ATLANTA, POSNEWS.CO.ID – Langkah mengejutkan tim nasional Mesir harus terhenti secara tragis pada babak gugur Piala Dunia.
Kehancuran Mimpi Mesir di Menit Akhir
Mesir hampir membuat kejutan besar melawan sang juara bertahan. Namun skuad Firaun membuang keunggulan dua gol pada akhir laga hari Rabu.
Lionel Messi memimpin Argentina membalikkan keadaan secara dramatis di Stadion Atlanta Falcons. Gol kemenangan Argentina lahir pada menit kedua masa tambahan waktu babak kedua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gol tersebut memicu kericuhan hebat di depan bangku cadangan Mesir. Wasit asal Prancis Francois Letexier mengusir seorang staf Mesir yang marah.
Petugas keamanan harus menahan staf tersebut agar tidak menyerang wasit. Dua pemain Mesir juga menerima kartu kuning akibat memprotes gol tersebut.
Protes Keras Hossam Hassan Terhadap Wasit
Pelatih Mesir Hossam Hassan menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Tindakan tersebut merupakan simbol protes terhadap ketidakadilan rasial dari pihak penyelenggara.
Hassan menyebut skuadnya menjadi korban konspirasi elite sepak bola global. Menurutnya, pihak otoritas menginginkan Argentina lolos demi memuluskan langkah Lionel Messi.
Hassan juga vokal menyuarakan dukungan terhadap Palestina sepanjang turnamen ini. Ia mengecam keputusan wasit yang membatalkan potensi gol kedua Mesir.
Wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau pelanggaran awal melalui layar VAR. Keputusan ini merusak momentum permainan cepat milik anak asuh Hassan.
Kebangkitan Fantastis Tim Tangguh Argentina
Mesir tetap mampu memperlebar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-67. Mostafa Zico mencetak gol indah melalui skema serangan balik cepat.
Namun Argentina mampu bangkit secara luar biasa pada sisa waktu pertandingan. Cristian Romero membuka harapan Argentina lewat golnya pada menit ke-79.
Lionel Messi kemudian menyamakan kedudukan melalui tembakan keras empat menit kemudian. Enzo Fernandez memastikan kemenangan dramatis Argentina pada masa tambahan waktu.
Gol penentu ini berawal dari kegagalan Mohamed Salah menguasai bola. Pemain bertahan Argentina merebut bola dari kaki Salah di area penalti.
Legenda NFL Tom Brady turut mengomentari kebangkitan dramatis Argentina tersebut. Melalui media sosial, Brady menyamakan laga ini dengan kemenangan legendarisnya pada Super Bowl 2017.
Boikot Turnamen dari Sang Pelatih
Hassan tidak peduli dengan komentar mantan quarterback legendaris tersebut. Ia masih marah karena wasit mengabaikan pelanggaran terhadap pemain Mesir.
Menurutnya, Mesir layak mendapatkan hadiah penalti pada detik-detik akhir pertandingan. Namun wasit VAR sama sekali tidak memeriksa insiden penting tersebut.
Mesir tampil sebagai tim nonunggulan yang mengejutkan sepanjang turnamen ini. Sebelumnya mereka bahkan belum pernah memenangkan laga Piala Dunia sepanjang sejarah.
Sayangnya, taktik bertahan total Mesir justru mengundang malapetaka bagi mereka sendiri. Argentina akhirnya berhasil lolos ke babak perempat final melawan Swiss atau Kolombia.
Bagi Hassan, perjalanan bersejarah timnya kini telah resmi berakhir. Ia bahkan bersumpah tidak akan menonton sisa pertandingan Piala Dunia ini lagi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












