Impor Sawit India Merosot: Penurunan Permintaan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tekanan bagi produsen sawit. Impor minyak sawit India merosot ke level terendah dalam 14 bulan akibat krisis energi gas dan cuaca panas ekstrem. Dok: Istimewa.

Tekanan bagi produsen sawit. Impor minyak sawit India merosot ke level terendah dalam 14 bulan akibat krisis energi gas dan cuaca panas ekstrem. Dok: Istimewa.

NEW DELHI, POSNEWS.CO.ID – Importir minyak nabati terbesar dunia India mengurangi pembelian minyak sawit sepanjang bulan Juni. Langkah taktis ini menurunkan volume impor sawit ke titik terendah dalam 14 bulan terakhir.

Pembelian Sawit India Merosot Tajam

Impor minyak sawit India turun 10,5 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi 492.000 ton pada Juni. Angka ini menandai level impor paling rendah sejak April 2025.

Penurunan impor juga melanda komoditas minyak nabati pesaing lainnya. Impor minyak kedelai merosot 23 persen menjadi 381.000 ton sepanjang Juni kemarin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, pengiriman minyak bunga matahari turun 17,5 persen menjadi 244.000 ton. Total impor minyak goreng India akhirnya menyusut 16,6 persen menjadi 1,1 juta ton.

Baca Juga :  55 Tahun Kemitraan China-Nigeria: Perkuat Aliansi

Data estimasi para pedagang ini mengecualikan pengiriman bebas bea masuk lewat jalur darat dari Nepal.

Krisis Energi Domestik Menekan Permintaan Pasar

Mitra pengelola GGN Research Rajesh Patel menjelaskan faktor utama pelemahan pasar ini. Distributor saat ini hanya membeli minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan mendesak saja.

Mereka menunda pembelian karena berharap harga minyak global akan segera turun. Patel menambahkan bahwa kelangkaan gas memasak turut memperparah penurunan konsumsi tersebut.

India saat ini tengah menghadapi krisis gas terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Pemerintah terpaksa memotong pasokan gas industri demi mengamankan kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga :  Pentagon Ajukan Anggaran $1,5 Triliun di Bawah Prioritas Donald Trump

Kebijakan ini otomatis melambungkan harga tabung gas komersial bagi para pelaku usaha makanan. Cuaca panas ekstrem sepanjang musim panas juga menekan tingkat konsumsi masyarakat.

Selisih Harga Sawit dan Kedelai Kian Menipis

Faktor harga juga membuat importir India enggan membeli komoditas sawit. Selisih harga minyak sawit dengan minyak kedelai kini menyusut di bawah 50 dolar AS per ton.

Kondisi ini memaksa para penyuling minyak lokal membuat keputusan pembelian yang sangat hati-hati. Mereka memilih menekan volume impor guna menghindari risiko kerugian bisnis yang lebih besar.

Asosiasi Ekstraktor Pelarut India (SEA) akan merilis data resmi impor Juni pada pertengahan Juli mendatang. Kelesuan pasar India ini berpotensi menahan laju harga kontrak berjangka sawit di Malaysia dan Indonesia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eropa: Gelombang Panas Ekstrem Pecahkan Rekor Suhu
Neraka di Kyiv: Rusia Hantam Ibu Kota Ukraina
Jepang Terus Hukum Rusia dan Sokong Rekonstruksi
Satpam Selamat Setelah 8 Hari di Bawah Reruntuhan
Jepang dan India Sepakat Perkuat Rantai Pasok Semikonduktor
Peringatan 250 Tahun Amerika: Trump Naik Kereta Freedom
Rusia Hancur: Drone Ukraina Sukses Hantam Kilang Minyak
Hubungan AS-Iran Menegang Tanpa Kemajuan Berarti

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:06 WIB

Impor Sawit India Merosot: Penurunan Permintaan

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:13 WIB

Eropa: Gelombang Panas Ekstrem Pecahkan Rekor Suhu

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:36 WIB

Neraka di Kyiv: Rusia Hantam Ibu Kota Ukraina

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:05 WIB

Jepang Terus Hukum Rusia dan Sokong Rekonstruksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 07:32 WIB

Satpam Selamat Setelah 8 Hari di Bawah Reruntuhan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Badai ganda mengancam kawasan. Fenomena El Nino ekstrem berpadu dengan krisis pupuk global siap melambungkan harga pangan di Asia Tenggara. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Ancaman El Nino Godzilla: Krisis Pangan dan Pupuk

Sabtu, 4 Jul 2026 - 08:18 WIB