PARIS, POSNEWS.CO.ID – Gelombang panas ekstrem melanda sebagian besar wilayah Eropa pekan ini. Suhu udara melonjak mendekati rekor paling tinggi dan memaksa beberapa pemerintah mengambil langkah darurat. Kondisi cuaca buruk ini juga mengganggu aktivitas harian warga serta sektor pariwisata daerah.
Rekor Suhu Terpanas Sejak 1947
Indikator suhu nasional Perancis mencatat rata-rata suhu harian mencapai 29,8 derajat Celsius pada Selasa kemarin. Angka ini menjadi suhu paling panas semenjak pencatatan resmi mulai berjalan pada tahun 1947. Suhu ekstrem berkisar 39 derajat Celsius hingga 41 derajat Celsius mengancam wilayah Brittany hingga Paris hari Rabu ini.
Otoritas memproyeksikan cuaca ekstrem ini memengaruhi sekitar 44 juta warga di berbagai wilayah Perancis. Pemerintah Polandia juga mengeluarkan peringatan suhu tinggi untuk wilayah bagian barat dari Kamis hingga Sabtu. Suhu udara di Polandia berpotensi memecahkan rekor lama sebesar 40,2 derajat Celsius dari tahun 1921 silam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lonjakan Penjualan Alat Pendingin Udara
Banyak bangunan di Eropa tidak memiliki desain khusus untuk menghadapi suhu panas ekstrem. Kondisi ini memicu lonjakan luar biasa pada penjualan kipas angin dan mesin pendingin udara. Raksasa ritel Carrefour sukses menjual 30.000 unit alat pendingin hingga Selasa sore pekan ini.
Direktur Eksekutif Carrefour Alexandre Bompard mengonfirmasi penjualan melonjak seribu kali lipat daripada hari biasa. Platform belanja Amazon juga mencatat peningkatan transaksi alat pendingin hampir dua kali lipat minggu lalu.
Adaptasi Sekolah dan Operasional Kereta
Asosiasi kepala sekolah Inggris menjelaskan hampir setiap sekolah harus melakukan penyesuaian jadwal minggu ini. Mereka menilai fasilitas gedung sekolah di Inggris kurang siap menghadapi lonjakan suhu ekstrem.
Perusahaan kereta api Belanda NS juga mengurangi jadwal perjalanan pada sejumlah rute mulai hari Rabu. Pengurangan rute ini bertujuan untuk mengantisipasi gangguan teknis akibat paparan suhu panas pada rel.
Pembatasan Operasional Kawasan Wisata Ikonik
Gelombang panas ekstrem ini memaksa pengelola kawasan wisata populer membatasi jam operasional kunjungan. Museum Louvre dan Menara Eiffel di Perancis mulai memotong durasi kunjungan harian bagi turis. Pengelola monumen Atomium di Brussels Belgia juga menutup area wisata lebih cepat daripada jadwal biasa.
Para ilmuwan menegaskan emisi karbon akibat aktivitas manusia memicu gelombang panas muncul lebih sering. Perubahan iklim membuat suhu udara saat ini menjadi 2 derajat Celsius hingga 4 derajat Celsius lebih panas.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












