Prabowo Minta Aparatur Bersih-Bersih, Korupsi Jadi Prioritas Pemerintah

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Posnews/Sekneg)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Posnews/Sekneg)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah menghormati seluruh proses hukum yang sedang dijalankan Polri dalam pengusutan sejumlah kasus dugaan korupsi.

Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo Subianto sejak awal berkomitmen memperkuat pemberantasan korupsi dan membangun pemerintahan yang bersih.

“Kita menghormati setiap proses hukum yang dijalankan aparat penegak hukum. Kita juga menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah agar terhindar dari spekulasi yang tidak produktif,” kata Prasetyo, Jumat (10/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prabowo Minta Aparatur Jaga Integritas

Selanjutnya, Prasetyo mengatakan Prabowo terus mengingatkan seluruh aparatur negara agar memperbaiki tata kelola dan menjaga integritas.

Presiden, kata dia, meminta setiap pejabat membenahi diri sebelum aparat penegak hukum mengambil tindakan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Ungkap Korupsi di Semua Lini Pemerintahan & Pesan Tegas Soal UUD 1945

“Presiden berulang kali mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan untuk segera berbenah dan membersihkan diri,” ujarnya.

Korupsi Masih Jadi Pekerjaan Rumah Besar

Prasetyo menegaskan Prabowo memandang korupsi sebagai salah satu tantangan terbesar bangsa. Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat sistem pengawasan dan tata kelola pemerintahan.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas nasional agar program pembangunan tetap berjalan.

“Kita harus terus memperbaiki tata kelola, memperkuat integritas, serta menjaga persatuan dan stabilitas nasional,” katanya.

Polri Usut Tiga Kasus Besar

Sebelumnya, Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah sejumlah lokasi, termasuk Kafe de’Clan di Cipete dan sebuah rumah mewah di Sentul.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita emas batangan, uang tunai bernilai ratusan miliar rupiah, serta berbagai dokumen dan barang bukti elektronik.

Baca Juga :  Pimpinan DPR Terima AMPB, Aspirasi RUU Perampasan Aset Dibahas

Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menjelaskan penyidikan dilakukan melalui joint investigation terhadap tiga perkara besar, yakni:

  • Dugaan korupsi dan TPPU dalam pengadaan batu bara PLN yang diduga berkaitan dengan pemadaman listrik (blackout).
  • Dugaan korupsi dalam penanganan perkara PT ASABRI dan PT Asuransi Jiwasraya sepanjang 2020–2025.
  • Dugaan korupsi dan TPPU dalam penyelesaian utang PT Cakrawala Bintang Sakti (CBS) kepada PT Krakatau National Resources (KNI), anak usaha Krakatau Steel, pada periode 2020–2025.

Penyidik Dalami Dugaan Suap dan TPPU

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon mengatakan penyidik mendalami dugaan korupsi, suap, pemerasan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan oknum penyelenggara negara.

Hingga kini, Polri belum mengumumkan identitas tersangka karena penyidikan masih berlangsung. Polisi juga terus mengembangkan perkara untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapas Penuh Dua Kali Kapasitas, Pemerintah Siapkan Rehabilitasi Korban Narkotika
32 Komputer Ditemukan di Rumah Dinas TNI Cijantung, Seorang Letkol Ditahan
Operasi Narkoba Serentak, Kampung Ambon dan Boncos Digerebek Polisi
Urus Perpanjangan Izin Tinggal di Jaksel, Buronan Dugaan Suap Thailand Malah Diciduk
PCNU Sekadau Kembalikan Uang dan Adukan Dugaan Politik Uang Muktamar NU ke KPK
Biaya Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Ternyata Cukup Siapkan Sekitar Rp23 Juta
Prabowo Beri Taklimat 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Sinergi dan Kesiapan
Profil Letjen TNI Iwan Setiawan, Pangkostrad Baru Penakluk Everest

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Lapas Penuh Dua Kali Kapasitas, Pemerintah Siapkan Rehabilitasi Korban Narkotika

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:35 WIB

32 Komputer Ditemukan di Rumah Dinas TNI Cijantung, Seorang Letkol Ditahan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Operasi Narkoba Serentak, Kampung Ambon dan Boncos Digerebek Polisi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Urus Perpanjangan Izin Tinggal di Jaksel, Buronan Dugaan Suap Thailand Malah Diciduk

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:18 WIB

PCNU Sekadau Kembalikan Uang dan Adukan Dugaan Politik Uang Muktamar NU ke KPK

Berita Terbaru

Donald Trump mengecam keras Norwegia dan Komite Nobel usai gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Simak laporan lengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 23:17 WIB

Setahun pasca gencatan senjata Gaza pimpinan Donald Trump, serangan militer Israel tetap berlanjut dan rekonstruksi mangkrak. Simak laporan lengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung

Sabtu, 10 Okt 2026 - 22:30 WIB

Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan komitmen menjaga kebebasan dan memperkuat pertahanan nasional dalam pidato Hari Nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Taiwan Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Perdamaian

Sabtu, 10 Okt 2026 - 22:07 WIB