TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Puluhan ribu warga Teheran memenuhi kompleks ibadah luar ruangan. Mereka memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Ali Khamenei.
Lautan Manusia di Imam Khomeini Grand Mosalla
Masyarakat mengenakan pakaian hitam dan membawa bendera nasional. Mereka memadati lapangan utama Imam Khomeini Grand Mosalla Teheran.
Khamenei memimpin Republik Islam Iran selama 37 tahun. Kini, warga juga membawa gambar sang penerus, Mojtaba Khamenei.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana duka yang sangat mendalam menyelimuti seluruh arena.
Korban Serangan Udara Februari Lalu
Serangan udara Amerika Serikat dan Israel menewaskan Khamenei. Peristiwa maut tersebut berkecamuk pada akhir Februari lalu.
Gempuran bom juga menewaskan beberapa anggota keluarga Khamenei. Petugas menaruh lima peti jenazah di atas panggung.
Satu peti berukuran kecil membawa jasad cucunya yang berumur 14 bulan.
Pihak militer Iran bersumpah akan membalas dendam kematian pemimpin mereka. Teriakan anti-Amerika menggema keras di seluruh penjuru kompleks.
Gencatan Senjata dan Konflik Regional
Perang maut tersebut menghancurkan banyak infrastruktur penting Iran. Lebih dari 3.000 warga tewas akibat ribuan serangan udara.
Iran membalas dengan menggempur pangkalan militer Amerika Serikat. Militer Iran juga memblokade lalu lintas Selat Hormuz.
Kedua pihak akhirnya menyepakati gencatan senjata pada Juni. Penundaan pemakaman ini terjadi demi menghindari risiko serangan musuh.
Kini situasi keamanan berangsur membaik pasca-kesepakatan damai sementara.
Rencana Prosesi dan Pemakaman Akhir
Pemerintah menyiapkan mobilisasi massa besar-besaran selama sepekan. Petugas akan membawa jenazah menuju kota suci Qom.
Prosesi berlanjut ke kota suci Najaf dan Karbala di Irak. Para pemimpin faksi Syiah regional akan menghadiri upacara tersebut.
Keluarga akan mengebumikan jasad Khamenei di kota Mashhad. Masyarakat akan melepas kepergian sang pemimpin pada hari Kamis.
Pemerintah menyediakan transportasi gratis bagi jutaan peziarah nasional.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












