Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku bom bunuh diri menyerang unjuk rasa anti-militan di Lembah Swat hingga menewaskan 14 warga dan polisi. Dok: Istimewa.

Pelaku bom bunuh diri menyerang unjuk rasa anti-militan di Lembah Swat hingga menewaskan 14 warga dan polisi. Dok: Istimewa.

KABAL, POSNEWS.CO.ID – Seorang pelaku bom bunuh diri menyerang kerumunan demonstran di Kota Kabal, Lembah Swat, Pakistan. Serangan mendadak ini merenggut sedikitnya 14 nyawa. Selanjutnya, ledakan tersebut melukai puluhan warga dan aparat di lokasi kejadian.

Serangan Mematikan di Tengah Unjuk Rasa Damai

Massa berkumpul di dekat kantor polisi setempat untuk menyuarakan penolakan terhadap kelompok militan. Warga menuntut pemerintah menjamin keamanan lingkungan mereka secara menyeluruh. Namun, pelaku bom bunuh diri tiba-tiba meledakkan diri di tengah kerumunan.

Ledakan dahsyat tersebut menewaskan sembilan warga sipil dan lima anggota polisi. Selain itu, petugas kedaruratan langsung melarikan puluhan korban luka ke rumah sakit. Sebelum ledakan terjadi, para orator unjuk rasa sempat mengkritik lambatnya penanganan aparat. Oleh sebab itu, warga mendesak penindakan tegas terhadap para militan.

Reaksi Keras Pemimpin Pakistan dan Rekam Jejak Militan

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengutuk keras aksi terorisme mematikan tersebut. Sementara itu, Perdana Menteri Shehbaz Sharif memerintahkan penanganan medis terbaik bagi seluruh korban. Pimpinan negara menegaskan bahwa Pakistan tidak akan mundur melawan ancaman teror.

Lembah Swat dahulu merupakan basis kuat kelompok Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP). Namun, militer Pakistan berhasil mengusir mereka melalui operasi besar pada tahun 2007. Belakangan ini, kelompok militan mulai muncul kembali di wilayah tersebut. Akibatnya, masyarakat setempat rutin menggelar aksi protes untuk menolak kehadiran militan.

Baca Juga :  Mette Frederiksen Cari Koalisi Baru di Tengah Kekalahan Telak

Eskalasi Terorisme dan Hubungan Perbatasan

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom tersebut. Meskipun demikian, kecurigaan kuat mengarah kepada kelompok TTP. Kelompok ini memiliki ikatan erat dengan penguasa Taliban di Afganistan. Sementara itu, militer Pakistan mencatat lebih dari 3.000 insiden teror sejak awal tahun.

Pihak militer mengklaim telah menewaskan 2.084 militan dalam berbagai operasi keamanan. Di sisi lain, serangan teror telah menewaskan 819 warga Pakistan sepanjang tahun ini. Oleh karena itu, otoritas Pakistan terus memperketat pengamanan di wilayah perbatasan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo

Sabtu, 8 Agu 2026 - 17:20 WIB