Xi Jinping dan Utusan Laos Sahkan Visi Masa Depan Bersama

Kamis, 23 April 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mempererat ikatan ideologi. Presiden Xi Jinping menerima utusan khusus Presiden Laos di Beijing guna mematangkan pembangunan komunitas nasib bersama dan merayakan 65 tahun hubungan diplomatik di tengah dinamika politik global tahun 2026. Dok: Istimewa.

Mempererat ikatan ideologi. Presiden Xi Jinping menerima utusan khusus Presiden Laos di Beijing guna mematangkan pembangunan komunitas nasib bersama dan merayakan 65 tahun hubungan diplomatik di tengah dinamika politik global tahun 2026. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Tiongkok dan Laos memperkokoh pilar diplomasi mereka melalui pertemuan tingkat tinggi di ibu kota Tiongkok. Presiden Xi Jinping menerima kunjungan Saleumxay Kommasith guna membahas stabilitas kawasan dan keselarasan agenda politik kedua negara.

Dalam konteks ini, pengiriman utusan khusus tersebut membuktikan tingginya tingkat kepercayaan politik antar-kedua partai penguasa. Oleh karena itu, Beijing dan Vientiane berupaya menjadikan tahun 2026 sebagai momentum transformasi hubungan bilateral menuju standar kualitas yang lebih tinggi.

Merayakan 65 Tahun Diplomasi dan Tahun Persahabatan

Tahun 2026 memegang nilai sejarah penting bagi kedua bangsa. Xi Jinping menyoroti bahwa peringatan 65 tahun hubungan diplomatik ini merupakan pijakan sejarah yang baru. Dalam hal ini, Tiongkok dan Laos telah sepakat guna memperdalam pembangunan komunitas dengan masa depan bersama melalui pertukaran surat antara kedua kepala negara sebelumnya.

“Kami yakin Laos akan mampu mengatasi segala kesulitan di bawah kepemimpinan LPRP,” tegas Xi. Bahkan, Beijing memberikan dukungan penuh terhadap upaya Laos dalam mengikuti jalur sosialis secara konsisten. Tiongkok berharap kemitraan ini mampu membantu Laos mencapai target pembangunan nasional jangka panjang mereka secara stabil.

Baca Juga :  Syarat Akhir Perang: Iran Tuntut Solusi Permanen dan Bantah Boikot Dialog Islamabad

Prinsip “Empat Baik” dan Kerja Sama Praktis

Xi Jinping menekankan bahwa China dan Laos harus berpegang teguh pada kebijakan stabilitas jangka panjang. Secara khusus, ia menyerukan penerapan semangat “Empat Baik” sebagai landasan interaksi:

  1. Tetangga yang baik.
  2. Teman yang baik.
  3. Kamerad yang baik.
  4. Mitra yang baik.

Lebih lanjut, kedua negara sepakat guna memperluas kerja sama praktis di berbagai sektor strategis. Sebagai hasilnya, penyelarasan strategi pembangunan nasional akan semakin intensif guna menjawab tantangan global yang kian kompleks. Xi mendesak agar koordinasi diplomatik terus diperkuat guna memajukan kesejahteraan rakyat di kedua sisi perbatasan.

Respon Laos: Dukungan Terhadap Inisiatif Global

Saleumxay Kommasith, yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Laos, menyampaikan surat khusus dari Presiden Thongloun Sisoulith kepada Xi. Selain itu, ia memberikan taklimat mengenai hasil Kongres Nasional LPRP ke-12 yang baru saja selesai.

Baca Juga :  Elite Pasar Modal Mundur, DPR: Ini Teladan Etik di Tengah Krisis Kepercayaan Investor

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penjelasannya, Saleumxay memuji keberhasilan Tiongkok dalam menjaga stabilitas politik dan sosial domestik yang berkelanjutan. Laos menilai peran Tiongkok di panggung internasional terus meningkat secara signifikan. Oleh sebab itu, Laos menyatakan dukungan tegas terhadap berbagai inisiatif global yang Xi Jinping usulkan guna menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan damai di tahun 2026 ini.

Menuju Standar Kualitas Tinggi

Masa depan aliansi Beijing-Vientiane kini memasuki fase implementasi yang lebih teknis. Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan komunitas masa depan bersama akan bergantung pada konsistensi koordinasi di tingkat lapangan.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau bagaimana sinergi dua negara sosialis ini akan memengaruhi peta kekuatan di Asia Tenggara. Di tahun 2026 yang penuh ketidakpastian, kesolidan hubungan China-Laos menjadi jangkar penting bagi stabilitas ekonomi dan keamanan di sepanjang koridor daratan Asia Tenggara.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gudang BBM Ilegal Digerebek di Sumsel, 12 Pelaku Modus “Kencing di Jalan” Ditangkap
Tiongkok Kecam Kebijakan Ekspor Senjata Jepang sebagai Ancaman Remiliterisasi
Tiongkok Sebut Penolakan Izin Terbang Presiden Taiwan Bukti Dukungan Global
Operasi Intelijen Somalia Lumpuhkan 33 Militan di Shabelle Tengah
Uni Eropa Sahkan Pinjaman $106 Miliar dan Sanksi Baru Rusia
Iran Tolak Putaran Kedua Perundingan Damai dengan Amerika Serikat
Thailand Dorong Normalisasi Hubungan Myanmar dengan ASEAN
Kebijakan Tarif Nol Persen Tiongkok Pacu Hilirisasi Karet

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 17:28 WIB

Gudang BBM Ilegal Digerebek di Sumsel, 12 Pelaku Modus “Kencing di Jalan” Ditangkap

Kamis, 23 April 2026 - 15:23 WIB

Xi Jinping dan Utusan Laos Sahkan Visi Masa Depan Bersama

Kamis, 23 April 2026 - 14:14 WIB

Tiongkok Kecam Kebijakan Ekspor Senjata Jepang sebagai Ancaman Remiliterisasi

Kamis, 23 April 2026 - 14:06 WIB

Tiongkok Sebut Penolakan Izin Terbang Presiden Taiwan Bukti Dukungan Global

Kamis, 23 April 2026 - 13:02 WIB

Operasi Intelijen Somalia Lumpuhkan 33 Militan di Shabelle Tengah

Berita Terbaru

Mempererat ikatan ideologi. Presiden Xi Jinping menerima utusan khusus Presiden Laos di Beijing guna mematangkan pembangunan komunitas nasib bersama dan merayakan 65 tahun hubungan diplomatik di tengah dinamika politik global tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Xi Jinping dan Utusan Laos Sahkan Visi Masa Depan Bersama

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:23 WIB

Serangan presisi di Guulane. Badan Intelijen Nasional Somalia (NISA) bersama mitra internasional menghancurkan pangkalan milisi Al-Shabaab, menewaskan puluhan pejuang termasuk pemimpin senior dalam operasi pencegahan teror tahun 2026. Dok: CFP.

INTERNASIONAL

Operasi Intelijen Somalia Lumpuhkan 33 Militan di Shabelle Tengah

Kamis, 23 Apr 2026 - 13:02 WIB