BUNIA, POSNEWS.CO.ID – Republik Demokratik Kongo menghadapi ancaman serius dari perluasan wabah virus mematikan.
Penularan Ebola Terus Meluas di Kongo
Perwakilan WHO Anne Ancia membagikan laporan kondisi kesehatan terkini dari kota Bunia. Wabah Ebola spesies Bundibugyo masih memasuki fase ekspansi yang mengkhawatirkan. Pemerintah mengonfirmasi 1.561 kasus penularan hingga hari Selasa kemarin. Wabah ganas ini juga telah merenggut nyawa 506 warga Kongo. Spesies langka ini belum memiliki obat atau metode penyembuhan medis yang terbukti.
Mobilitas Warga Tambang Mempercepat Penyebaran
Ancia menyebut mobilitas warga mempercepat penyebaran virus ke wilayah-wilayah baru. Para pekerja tambang di Mongbwalu sering menolak menjalani perawatan medis setempat. Mereka memilih pulang ke kampung halaman masing-masing saat mulai jatuh sakit. Tindakan ini memicu penularan virus baru kepada anggota keluarga dekat mereka. Banyak pasien akhirnya meninggal dunia karena terlambat mendapatkan penanganan medis darurat. Tim penyelamat kini membangun pos pemeriksaan jalan raya guna menahan pergerakan warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapasitas Rumah Sakit Nyaris Penuh dan Minim APD
Kondisi fasilitas kesehatan di provinsi Ituri kini sangat memprihatinkan. Pusat perawatan Ebola menampung pasien hingga menyentuh kapasitas 90 persen. Selain itu, para petugas medis juga kekurangan alat pelindung diri. Mereka bekerja tanpa sepatu bot, sarung tangan, dan baju pelindung tahan air. Padahal, kontak langsung dengan cairan tubuh pasien menularkan virus mematikan ini secara cepat. Banyak petugas medis tertular virus sebelum pemerintah mengumumkan wabah pada pertengahan Mei.
Aksi Mogok Kerja Hambat Penanganan di Kamp Pengungsi
Krisis finansial turut memperburuk penanganan wabah di wilayah konflik tersebut. Petugas kesehatan sempat menggelar mogok kerja demi menuntut pembayaran gaji mereka. Sebagian besar petugas akhirnya kembali bekerja sejak hari Senin kemarin. Namun, beberapa kelompok penanganan masih melanjutkan aksi mogok kerja tersebut. Kelompok yang mogok ini sebenarnya memegang peran penting dalam mengendalikan penularan virus di kamp pengungsian.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












