SHERMAN, POSNEWS.CO.ID – CEO Nvidia Jensen Huang mendesak masyarakat dunia untuk segera beradaptasi dengan kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI). Langkah taktis ini menjadi kunci utama untuk menghadapi transisi sosial di era kecerdasan digital masa kini.
Ia menyampaikan pesan penting tersebut dalam sebuah wawancara khusus bersama Associated Press hari Selasa kemarin. Sebab, ia menilai penolakan terhadap perkembangan teknologi baru hanya akan merugikan daya saing masyarakat itu sendiri.
Solusi Pertumbuhan Ekonomi dan Keadilan Digital
Huang bersikap sangat optimis terhadap potensi besar teknologi AI untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi global. Menurutnya, teknologi ini juga memicu berbagai terobosan ilmiah baru yang sangat menguntungkan peradaban manusia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai AI dapat memperkecil kesenjangan akses teknologi yang terjadi di tengah masyarakat Amerika Serikat saat ini. Kini, masyarakat dapat menyelesaikan pekerjaan komputer tingkat lanjut tanpa harus menguasai bahasa pemrograman yang rumit.
Regulasi Pemerintah dan Kepemilikan Saham Publik
Meskipun demikian, Huang tetap mendukung adanya regulasi pemerintah dan standar keselamatan khusus bagi industri kecerdasan buatan. Ia menegaskan bahwa faktor keamanan nasional harus menjadi prioritas utama bagi perkembangan teknologi canggih tersebut.
Di sisi lain, Huang merespons dingin wacana kepemilikan sebagian saham perusahaan AI oleh pemerintah federal Amerika Serikat. Sebelumnya, Presiden Donald Trump dan Senator Bernie Sanders mengusulkan skema kemitraan saham negara tersebut untuk rakyat.
Namun, Huang meyakini masyarakat sudah menerima manfaat besar secara alami melalui kepemilikan saham dan pajak perusahaan.
Krisis Energi Penghambat Infrastruktur AI
Selain masalah regulasi, Huang menyoroti kelemahan fatal Amerika Serikat dalam hal ketersediaan infrastruktur energi listrik. Sebab, pusat data AI membutuhkan pasokan daya listrik yang sangat luar biasa besar untuk melakukan proses komputasi.
Ia menilai Amerika Serikat menghadapi ketertinggalan yang sangat jauh dalam hal kapasitas produksi energi nasional. Oleh karena itu, keterbatasan energi ini dapat menghalangi laju pengembangan infrastruktur dan cip semikonduktor masa depan.
Inovasi Laser Penghemat Daya di Texas
Nvidia terus mencari solusi cerdas untuk menekan konsumsi energi yang sangat tinggi pada sistem komputasi tersebut. Huang menyampaikan penjelasan tersebut saat meninjau proyek perluasan pabrik Coherent di kota Sherman, Texas.
Pabrik tersebut memproduksi teknologi laser khusus untuk mempercepat transmisi data antar-cip silikon secara efisien. Inovasi teknologi laser ini mampu memangkas penggunaan energi sistem AI hingga mencapai lima puluh persen. Pada akhirnya, dunia kini menanti realisasi konkret dari kolaborasi teknologi hijau demi kelangsungan masa depan industri komputer.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












