MADRID, POSNEWS.CO.ID – Paus Leo XIV menantang negara-negara Eropa untuk mengakui kontribusi besar kekristenan terhadap identitas budaya mereka. Ia menyampaikan pesan kuat tersebut saat memimpin ibadah Misa akbar di kota Madrid pada hari Minggu.
Keindahan Misa Corpus Domini dan Karpet Bunga
Ibadah pagi di Plaza de Cibeles tersebut bertepatan dengan perayaan hari raya keagamaan Katolik Corpus Domini. Sementara itu, panitia menghias rute prosesi sepanjang $\frac{1}{2}$ kilometer menggunakan 16 karpet bunga yang sangat indah.
Para perajin bunga membuat karpet tersebut menggunakan lebih dari 30.000 kuntum bunga segar dari wilayah Galicia. Selain itu, kelopak bunga berwarna kuning dan putih mendominasi hiasan demi melambangkan bendera resmi Takhta Suci.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Paus Leo XIV menegaskan bahwa pembuatan karpet bunga tersebut bukan sekadar pameran seni atau sisa cerita rakyat. Sebaliknya, ia menyebut tradisi ini sebagai bentuk profesi iman umat Katolik yang hidup dan berjalan bersama Tuhan.
Tantangan Identitas Eropa dan Partisipasi Kaum Muda
Dalam khotbahnya, Paus menantang benua Eropa untuk merenungkan kembali akar identitas asli mereka tanpa pengaruh ajaran Kristen. Sebab, iman Kristen telah menginspirasi pembangunan berbagai sekolah, rumah sakit, hingga karya seni megah selama berabad-abad.
“Apakah Eropa akan tetap sama tanpa adanya pengaruh nyata dari iman Kristen?” tanya Paus kepada umat. Oleh karena itu, ia mendesak agar ekspresi keagamaan tetap mendapatkan ruang yang adil di wilayah publik.
Kunjungan Paus ke negara berpenduduk 50 juta jiwa ini sukses menarik perhatian besar dari kaum muda. Sebagai contoh, ibadah vigili pada Sabtu malam berhasil mengumpulkan sekitar 600.000 anak muda Spanyol untuk berdoa bersama.
Selanjutnya, jumlah jemaah melonjak hingga mencapai 1,2 juta orang saat Misa akbar berlangsung pada Minggu pagi. Dengan demikian, antusiasme tinggi ini membuktikan ketertarikan rohani yang kuat di tengah masyarakat sekuler Spanyol.
Bayang-bayang Skandal Pelecehan Seksual Klerus
Namun, kunjungan bersejarah Paus Leo XIV ke Spanyol ini tidak terlepas dari bayang-bayang isu sensitif yang berat. Sebab, kasus skandal pelecehan seksual oleh oknum klerus sempat memicu kemarahan publik dalam beberapa tahun terakhir.
Seorang korban bernama Miguel Hurtado menggelar aksi unjuk rasa damai di depan kantor kedutaan Vatikan di Madrid. Akibatnya, ia mendesak Paus untuk membatalkan rencana kunjungan ke biara bersejarah Montserrat pada hari Rabu nanti.
Di sisi lain, sekelompok massa juga berkumpul di jalanan sambil membawa bendera nasional Spanyol masa lalu. Pada akhirnya, situasi kontras ini mencerminkan dinamika sosial dan sejarah panjang Spanyol yang sangat kompleks.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












