Tim Advokasi Soroti Penangkapan Roy Suryo: Harusnya Cukup Surat Panggilan

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar Telematika Roy Suryo. (Posnews/Ist)

Pakar Telematika Roy Suryo. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kabar mengejutkan datang dari kasus dugaan tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI. Pakar telematika Roy Suryo dikabarkan ditangkap penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat (19/6/2026) pagi.

Penangkapan tersebut langsung memicu perhatian publik karena Roy Suryo merupakan salah satu tersangka dalam perkara yang berkaitan dengan dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Pengacara Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, membenarkan adanya penangkapan terhadap kliennya. Namun, ia menyebut penangkapan dilakukan di wilayah Jakarta tanpa merinci lokasi pasti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“(Penangkapan) di Jakarta,” kata Khozinudin saat dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026).

Kuasa Hukum Langsung Bergerak ke Polda Metro Jaya

Setelah menerima informasi tersebut, tim kuasa hukum langsung bersiap menuju Polda Metro Jaya untuk memastikan kondisi dan status hukum Roy Suryo.

Baca Juga :  BPBD DKI Jakarta Imbau Warga Pesisir Waspada Rob 1–4 September 2025

Khozinudin mengaku hingga saat ini belum berkomunikasi langsung dengan kliennya. Ia hanya memperoleh informasi melalui istri Roy Suryo.

“Hari ini kami mau ke Polda,” ujarnya.

Sementara itu, kabar penangkapan pertama kali disampaikan oleh anggota Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis, Petrus Selestinus.

Menurut Petrus, istri Roy Suryo mengabarkan bahwa penyidik Polda Metro Jaya melakukan penangkapan sekitar pukul 07.00 WIB.

“Hari ini, Jumat, 19 Juni 2026, sekitar pukul 07.00 WIB, klien kami Roy Suryo Notodiprojo dikabarkan oleh istrinya telah ditangkap oleh penyidik Polda Metro Jaya,” kata Petrus.

Tim Advokasi Soroti Langkah Penangkapan

Di sisi lain, tim advokasi menyampaikan keberatan atas langkah yang diambil penyidik.

Petrus menilai Roy Suryo selama ini bersikap kooperatif dalam menjalani proses hukum. Ia menyebut kliennya selalu memenuhi panggilan penyidik dan rutin menjalani wajib lapor.

Karena itu, tim kuasa hukum mempertanyakan alasan penyidik melakukan penangkapan.

Baca Juga :  Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa

Menurut Petrus, apabila perkara tersebut memang telah memasuki tahap lanjutan atau berkas perkara dinyatakan lengkap, penyidik sebenarnya dapat memanggil Roy Suryo secara resmi tanpa harus melakukan upaya paksa.

“Jika tindakan itu dilakukan dalam rangka tahap dua atau karena berkas sudah lengkap, penyidik bisa mengirim surat panggilan. Tidak perlu melakukan upaya paksa melalui penangkapan,” ujarnya.

Kasus Ijazah Jokowi Kian Memanas

Penangkapan Roy Suryo menambah dinamika dalam penanganan kasus dugaan tudingan ijazah palsu yang melibatkan sejumlah tokoh publik.

Sebelumnya, penyidik juga mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak lain yang menjadi tersangka dalam perkara tersebut.

Hingga Jumat siang, Polda Metro Jaya belum menyampaikan keterangan resmi mengenai dasar hukum, alasan penangkapan, maupun status terbaru Roy Suryo setelah dibawa penyidik.

Publik kini menunggu penjelasan resmi kepolisian terkait perkembangan kasus yang terus menyita perhatian nasional tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran NPCT1 Tanjung Priok Hanguskan 51 Isotank, Polisi Gandeng Labfor
WNA Thailand Diduga Salahgunakan Izin Tinggal, Buka Kelas Face Lifting di Hotel
Sopir Taksi Green Terseret BYD 50 Meter di Tol Tomang, Ini Kronologinya
Polisi Gerebek Kos di Kampung Bahari, Bandar dan 4 Pengguna Sabu Ditangkap
Ibadah GKPI di Rajeg Tangerang Dibubarkan, Polisi Pilih Jalur Mediasi
Jule Tak Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Alasan Pilih Restorative Justice
Residivis Narkoba Diciduk di Mampang, Sabu Diduga Dikendalikan dari Lapas
4 Motor Diduga untuk Balap Liar Diamankan Brimob di Kalimalang

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:34 WIB

Kebakaran NPCT1 Tanjung Priok Hanguskan 51 Isotank, Polisi Gandeng Labfor

Selasa, 22 September 2026 - 10:52 WIB

WNA Thailand Diduga Salahgunakan Izin Tinggal, Buka Kelas Face Lifting di Hotel

Senin, 21 September 2026 - 17:50 WIB

Sopir Taksi Green Terseret BYD 50 Meter di Tol Tomang, Ini Kronologinya

Senin, 21 September 2026 - 17:36 WIB

Polisi Gerebek Kos di Kampung Bahari, Bandar dan 4 Pengguna Sabu Ditangkap

Senin, 21 September 2026 - 08:47 WIB

Ibadah GKPI di Rajeg Tangerang Dibubarkan, Polisi Pilih Jalur Mediasi

Berita Terbaru

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Ini Imbauan Dinkes untuk Warga

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:28 WIB

Kamera portabel CAIM1 memakai kipas mini Noctua NF-A4x10 untuk pendinginan video 4K dan pemrosesan kriptografi. Simak detail spesifikasinya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kamera CAIM1 Gunakan Kipas Mini Noctua untuk Mendinginkan

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:29 WIB