MBG di SMKN 6 Semarang Diduga Sebabkan Keracunan 707 Orang, 9 Orang Dirawat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis di sekolah. (Posnews/Ist)

Ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis di sekolah. (Posnews/Ist)

SEMARANG, POSNEWS.CO.ID – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 6 Semarang terus bertambah. Dinkes Kota Semarang mencatat 707 orang mengalami gejala, terdiri dari 693 siswa dan 14 guru.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil pendataan sementara yang terus diperbarui seiring proses penelusuran di lapangan.

“Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru,” ujar Hakam, Jumat (31/7/2026).

Sebagian Besar Korban Ditangani di Sekolah

Dinkes bergerak cepat dengan memberikan penanganan medis kepada para korban.

Sebanyak 698 orang mendapat perawatan langsung di lingkungan sekolah, sedangkan 9 orang dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk menjalani observasi lebih lanjut.

Korban yang dirujuk mendapat penanganan di Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu.

Hakam menegaskan seluruh korban terus dipantau agar kondisinya tetap stabil dan memperoleh penanganan sesuai prosedur medis.

Sampel Makanan Diuji di Laboratorium

Selanjutnya, Dinkes Kota Semarang langsung menyelidiki penyebab insiden tersebut.

Baca Juga :  Heboh Ular Piton 7 Meter Telan Pria di Kepulauan Sula, Warga Belah Perut Ular

Tim kesehatan telah mengambil sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa dan guru untuk diperiksa di laboratorium.

Dinkes berkoordinasi dengan SMKN 6 Semarang, SPPG Semarang Timur/Karangturi, Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri, dan instansi terkait untuk mempercepat penelusuran epidemiologi.

Distribusi MBG Dihentikan Sementara

Distribusi makanan dari penyelenggara SPPG dihentikan sementara hingga penyelidikan epidemiologi dan uji laboratorium selesai.

Pemkot Semarang akan mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan keamanan pangan.

Kasus dugaan keracunan MBG di SMKN 6 Semarang menjadi perhatian serius karena melibatkan ratusan siswa dan belasan guru.**

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uang Rp135 Juta dan Emas 30 Gram Hilang, Ibu dan Anak Tewas di Landak
TNI-Polri Buru Pelaku Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem 2026
Polisi Selidiki Keterlibatan Manajemen THM Five Star dalam Kasus Narkoba
Penembakan Guncang Festival Budaya Lembah Baliem, 2 Warga Terluka
Truk Diduga Rem Blong Tabrak Honda PCX di Bogor, 2 Orang Tewas
Bareskrim Gerebek Five Stars Bali, 53 Orang Diamankan dalam Kasus Narkoba
Rebutan Warisan Berujung Maut di Tapanuli Selatan
Mayat di Bagasi Mobil Grobogan Terungkap, Korban Bos Konter HP Ambarawa

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Uang Rp135 Juta dan Emas 30 Gram Hilang, Ibu dan Anak Tewas di Landak

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:51 WIB

TNI-Polri Buru Pelaku Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:37 WIB

Polisi Selidiki Keterlibatan Manajemen THM Five Star dalam Kasus Narkoba

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Penembakan Guncang Festival Budaya Lembah Baliem, 2 Warga Terluka

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Truk Diduga Rem Blong Tabrak Honda PCX di Bogor, 2 Orang Tewas

Berita Terbaru

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo

Sabtu, 8 Agu 2026 - 17:20 WIB