DKI Jakarta Bersihkan 120 Meter Kubik Sampah Sisa Aksi Unjuk Rasa

Minggu, 31 Agustus 2025 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Unit Penanganan Sampah (UPS) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta membersihkan sekitar 120 meter kubik sampah sisa aksi unjuk rasa di lima lokasi, termasuk Simpang Lima Senen dan Gedung DPR-MPR, Minggu (31/8/2025). (Dok-Kominfo DKI JKY)

Petugas Unit Penanganan Sampah (UPS) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta membersihkan sekitar 120 meter kubik sampah sisa aksi unjuk rasa di lima lokasi, termasuk Simpang Lima Senen dan Gedung DPR-MPR, Minggu (31/8/2025). (Dok-Kominfo DKI JKY)

JAKARTA – Petugas Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta membersihkan 120 meter kubik sampah sisa aksi unjuk rasa di lima lokasi.

Kepala UPS Badan Air, Dadang Cahaya Rusdiana, menyebut sampah didominasi botol plastik, batu-batuan, kayu, dan bambu. Pembersihan melibatkan 500 personel dan 24 armada truk.

Baca Juga :  Tujuh Spesialis Bobol Minimarket di Pandeglang Ditangkap, Kerugian Rp110 Juta

“Sejak aksi beberapa hari lalu, kami menyiagakan petugas dan armada truk hingga saat ini,” kata Dadang, Minggu (31/8/2025).

Petugas dan armada truk diterjunkan ke lokasi strategis seperti Simpang Lima Senen, Mako Brimob Kwitang, Gedung DPR-MPR, Polres Metro Jakarta Timur, dan Polsek Ciracas.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek 12–14 Januari 2026, BMKG Prediksi Hujan Merata

Dadang menambahkan, petugas akan tetap berjaga hingga sore di kawasan Kwitang untuk memastikan seluruh sampah terangkut dan lokasi bersih.

“Petugas masih disiagakan hingga sore di sekitar kawasan Kwitang untuk membersihkan sampah di lokasi unjuk rasa lainnya,” tandasnya. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

9,1 Juta Warga Benggala Barat Kehilangan Hak Pilih Jelang Pemilu
Modus Tanya Alamat Berujung Pembacokan, Pelaku Begal Dibekuk
Polisi Ringkus 2 Pelaku Penjual Phishing Tools, Kerugian Tembus Rp350 Miliar
Buronan Narkoba 2 Wanita Diburu, Polisi Ungkap Peran Licin di Balik Layar
Tekanan Tiongkok Paksa Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Afrika
Aliansi Seoul-Washington: Komandan Militer AS Protes Dugaan Kebocoran Data Nuklir Korut
Kepentingan Bisnis di Atas Segalanya: Ceko Tolak Fasilitas Negara untuk Misi ke Taiwan
Gas Bocor Berujung Petaka, Ledakan Dahsyat Lukai Satu Keluarga di Pandeglang

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 19:53 WIB

9,1 Juta Warga Benggala Barat Kehilangan Hak Pilih Jelang Pemilu

Rabu, 22 April 2026 - 19:45 WIB

Modus Tanya Alamat Berujung Pembacokan, Pelaku Begal Dibekuk

Rabu, 22 April 2026 - 19:28 WIB

Polisi Ringkus 2 Pelaku Penjual Phishing Tools, Kerugian Tembus Rp350 Miliar

Rabu, 22 April 2026 - 19:10 WIB

Buronan Narkoba 2 Wanita Diburu, Polisi Ungkap Peran Licin di Balik Layar

Rabu, 22 April 2026 - 18:46 WIB

Tekanan Tiongkok Paksa Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Afrika

Berita Terbaru

Ilustrasi, Demokrasi di bawah ancaman. Revisi daftar pemilih yang kontroversial di Benggala Barat mengakibatkan penghapusan masif hak pilih minoritas, memicu tuduhan manipulasi sistemik dan kegagalan algoritma AI dalam mengenali identitas warga tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

9,1 Juta Warga Benggala Barat Kehilangan Hak Pilih Jelang Pemilu

Rabu, 22 Apr 2026 - 19:53 WIB