Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jet tempur Israel melancarkan gelombang serangan udara di Gaza dan menewaskan sedikitnya 18 warga Palestina di saat AS mendorong rencana pelepasan senjata Hamas. Dok: Istimewa.

Jet tempur Israel melancarkan gelombang serangan udara di Gaza dan menewaskan sedikitnya 18 warga Palestina di saat AS mendorong rencana pelepasan senjata Hamas. Dok: Istimewa.

GAZA, POSNEWS.CO.ID – Jet tempur Israel menggempur kawasan Jalur Gaza selama dua hari berturut-turut pada Minggu, hingga memicu tewasnya sedikitnya 18 warga Palestina.

Eskalasi Serangan Udara di Jalur Gaza

Petugas medis Palestina melaporkan bahwa jet tempur Israel menyerang Kota Gaza di utara, Deir al-Balah di bagian tengah, serta Khan Younis di wilayah selatan sejak subuh. Serangan tersebut mencatatkan jumlah korban jiwa harian tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Di Deir al-Balah, gempuran udara menewaskan sedikitnya empat orang. Militer Israel mengklaim serangan terhadap sebuah apartemen di Deir al-Balah menyasar dua komandan pasukan elit “Nukhba” milik Hamas. Sementara itu, serangan di Mawasi dekat Khan Younis membakar sejumlah tenda pengungsian dan menewaskan pasangan suami istri beserta anak laki-laki mereka yang berusia sembilan tahun. Gempuran di Kota Gaza juga menewaskan satu keluarga di sebuah apartemen serta dua warga di dekat kantor perwakilan Mesir.

Keraguan Israel dan Sikap Keras Hamas

Eskalasi militer ini meletus setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Hamas dan kelompok bersenjata lain telah menyetujui rencana pelepasan senjata (disarmamen). Utusan Khusus Board of Peace Nickolay Mladenov bersama tim AS menyusun 15 poin peta jalan untuk merealisasikan kesepakatan tersebut.

Namun, Menteri Energi Israel Eli Cohen mengungkapkan keraguan besar terhadap komitmen Hamas. Cohen menegaskan bahwa pemerintah Israel tidak membuat kesepakatan apa pun untuk menghentikan serangan, serta membuka peluang bagi Israel untuk mengambil alih seluruh Gaza jika Hamas menolak menyerahkan senjata. Juru bicara kantor Perdana Menteri Israel Doron Spielman menyampaikan bahwa Israel menuntut pembongkaran total Hamas sebelum melangkah ke tahap selanjutnya.

Baca Juga :  Kapal Pesiar MV Hondius Bertolak ke Spanyol Usai Evakuasi Medis

Di pihak lain, pejabat senior Hamas Basem Naim menyebut bahwa kelompoknya telah menunjukkan fleksibilitas tinggi. Naim menuduh pemerintah Israel sengaja memicu eskalasi militer demi memaksakan kehendak di lapangan dan menggagalkan proses politik yang sedang berjalan. Tokoh senior Fatah Mohammed Dahlan mengungkapkan bahwa penasihat senior AS Jared Kushner sedang berupaya membendung serangan Israel agar kesepakatan damai dapat berjalan sepenuhnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB