Program SPPG Gegerkan Cilacap, Titik Diduga Fiktif di Tengah Hutan dan Kuburan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Bupati Cilacap Ungkap Dugaan Titik Fiktif Program SPPG BGN. (Posnews/Ist)

Plt Bupati Cilacap Ungkap Dugaan Titik Fiktif Program SPPG BGN. (Posnews/Ist)

CILACAP, POSNEWS.CO.ID – Begini-lah kalau yang mengelola bermental korupsi. Temuan mengejutkan mengguncang Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Pemerintah daerah mengungkap dugaan ratusan titik fiktif dalam pendataan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), program yang berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menyebut dari lebih 300 titik SPPG yang terdata, sekitar 100 titik diduga fiktif karena tidak ditemukan bangunan maupun aktivitas pendukung di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditemukan di Lokasi Tak Masuk Akal

Ammy mengungkapkan temuan ini terkuak setelah dilakukan pengecekan langsung oleh kepala SPPG yang ditunjuk BGN pusat.

Hasilnya, sejumlah titik justru berada di lokasi yang tidak wajar sebagai fasilitas pelayanan publik.

“Ada yang di tengah hutan, di tengah sawah, bahkan di area kuburan,” kata Ammy, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga :  Calya Ugal-ugalan dan Lawan Arah di Gunung Sahari Diamuk Massa, Polisi Amankan 2 Orang

Temuan ini sontak mengejutkan pemerintah daerah karena seharusnya titik SPPG menjadi bagian penting dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.

Dugaan Titik Fiktif dan Jual Beli Lokasi

Lebih lanjut, Ammy menegaskan temuan tersebut menguatkan dugaan adanya praktik jual beli titik hingga pendaftaran lokasi fiktif dalam program SPPG.

Ia menyebut persoalan ini kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah bersama pihak terkait.

“Nah, isu jual beli titik dan titik fiktif ini memang benar adanya dan harus segera dibenahi,” ujarnya.

Tak hanya fiktif, sejumlah titik yang sudah terdaftar bahkan diduga masih diperjualbelikan kepada pihak lain.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian lokasi belum memiliki kesiapan infrastruktur maupun kejelasan legalitas.

“Jadi ada titik yang masih ditawarkan, mau dibeli atau tidak,” ungkap Ammy.

Mayoritas Terkait Yayasan Tertentu

Ammy juga menyebut sebagian besar titik yang bermasalah tersebut tercatat atas nama yayasan yang dikaitkan dengan salah satu pejabat di Badan Gizi Nasional.

Baca Juga :  Ritual 10 Menit Senin Pagi untuk Minggu yang Produktif

“Rata-rata yayasan membawa nama Sony,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan masih menunggu hasil investigasi lanjutan dari tim pusat untuk memastikan keterlibatan pihak-pihak terkait.

Temuan ini menjadi sorotan serius karena SPPG merupakan bagian dari program strategis pemenuhan gizi masyarakat yang menyasar peningkatan kualitas kesehatan nasional.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mendukung program tersebut, namun meminta agar pelaksanaannya dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan.

Setop Sementara Titik Baru

Sebagai langkah tegas, hasil rapat bersama tim investigasi dari BGN memutuskan untuk menghentikan sementara pembukaan titik SPPG baru di Cilacap.

Langkah ini diambil untuk memastikan validasi data dan penataan ulang seluruh titik yang telah terdaftar.

Di tengah polemik ini, pemerintah daerah mengingatkan bahwa program sebesar apa pun hanya akan berhasil jika dijalankan dengan integritas dan data yang benar-benar valid, demi kepentingan masyarakat luas. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mayat Mister X Ditemukan Terikat di Kolong Tol Bocimi, Ini Ciri-cirinya
12,83 Gram Sabu Gagal Masuk Lapas Sukabumi, Disembunyikan di Label Celana dan Jaket
18 WNA Dideportasi dari Bali, 10 Terseret Dugaan Prostitusi dan 6 Overstay
Jejak CCTV Bawa Polisi ke Pelaku, 2 Terduga Pembunuh Wakil Rektor IT&B Ditangkap
ASDP Kerahkan 27 Kapal, Antrean Ketapang-Gilimanuk Mulai Terurai
Cekcok Tetangga di OKU Selatan Berujung Pria 65 Tahun Tewas Ditusuk Garpu
Demerina Pulang Setelah Disandera KKB, Nasib 7 Korban Lain Masih Misterius
Anak Tiri di Bandung Setrum Ibu Sambung hingga Tewas, Motifnya Bikin Geger

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 06:16 WIB

Mayat Mister X Ditemukan Terikat di Kolong Tol Bocimi, Ini Ciri-cirinya

Rabu, 30 September 2026 - 06:07 WIB

12,83 Gram Sabu Gagal Masuk Lapas Sukabumi, Disembunyikan di Label Celana dan Jaket

Rabu, 30 September 2026 - 05:52 WIB

18 WNA Dideportasi dari Bali, 10 Terseret Dugaan Prostitusi dan 6 Overstay

Selasa, 29 September 2026 - 14:24 WIB

Jejak CCTV Bawa Polisi ke Pelaku, 2 Terduga Pembunuh Wakil Rektor IT&B Ditangkap

Selasa, 29 September 2026 - 11:28 WIB

ASDP Kerahkan 27 Kapal, Antrean Ketapang-Gilimanuk Mulai Terurai

Berita Terbaru