KYIV, POSNEWS.CO.ID – Militer Rusia menggempur Kyiv dengan ratusan drone dan puluhan rudal. Serangan fajar pada hari Kamis tersebut menewaskan sedikitnya 25 warga sipil.
Malam Kelam Ibu Kota Kyiv
Ledakan keras mengguncang pusat kota Kyiv sepanjang malam. Ribuan penduduk berlari menyelamatkan diri ke dalam stasiun kereta bawah tanah.
Kepala Administrasi Militer Kyiv Tymur Tkachenko membagikan data korban lewat Telegram. Ia memperkirakan jumlah korban meninggal dunia akan terus bertambah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim penyelamat bekerja tanpa henti mencari korban di bawah puing-puing bangunan. Mereka menemukan lima jenazah dari satu reruntuhan apartemen sembilan lantai.
Tkachenko berjanji timnya akan terus bekerja hingga puing bersih sepenuhnya.
Kekecewaan Zelenskyy Terhadap Sekutu Barat
Serangan ini menjadi serangan paling mematikan di Kyiv sepanjang tahun ini. Presiden Volodymyr Zelenskyy langsung mempersingkat kunjungannya di Irlandia.
Ia segera pulang untuk meninjau lokasi bencana di Kyiv. Zelenskyy menyatakan kekecewaannya secara terbuka kepada para sekutu Barat.
Ia menyalahkan keterlambatan pengiriman sistem pertahanan udara dari negara mitra.
“Para sekutu lambat memenuhi janji mereka untuk mengirim senjata,” ujar Zelenskyy.
Ia berencana membawa masalah pertahanan udara ini ke KTT NATO di Turki. Zelenskyy mendesak Eropa membangun sistem pertahanan udara mandiri yang kuat.
Skala Gempuran Rusia dan Kerusakan Kota
Angkatan Udara Ukraina mencatat Rusia menembakkan 74 rudal dan 496 drone. Juru bicara militer Yuri Ihnat mengakui rendahnya tingkat penangkapan rudal balistik.
Ukraina saat ini mengalami kelangkaan rudal Patriot secara ekstrem.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim serangan presisi tinggi mereka sukses. Mereka menargetkan fasilitas militer, infrastruktur energi, dan bandara di Kyiv.
Walikota Kyiv Vitali Klitschko mengumumkan hari berkabung nasional pada hari Jumat. Klitschko mencatat kerusakan parah pada 130 bangunan di seluruh kota.
Duta Besar Uni Eropa Katarina Mathernova menyebut Rusia membawa neraka ke Kyiv. Kebakaran hebat juga merusak tempat tinggal para staf diplomatik asing.
Serangan tersebut turut menghancurkan laboratorium canggih milik Institut Biokimia Nasional.
Dampak Regional dan Tekanan Internasional
Tetangga Ukraina, Polandia, segera menerbangkan jet tempur untuk menjaga wilayah udaranya. Finlandia juga menutup sementara jalur penerbangan di Teluk Finlandia bagian timur.
Serangan balasan ini menyusul aksi drone Ukraina ke kilang minyak Rusia. Ukraina sebelumnya menghantam fasilitas energi Rusia di wilayah Nizhny Novgorod.
Serangan hulu tersebut memicu krisis bahan bakar yang parah di Rusia. Rusia bahkan harus mengimpor bensin dari India untuk mengatasi kelangkaan.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengusulkan sanksi baru. Ia ingin menargetkan perusahaan penyokong industri militer Rusia.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mengecam keras aksi brutal Rusia. Ia menyebut serangan terhadap wilayah padat penduduk sebagai kejahatan mematikan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












