Wapres AS JD Vance Harapkan Perubahan Struktural dari PM Baru

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Transisi kepemimpinan di Downing Street. Wakil Presiden AS JD Vance menyoroti kerapuhan politik Inggris pasca-mundurnya Keir Starmer dan berharap suksesor baru mampu membawa perubahan besar. Dok: Istimewa.

Transisi kepemimpinan di Downing Street. Wakil Presiden AS JD Vance menyoroti kerapuhan politik Inggris pasca-mundurnya Keir Starmer dan berharap suksesor baru mampu membawa perubahan besar. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyebut bahwa kegagalan kepemimpinan telah membayangi Inggris dalam waktu yang lama. Pernyataan keras ini muncul menjelang transisi kepemimpinan baru di London.

Kritik Tajam Terhadap Ketidakstabilan Politik Inggris

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan surat kabar Sunday Times, Vance menilai pergantian pemerintahan yang sangat sering menunjukkan masalah yang jauh lebih mendalam. Kerusakan sistem politik Inggris telah memicu keresahan yang membuat rakyat menuntut perubahan mendasar. Vance menyoroti fenomena pergantian enam perdana menteri dalam beberapa tahun terakhir sebagai indikator nyata dari kerapuhan politik tersebut. Menurutnya, situasi ini memaksa publik Inggris meneriakkan tuntutan reformasi struktural yang nyata.

Baca Juga :  Xi Jinping dan Utusan Laos Sahkan Visi Masa Depan Bersama

Harapan pada Andy Burnham sebagai Suksesor Starmer

Bulan lalu, Perdana Menteri Keir Starmer resmi mengumumkan pengunduran dirinya setelah hanya menjabat selama dua tahun. Keputusan Starmer tersebut langsung membuka jalan bagi kehadiran perdana menteri ketujuh Inggris dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Publik kini memperkirakan legislator Andy Burnham akan menggantikan posisi Starmer secara mulus. Burnham saat ini tampil sebagai kandidat tunggal yang akan memimpin partai penguasa serta pemerintahan Inggris ke depan. Vance menaruh harapan besar agar Burnham, atau siapa pun yang terpilih nanti, mampu mengembalikan stabilitas Inggris.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dinamika Hubungan Khusus AS-Inggris

Meskipun melayangkan kritik, Vance tetap memuji Inggris sebagai negara yang luar biasa dengan masyarakat yang sangat hebat. Koneksi personal Vance dengan Inggris juga tergolong erat mengingat istrinya, Usha Vance, merupakan alumni Universitas Cambridge. Pernyataan Vance ini sekaligus menandai babak baru setelah hubungan yang dinamis antara Starmer dan Presiden AS Donald Trump. Kedua negara sebelumnya tetap mampu menjaga “hubungan khusus” (special relationship) dan mengamankan berbagai kesepakatan dagang, meskipun kerap berbeda pandangan terkait isu Ukraina, Gaza, dan Iran.

Baca Juga :  Hanya 11 Persen Warga Eropa Anggap AS Sebagai Sekutu

Pandangan Trump Terhadap Kebijakan Energi Inggris

Pasca-mundurnya Starmer, Donald Trump sempat melabeli mantan PM Inggris tersebut sebagai sosok yang menyenangkan namun gagal mengatasi masalah imigrasi dan energi. Trump juga memandang sinis sosok Andy Burnham yang ia nilai memiliki haluan politik “sangat liberal”. Trump meragukan Burnham akan merestui kelanjutan eksplorasi minyak dan gas di Laut Utara—sebuah kebijakan energi yang sebelumnya menjadi tuntutan AS kepada Starmer. Walau demikian, Vance menegaskan bahwa Washington akan tetap bekerja sama secara maksimal dengan siapa pun perdana menteri Inggris yang baru demi menjaga aliansi strategis kedua negara.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan Ribu Warga Lepas Kepergian Ali Khamenei
Donald Trump Telepon Putin 90 Menit Tawarkan Solusi
Direktur Micron Jual Saham Senilai USD 1,4 Juta
Presiden Paraguay Santiago Pena Kunjungi Taiwan
Proyeksi Pasar CPO Juli 2026: MPOC Prediksi Penguatan Harga
Impor Sawit India Merosot: Penurunan Permintaan
Eropa: Gelombang Panas Ekstrem Pecahkan Rekor Suhu
Neraka di Kyiv: Rusia Hantam Ibu Kota Ukraina

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:00 WIB

Wapres AS JD Vance Harapkan Perubahan Struktural dari PM Baru

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:30 WIB

Puluhan Ribu Warga Lepas Kepergian Ali Khamenei

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:21 WIB

Direktur Micron Jual Saham Senilai USD 1,4 Juta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:36 WIB

Presiden Paraguay Santiago Pena Kunjungi Taiwan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:30 WIB

Proyeksi Pasar CPO Juli 2026: MPOC Prediksi Penguatan Harga

Berita Terbaru

Transisi kepemimpinan di Downing Street. Wakil Presiden AS JD Vance menyoroti kerapuhan politik Inggris pasca-mundurnya Keir Starmer dan berharap suksesor baru mampu membawa perubahan besar. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wapres AS JD Vance Harapkan Perubahan Struktural dari PM Baru

Minggu, 5 Jul 2026 - 13:00 WIB

Lautan duka di Teheran. Puluhan ribu warga memadati kompleks Mosalla Teheran guna memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Puluhan Ribu Warga Lepas Kepergian Ali Khamenei

Minggu, 5 Jul 2026 - 12:30 WIB