serta jenis senjata yang digunakan pelaku.
Polisi juga terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang nyaris merenggut nyawa mahasiswi tersebut.
Kasus ini kembali menjadi peringatan bahwa konflik hubungan pribadi yang tidak diselesaikan secara sehat dapat berujung pada tindak kriminal serius dan mengancam keselamatan korban. **
Editor : Hadwan












