GAZA, POSNEWS.CO.ID – Jet tempur Israel menggempur kawasan Jalur Gaza selama dua hari berturut-turut pada Minggu, hingga memicu tewasnya sedikitnya 18 warga Palestina.
Eskalasi Serangan Udara di Jalur Gaza
Petugas medis Palestina melaporkan bahwa jet tempur Israel menyerang Kota Gaza di utara, Deir al-Balah di bagian tengah, serta Khan Younis di wilayah selatan sejak subuh. Serangan tersebut mencatatkan jumlah korban jiwa harian tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Di Deir al-Balah, gempuran udara menewaskan sedikitnya empat orang. Militer Israel mengklaim serangan terhadap sebuah apartemen di Deir al-Balah menyasar dua komandan pasukan elit “Nukhba” milik Hamas. Sementara itu, serangan di Mawasi dekat Khan Younis membakar sejumlah tenda pengungsian dan menewaskan pasangan suami istri beserta anak laki-laki mereka yang berusia sembilan tahun. Gempuran di Kota Gaza juga menewaskan satu keluarga di sebuah apartemen serta dua warga di dekat kantor perwakilan Mesir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keraguan Israel dan Sikap Keras Hamas
Eskalasi militer ini meletus setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Hamas dan kelompok bersenjata lain telah menyetujui rencana pelepasan senjata (disarmamen). Utusan Khusus Board of Peace Nickolay Mladenov bersama tim AS menyusun 15 poin peta jalan untuk merealisasikan kesepakatan tersebut.
Namun, Menteri Energi Israel Eli Cohen mengungkapkan keraguan besar terhadap komitmen Hamas. Cohen menegaskan bahwa pemerintah Israel tidak membuat kesepakatan apa pun untuk menghentikan serangan, serta membuka peluang bagi Israel untuk mengambil alih seluruh Gaza jika Hamas menolak menyerahkan senjata. Juru bicara kantor Perdana Menteri Israel Doron Spielman menyampaikan bahwa Israel menuntut pembongkaran total Hamas sebelum melangkah ke tahap selanjutnya.
Di pihak lain, pejabat senior Hamas Basem Naim menyebut bahwa kelompoknya telah menunjukkan fleksibilitas tinggi. Naim menuduh pemerintah Israel sengaja memicu eskalasi militer demi memaksakan kehendak di lapangan dan menggagalkan proses politik yang sedang berjalan. Tokoh senior Fatah Mohammed Dahlan mengungkapkan bahwa penasihat senior AS Jared Kushner sedang berupaya membendung serangan Israel agar kesepakatan damai dapat berjalan sepenuhnya.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













