Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Donald Trump ternyata meninggalkan Turki bulan lalu menggunakan pesawat militer rahasia, bukan Air Force One. Dok: (Ludovic MARIN/Pool Photo via AP)

Presiden Donald Trump ternyata meninggalkan Turki bulan lalu menggunakan pesawat militer rahasia, bukan Air Force One. Dok: (Ludovic MARIN/Pool Photo via AP)

PARIS, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pujian tinggi untuk Istana Versailles di Prancis baru-baru ini. Ia menyebut istana bersejarah tersebut sebagai simbol kemewahan yang sangat nyata dan mengagumkan.

Bagi Presiden Prancis Emmanuel Macron, ketertarikan Trump menjadi peluang diplomasi yang sangat penting. Oleh karena itu, Macron menggelar jamuan makan malam mewah untuk Trump di Istana Versailles pada Rabu malam kemarin.

Misi Pemulihan Jalur Selat Hormuz

Langkah taktis ini sekaligus merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Amerika Serikat yang ke-250 tahun. Selain itu, jamuan khusus ini bertujuan untuk menjaga komunikasi pribadi yang erat antara kedua pemimpin dunia tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prancis ingin meredam perbedaan pandangan mengenai perang Iran, konflik Ukraina, serta kebijakan tarif dagang global. With demikian, undangan istimewa ini juga berhasil menahan Trump untuk tetap mengikuti KTT G7 hingga selesai.

Baca Juga :  Insider Trading Digulung Polisi, Direksi dan Pemegang Saham Minna Padi Dijerat

Sebelumnya, Trump berencana meninggalkan pertemuan puncak para pemimpin dunia tersebut lebih cepat dari jadwal semula. Namun, ia mengaku bersedia bertahan setelah menerima undangan makan malam yang sangat ramah dari Macron.

Merayakan Dua Ratus Lima Puluh Tahun Kemerdekaan

Macron menilai keindahan Istana Versailles dapat menjadi instrumen diplomasi lunak yang sangat kuat. Sebab, Prancis menyajikan kemegahan taman Raja Matahari dan Galeri Cermin untuk memukau rombongan delegasi Amerika Serikat.

Galeri Cermin sendiri menampilkan kehebatan teknologi masa lalu melalui 357 kaca cermin yang menawan. Selanjutnya, cermin-cermin tersebut berpadu dengan 17 lengkungan cermin sepanjang 73 meter untuk memantulkan cahaya indah.

Keindahan arsitektur ini sangat memikat Trump yang menyukai bangunan megah sepanjang karir bisnisnya. Sebagai contoh, Trump bahkan mendirikan aula dansa di resor Mar-a-Lago dengan mencontoh desain mewah Istana Versailles.

Baca Juga :  Perjalanan Panjang dari Instruksi Moral ke Dunia Imajinasi

Ia juga merencanakan pembangunan monumen kemerdekaan berbentuk gerbang megah setinggi 76 meter di Washington.

Agenda Dagang India dan Isu Global G7

Pengamat politik Denis Lacorne menilai Macron sangat memahami cara memikat perhatian pribadi Donald Trump. Meskipun begitu, kemitraan transatlantik kedua negara tetap menghadapi tantangan ekonomi yang sangat nyata saat ini.

Trump tetap mengancam akan menjatuhkan tarif impor tinggi untuk produk anggur dan sampanye Prancis. Sementara itu, politisi oposisi Jean-Luc Melenchon mengkritik keras jamuan mewah yang memanjakan Trump tersebut.

Sejarah mencatat bahwa kemegahan Versailles tidak selalu menghasilkan kesepakatan politik yang menguntungkan kedua pihak. Pada akhirnya, dunia kini menanti dampak nyata dari diplomasi meja makan mewah di Istana Versailles ini.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Charles Spencer Rilis Buku Swan Song dan Ungkap Tuduhan Baru
Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma
Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik
Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman
CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump
AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan
Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:10 WIB

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma

Rabu, 23 September 2026 - 12:43 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 September 2026 - 11:37 WIB

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Berita Terbaru