Ledakan Mortir 81 Mm di Cipatat Tewaskan 3 Warga, Polisi Selidiki Asal Amunisi

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian memasang garis polisi di lokasi ledakan mortir di rumah warga Kampung Ciparang, Cipatat, Bandung Barat, yang menewaskan tiga orang. (Posnews/Polres Cimahi)

Petugas kepolisian memasang garis polisi di lokasi ledakan mortir di rumah warga Kampung Ciparang, Cipatat, Bandung Barat, yang menewaskan tiga orang. (Posnews/Polres Cimahi)

BANDUNG BARAT, POSNEWS.CO.ID – Ledakan dahsyat mengguncang Kampung Ciparang, RT 04/RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Sebuah peluru mortir kaliber 81 milimeter yang diduga masih aktif meledak di dalam rumah warga dan menewaskan tiga orang dengan luka yang sangat parah.

Korban diketahui bernama Ade (21), Suhri (40), dan Rodiana (40). Ketiganya diduga membawa mortir tersebut ke rumah Ade sebelum berusaha membongkarnya untuk mengambil logam bekas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, mortir itu tiba-tiba meledak hingga menewaskan seluruh korban di lokasi kejadian.

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan hasil penyelidikan sementara menunjukkan mortir tersebut dibawa dari area sekitar Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) di Cipatat.

Baca Juga :  Satgas Tangkap Terduga Anggota KKB Intan Jaya, Terlibat Penembakan dan Pembakaran

“Mortir itu dibawa ke rumahnya, lalu diduga diotak-atik. Di lokasi juga ditemukan sejumlah peralatan kerja yang biasa digunakan korban untuk membongkar barang-barang bekas,” kata Niko, Rabu (8/7/2026).

Menurut Niko, warga di sekitar kawasan latihan militer memang sudah lama mengumpulkan selongsong peluru maupun proyektil bekas yang dianggap tidak lagi berbahaya untuk dijual sebagai besi tua.

Namun, mortir yang meledak tersebut diduga masih mengandung bahan peledak sehingga sangat berbahaya jika dipindahkan atau dibongkar.

“Yang biasa dipungut masyarakat adalah selongsong peluru dan proyektil. Untuk mortir bekas tidak pernah diambil karena memang dilarang,” tegasnya.

Polisi dan Tim Gegana Selidiki Asal Mortir

Setelah ledakan terjadi, polisi bersama Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob langsung mengamankan lokasi guna memastikan tidak ada bahan peledak lain yang masih tersisa.

Baca Juga :  Sadis! Istri Sayat Leher Suami di Parangtritis Setelah Minta Maaf

Garis polisi dipasang di sekitar rumah korban, sementara tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, penyidik berkoordinasi dengan pihak TNI untuk menelusuri asal-usul mortir tersebut, termasuk memastikan apakah amunisi itu merupakan sisa latihan militer atau masih berstatus aktif.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil ataupun menyimpan amunisi, mortir, granat, maupun benda yang diduga mengandung bahan peledak.

Warga diminta segera melapor kepada aparat apabila menemukan benda mencurigakan agar dapat ditangani petugas berwenang.

Kasus ini masih dalam penyelidikan.Β Polisi terus mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap penyebab ledakan serta asal mortir yang menewaskan tiga warga. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Bocah di Dairi Diduga Disiksa Pengasuh, Kepala Luka Parah, Pelaku Diciduk
Datang Membawa Bantuan, Ahmad Zaki Pergi untuk Selamanya di Tanah Flores
Karhutla Menggila, ISPA Melonjak 78 Persen, 314 Nakes Diterjunkan
Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman
2,6 Ton Sabu Cair Nyaris Jadi 2,8 Juta Vape! Sindikat Narkoba Dibungkam di Kepri
Lima Tersangka Pembunuhan Bripka Fredy Awes, 2 Tewas Ditembak Polisi Saat Kabur
Ditembaki dari Ketinggian di Tolikara, Bripda Jhon Galu Terluka
Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 83 Orang, Stok Makanan Pengungsi Menipis

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Dua Bocah di Dairi Diduga Disiksa Pengasuh, Kepala Luka Parah, Pelaku Diciduk

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Datang Membawa Bantuan, Ahmad Zaki Pergi untuk Selamanya di Tanah Flores

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:47 WIB

Karhutla Menggila, ISPA Melonjak 78 Persen, 314 Nakes Diterjunkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:32 WIB

Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

2,6 Ton Sabu Cair Nyaris Jadi 2,8 Juta Vape! Sindikat Narkoba Dibungkam di Kepri

Berita Terbaru

Iran mengecam rencana Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi baru yang memicu kelumpuhan lalu lintas minyak di Selat Hormuz dan memperparah krisis kawasan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Kecam Rencana Sanksi Baru Amerika Serikat

Minggu, 23 Agu 2026 - 16:33 WIB

Israel menyampaikan kekhawatiran keamanan serius kepada Gedung Putih terkait draf kesepakatan pelucutan senjata Hamas, menolak penarikan pasukan dari Gaza sebelum proses demiliterisasi penuh terjadi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Sampaikan Kekhawatiran Keamanan Terkait Hamas

Minggu, 23 Agu 2026 - 16:00 WIB

 Korea Utara mengecam keras rencana kenaikan anggaran pertahanan Jepang sebesar 8,9 triliun yen dan menganggapnya sebagai bentuk persiapan perang agresi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Korea Utara Kecam Rencana Peningkatan Anggaran Pertahanan

Minggu, 23 Agu 2026 - 15:25 WIB