NEW DELHI, POSNEWS.CO.ID – Importir minyak nabati terbesar dunia India mengurangi pembelian minyak sawit sepanjang bulan Juni. Langkah taktis ini menurunkan volume impor sawit ke titik terendah dalam 14 bulan terakhir.
Pembelian Sawit India Merosot Tajam
Impor minyak sawit India turun 10,5 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi 492.000 ton pada Juni. Angka ini menandai level impor paling rendah sejak April 2025.
Penurunan impor juga melanda komoditas minyak nabati pesaing lainnya. Impor minyak kedelai merosot 23 persen menjadi 381.000 ton sepanjang Juni kemarin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, pengiriman minyak bunga matahari turun 17,5 persen menjadi 244.000 ton. Total impor minyak goreng India akhirnya menyusut 16,6 persen menjadi 1,1 juta ton.
Data estimasi para pedagang ini mengecualikan pengiriman bebas bea masuk lewat jalur darat dari Nepal.
Krisis Energi Domestik Menekan Permintaan Pasar
Mitra pengelola GGN Research Rajesh Patel menjelaskan faktor utama pelemahan pasar ini. Distributor saat ini hanya membeli minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan mendesak saja.
Mereka menunda pembelian karena berharap harga minyak global akan segera turun. Patel menambahkan bahwa kelangkaan gas memasak turut memperparah penurunan konsumsi tersebut.
India saat ini tengah menghadapi krisis gas terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Pemerintah terpaksa memotong pasokan gas industri demi mengamankan kebutuhan rumah tangga.
Kebijakan ini otomatis melambungkan harga tabung gas komersial bagi para pelaku usaha makanan. Cuaca panas ekstrem sepanjang musim panas juga menekan tingkat konsumsi masyarakat.
Selisih Harga Sawit dan Kedelai Kian Menipis
Faktor harga juga membuat importir India enggan membeli komoditas sawit. Selisih harga minyak sawit dengan minyak kedelai kini menyusut di bawah 50 dolar AS per ton.
Kondisi ini memaksa para penyuling minyak lokal membuat keputusan pembelian yang sangat hati-hati. Mereka memilih menekan volume impor guna menghindari risiko kerugian bisnis yang lebih besar.
Asosiasi Ekstraktor Pelarut India (SEA) akan merilis data resmi impor Juni pada pertengahan Juli mendatang. Kelesuan pasar India ini berpotensi menahan laju harga kontrak berjangka sawit di Malaysia dan Indonesia.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












